Monday, March 12, 2012

A Crazy Little Thing Called Love



Oke… ni movie sumpah keren buanget. Aku udah beberapa kali ini nonton film ini, dan semuanya nangis di bagian yang sama. Ya Allah, aku engga bisa bayangin kalo kisah cinta Nam terjadi di kehidupan ku atau temen temenku.
Ini scene yang the most favorite for me.
Hmmm…. Aku ceritain gambarnya aja yah. Hehehe

 
Nam telah mengakui semuanya kepada Chon bahwa dia suka pada Chon sejak dia duduk di M.1 (3 tahun memendam perasaan cinta, apa engga nyesek yah?). Tapi saat Nam memberikan bunga mawar putih pada Chon, Nam melihat sebuah tulisan “Pin loved Chon” di seragam Chon. Akhirnya Nam pergi meninggalkan Chon di kolam renang (pake acara kejebur segala).
Chon pulang ke rumah. Dia kaget sekaligus senang saat mendengar ayahnya menyapanya “Welcome to the Junior Bangkok Glass Player” Lalu dia pergi ke kamarnya dan membuka sebuah buku.


Ternyata buku itu berisi kumpulan foto-foto Nam dari M.1 sampai mereka lulus (Omaigat….. aku engga nyangka, ternyata selama ini Chon memendam rasa sama Nam)


Saat itu, Chon sedang berada di ruang ganti perempuan, dia melihat sebuah buku panduan (9 cara untuk memikat hati lelaki) milik Nam. Lalu Chon mengambil foto sampul buku itu.


Saat itu, Pin mendandani Nam untuk menjadi Snow White. Setelah selesai, Nam keluar dari ruang ganti dan semua mata terpaku olehnya. Namun, Chon bilang “Dia sama saja. Snow White dengan dental braces” (Maksudnya, walaupun Nam di make over sedemikian rupa, Nam tetap sama saja. Sama saja imut. Ahh dasar Mario)

Waktu Nam hapir jatuh dari panggung, untung ada Cho yang sigap menangkap Nam. Dia memegang tangan Nam dengan mesra (Omaigat…… so sweet banget)




(Mario, wanna bit another apple to me? #aarrrggh just ignore it)

Mario memberikan sebuah apel kepada Nam untuk drama Snow White. Namun, Chon menggigitnya terlebih dahulu. Chon bilang dalam suratnya “Aku sudah menggigitnya dan apel ini tidak beracun”



Pada malam hari, Chon dan teman temannya latihan sepak bola, ada Nam juga yang sedang latihan menjadi mayoret. Awalnya yang ingin melakukan free kick adalah P’Top, namun Chon meminta dia yang menendang. Ternyata, tendangan Chon tidak masukke gawang. Chon begitu kecewa. Lalu temannya berkata “Kau boleh menendang lagi”. Akhirnya Chon mencoba untuk free kick lagi, dan…….. tendangannya masuk ke gawang. Chon senang sekali. Chon melihat kea rah Nam dan tersenyum padanya. (Mario, mama kamu dulu ngidam, makan, atau ngimpi apa sih kok bisa ngelahirin kamu. Sebenernya kamu tu Angel apa Human sih.... gantengnya kok engga ketulungan)

 
Chon menanam bunga mawar putih. Chon ingin memberikan bunga mawar putih kepada Nam pada hari valentine. Awalnya bunga mawar itu sulit untuk tumbuh, namun lama kelamaan, bunga mawar itu tumbuh mejadi tinggi.



Saat hari Valentine, Chon memberikan tanaman bunga mawar putihnya kepada Nam. Namun, Chon mengatakan bahwa bunga itu pemberian temannya (sebel deh, kenapa sih kamu engga bilang directly ke Nam kalo kamu juga suka sama Nam, Chon)


Hari itu, Nam menunggu seseorang yang memberikannya sebuah surat yang mengatakan bahwa seseorang menunggu Nam di lantai 3. Tiba tiba Chon datang, dan Nam mengira bahwa surat itu dari Chon. Chon menyapa Nam. Nam hanya membalas sapaan Chon dengan tersenyum. Lalu, P’Top datang dan berkata “Nam, aku tahu jika kau akan datang. Nam maukah kau menjadi pacarku?” Lalu Nam mengalihkan pembicaraan dengan berkata “Umm… sepertinya P’Chon ingin mengatakan sesuatu”. Chon berkata “Aku hanya ingin menyanyakan mengapa kau di atas, dan sekarang aku tahu alasannya (sambil menepuk bahu P’Top)



Setelah Chon selesai bermain football, mereka hang out bersama. Dalam hati Nam, Nam ingin sekali bisa duduk di belakang motor P’Chon. Setelah sampai tujuan, P’Top memberikan sepiring squid ke Nam. Nam mencari cari dimanakah Chon berada? Lalu Nam berjalan menuju jembatan. Chon datang dan duduk membelakangi Nam. Nam menawarkan Chon untuk makan squid, dan Chon menjawab, “Apakah kamu pernah dengan cerita tentang squid?” Nam menjawab belum, lalu Chon memindah posisi duduknya bersebelahan dengan Nam. Chon mulai bercerita tentang squid tersebut. Setelah mendengar cerita Chon, Nam tidak ingin makan squid lagi. Tiba-tiba P’Top datang.
Mereka bertiga berjalan kembali menuju teman teman mereka. Di tengan jembatan, Nam mengaduh bahwa kakinya sakit, lalu P’Top menawarkan Nam untuk digendong di punggung P’Top. Dalam hati Nam, Nam senang sekali mengetahui bahwa untuk pertama kalinya Chon membawakan tas Nam.


Chon melihat Nam menunggu di kolam renang, dan langsung menghampiri Nam. Mereka ngobrol banyak hal. Lalu Nam bertanya, “Apakah kamu akan mejadi pemain sepak bola?” Chon menjawab, “Aku tidak tahu. Saat ini, aku memutuhkan seseorang”. Lalu Nam menengok kea rah Chon. Chon yang ditengok hanya tersenyum tanpa memalingkan wajahnya ke Nam.


Chon frustasi dan menyesal mengapa ia tidak berani mengatakan bahwa dia menyukai Nam sejak lama. Chon hanya bisa terdiam meratapi semua kejadian ini. (ni yang nonton juga tambah frustasi, Chon)


Saat  mereka hang out bersama, P’Top dan P’Chon mengatakan bahwa mereka sudah berjanji untuk tidak akan menyukai wanita yang sama. Nam yang mendengar hal itu hanya bisa terdiam. P’Top dan P’Chon menarikan sebuah tarian bersama. P’Top mengajak Nam untuk ikut menari, di tengah tarian, P’Top mencium pipi Nam dan Nam sangat terkejut. P’Chon yang melihat kejadian itu hanya bisa terdiam.


Nam sangat sedih atas kejadian yang dia alami tadi siang. Yang Nam tahu, P’Chon tidak menyukainya dan lebih memilih P’Pin sebagai pacar P’Chon. Nam terlalu patah hati (itu juga yang aku rasain, Nam. Hiks hiks hiks, kita sehati #heloh?)


9 TAHUN KEMUDIAN (lamanya.......)


Saat itu, nam di undang untuk menghadiri press conference di salah satu stasiun TV. Nam menceritakan bagaimana dia bisa pergi ke Amerika dan sukses menjadi designer ternama. Nam mengatakan bahwa dia mendapat inspirasi dari seseorang. "Jika aku tidak mencintainya, mungkin aku tidak akan menjadi designer seperti sekarang", kata Nam. Lalu, host itu memberikan sebuah buku dan bertanya "apakah kau masih ingat dengan buku ini?" Nam menjawab "Ya, saya masih mengingat buku ini". Lalu, host berkata "Baiklah, kalau begitu, kita panggilkan pemilik buku ini". Nam yang terkejut, langsung menoleh ke belakang. Saat itu juga, keluarlah Chon dengan membawa satu bucket bunga. "Aku ingin memberikan bunga ini untuk Nam" (Chon....aku juga mau satu bucket bunga #mupeng)


Dengan malu malu, Nam mengambil bucket bunga dari Chon.


Dengan canggung mereka duduk. Host berkata,"Baik, Chon, setelah 9 tahun tidak bertemu, apakah ada yang ingin kau sampaikan kepada Nam?" Chon berkata, "Aku ingin memberitahumu bahwa....  (sambil merogoh jaketnya dan mengeluarkan.......) kancing ini bukan milikku, tetapi mikil Ding,"


Host bertanya pada Nam, "Bagaimana dengan Nam? Apakah adayang ingin disampaikan pada Chon?"


Nam berkata, "Aku ingin bertanya, apakah P'Chon...... telah menikah?"


P'Chon berkata, "Umm........ aku telah"


 "Aku telah menunggu seseorang yang kembali dari US", Chon melanjutkan perkataannya. (Omaigat...... so sweet banjet dehh)


Nam sangat bahagia mendengar jawaban dari Chon

THE END

No comments:

Post a Comment