Thursday, September 22, 2011

Baek Seung Jo's Diary Special Episode 1

RING!!!
Dering alarm yang berisik untuk membangunkanku.
Ha Ni, tidak peduli seberapa berisik alarm itu, dia tetap tidak terbangun.
Aku tidak mengerti mengapa dia memasang alarm itu
jika dia sendiri bahkan tidak terbangun.
Aku hampir tidak ada waktu tidur karena sibuk mempersiapkan ujian.
Aku ingin tertidur sedikit lebih lama pada hari ini tapi….
Huh Oh Ha Ni benar-benar menjengkelkan.
Istri?Suami?
Walaupun kami sudah menikah satu tahun tapi
Oh Ha Ni sepertinya masih menikmati perannya sebagai pengantin baru.
Dia benar-benar merasakan sebagai pengantin baru.
Seujujurnya,
Sejak kita menikah, kita tidak mengalami hidup seperti pasangan pengantin baru yang menjalani kehidupan mereka sendiri
seperti hanya ada mereka berdua.
Jadi sangat sulit untuk merasakan seperti
pengantin baru karena ada Eun Jo di rumah ini.
Jadi aku tidak bisa menunjukan cintaku ini padamu secara lebih terbuka.
Ini adalah pertama kalinya hanya ada kita berdua di rumah.
Ya Pagi ini aku benar-benar membuat sebuah kenangan indah seperti permata.

Pagi ini kau sudah panik seperti akan mempersiapkan sebuah pesta besar.
Sosis, roti bakar, semuanya gosong!
Dan kacang pun belum matang sempurna.
Benar-benar Oh Ha Ni.
Tapi setidaknya rasa kopi buatannya enak.
Kopi yang terbaik adalah kopi yang kau minum
bersama dengan seseorang yang kau cintai.
Pagi ini aku menjadi orang yang paling berbahagia
dan paling beruntung di dunia ini.

Kau tidak tidur dngan nyenyak semalam,
karena kau merencanakan Bagaimana cara menghabiskan waktu ini bersamaku.
Ya Sarapan ala inggris, kopi, kau bangun pagi untuk berbelanja, mencuci selimut bersama, memilihkan pakaian untukku
dan pergi menonton film komedi romantis bersamaku.
Seperti orang bodoh kau bergumam merencanakan semua itu.
Demi aku, kau memberikan seluruh yang kau miliki.
Tidak pedulipun siapa, tidak akan ada orang yang
dapat dibadingkan dengan cintamu padaku.
Oh Ha Ni yang seperti ini benar-benar menggemaskan
dan membuatku semakin mencintainya.
Apa yang kau rasakan padaku,
seperti aku tidak dapat membayarnya
ataupun memberikan sesuatu sebagai balaannya.
Jadi hari ini aku rela memberikan diriku padamu sebagai hadiah.
Ya aku akan menjadikan hatiku ini
sebagai hadiah atas semua rencanamu hari ini.

Ah bukankah kau ingin menonton film?
Bukankah kau ingin memilihkan pakaianku?
Oh Ha Ni, seperti yang aku duga….
Kau memilihkan pakian pasangan yang sama
mulai dari ujung kepala hingga ujung kaki.
Semua orang menatap kita seolah-olah mereka sedang tertawa.
Ini benar-benar menjengkelkan.
Tapi sepanjang hari ini aku akan menjadi hadiah untukmu.
Jadi lakukanlah apapun yang kau inginkan.
Demi kau, aku membungkuk untuk
mengikat tali sepatumu tanpa rasa canggung.
Ya sama seperti tali sepatu, hati kita pun terikat bersama.
Untuk cinta dan saling peduli, dan untuk saling melengkapi,
mari kita hidup seperti ini bersama-sama.
Bahkan jika kaki kita ini kotor, biarkan hal itu.

“Suami?”
Aroma manis dari bunga-bunga liar itu
sepertinya bertebaran saat kau berlari ke lenganku.
Baiklah aku versedia menjadi orang-orang di perkampungan untuk membawakan bunga-bunga itu padamu.
“Apa istriku?”
Kau sepertinya sangat senang dengan jawabanku yang tidak terduga ini hingga kau melompat untuk menciumku lalu berlari.
Tawa renyahmu yang malu-malu itu terdengar seperti bunga yang merekah.
Ya seluruh dunia ini menjadi cerah.
Pagi ini…
Bahkan pagi ini wajahmu dan wajahku bersinar cerah seperti kembang api.

No comments:

Post a Comment