Tuesday, February 05, 2013

Sinopsis Heartstrings Episode 14


Pentas musikal kampus dilaksanakan, yang paling mengejutkan adalah pemeran utama wanitanya. Semua orang menyangka kalau Gyu Won-lah yang bakal berdiri di panggung dan memerankan pemeran utama wanita, tapi ternyata.. Hee Joo menggantikan tempat Gyu Won.
Bukan hanya terkejut dengan pergantian pemeran utama wanita, tapi mereka juga dikejutkan dengan penampilan memukau dari para anggota di pentas musikal itu.
 
Kakek mulai protes, ia datang untuk melihat cucunya, tapi ternyata cucu kesayangan kakek engga menjadi pemeran utamanya. "Apa yang terjadi di sini? Bukankah Lee Gyu Won aktris utamanya? Mengapa orang lain yang tampil di panggung itu, mana Gyu Won?"
Ayah Gyu Won memberi pengertian, "Ayah, kita harus terus menontonnya."
Su Myeong juga berpendapat, "Sampai akhirnya, Han Hee Joo masih tetap mendapatkan apa yang ia inginkan. Apa dia pikir dia bisa tampil di panggung dengan baik? Dia bahkan tidak bisa menyanyi. "

Flashback, kenapa tempat Gyu Won di atas panggung digantikan begitu saja dengan Hee Joo.

Beberapa jam sebelum pentas dimulai, Gyu Won membuat keputusan untuk membiarkan Hee Joo yang menjadi pemeran utamanya. Bukan hanya karena skil Hee Joo yang lebih terasah ketimbang Gyu Won, tapi juga karena Hee Joo adalah orang yang tepat untuk mensukseskan pentas musikal itu.
"Apa Kau gila? Kau harus segera tampil dipanggung sekarang. Kenapa  kau malah datang kesini?" Hee Joo kesal melihat kehadiran Gyu Won.
"Aku belum mengucapkan terima kasih padamu sebelumnya." jawab Gyu Won seraya tersenyum, ia memeluk Hee Joo.
"Cepat pergi. Bukankah kau harus menghadiri pentas itu?" suruh Hee joo.

Gyu Won mengulurkan tangannya, "Mari kita bersama-sama."
"Aku benar-benar tidak ingin pergi." jawab Hee joo.
"Tidak, Kau harus ikut denganku. Aku sudah bilang tidak. Pokoknya, datang saja denganku." bujuk Gyu Won.   
Saat di scene ke-4, sebuah lagu dinyanyikan..
Gyu Won dan Gi Young menyanyikan lagu itu.
"Ayah, bukankah ini suara Gyu Won?" ucap ayah Gyu Won pada kakek.
"Apa? Sepertinya Eonni yang bernyanyi. " gumam adik Lee Shin. 
Orang yang paling bahagia melihat Hee Joo berada di atas panggung adalah Ibu Hee Joo, ia bahkan engga menyadari kalau Hee Joo lip sync
Gyu Won dan Hee joo sama-sama menangis..
Pentas musikal berjalan dengan baik..
Setelah pentas musikal selesai, Lee Shin menghampiri Gyu Won. 
Lee Shin melihat Gyu Won menangis, ia tersenyum tulus. "Bukankah aku mengatakan untuk tidak menangis ketika aku tidak ada di sampingmu? Kau sudah bekerja keras, Lee Gyu Won. Meskipun Kau tidak berdiri di atas panggung, Kau. . . adalah aktris utama terbaik bagiku." ucapnya seraya memeluk Gyu Won. Gyu Won menangis di pundak Lee Shin.
Perayaan untuk merayakan kesuksesan pentas musikal di laksanakan di kafe milik teman Seok Hyeon.
"Selamat! Selamat!" ucap mereka satu sama lain.
Sa Rang dan teman-temannya mulai merayu Gi Young, "Oppa, ketika Kau merobek pakaianmu, aku begitu takut. Aku benar-benar sangat berterima kasih kepadamu. Mulai sekarang, Kau tidak harus dipanggil sebagai Hyeon Gi Yeong, tetapi kita akan memanggilmu dengan, Ripping Yeong."
"Ripping Yeong, Ripping Yeong."
"Ripping Yeong, Ripping Yeong."
Gi Young hanya tersenyum mendengarnya.

Su Myeong mengomel karena tidak diperhatikan, "Hei hei hei, jangan seperti ini. Kau seharusnya berkonsentrasi pada pentas musikal. Mengapa Kalian malah fokus pada abs nya? Mmengapa kau begitu marah?  Hei, aku juga memiliki abs bukan lemak perut."
Kim Seok Hyeon menghampiri Gyu Won dan Hee Joo. 
Seok Hyeon datang menghampiri mereka lalu mengacak-acak rambut keduanya. "Ah, ya. Lihatlah kalian berdua.  Semua orang sangat ketakutan. Bagaimana bisa kau merasa takut? Meskipun itu seperti itu.. ." - 
Yoon Soo memanggil Seok Hyeon, "Direktur. - Direktur. Kim Seok Hyun. Kesinilah sebentar."
"Pokoknya, pentas musikal hari ini berlangsung sangat baik." ucap Seok Hyeon pada Gyu Won dan Hee Joo sebelum ia pergi menemui Yoon Soo.
Setelah pentas musikal berakhir dengan sukses, hubungan Gyu Won dan Hee Joo betambah dekat satu sama lain.
"Ah, kenapa ia masih saja suka mengacak-acak rambutku." Gyu Won merapikan rambut Hee Joo yang berantakan, " Ini sedikit berantakan."
Hee Joo tersenyum, ia juga melakukan hal yang sama, merapikan rambut Gyu Won. "Kau juga."
"Terima kasih. Jika bukan karena kau, aku akan sedih dan tertekan. Aku mungkin masih berada di rumah sekarang." ungkap Hee Joo.
Gyu Won merespon, "Jika bukan karena kau, aku tidak akan mengerti bagaimana menariknya berada di panggung."
Dan Joon Hee datang, ia duduk tepat di samping Hee Joo. "Hee Joo eonni. Aku di sini."
Hee Joo tersenyum melihat kedatangan Joon Hee. "Menjengkelkan. Aku akan pergi dulu."
Lee Shin datang, ia mengacak-acak rambut Gyu Won. Gyu Won kira Lee Shin itu adalah direktur Seok Hyeon. "Direktur..." tapi, kata-katanya terputus saat melihat ke belakang dan ternyata orang yang mengacak-acak rambutnya itu adalah Lee Shin.
"Oh. Apa yang terjadi? Apakah direktur mengatakan sesuatu tentang apa yang terjadi hari ini?" tanya Lee Shin.
"Tidak." jawab Gyu Won seraya tersenyum. 
Ibu Hee Joo datang ke kafe dengan membawa beberapa wartawan untuk meliput Hee joo.
"Oh. Hee Joo, Han Hee Joo. Hee Joo! Hei, ketika Kau tiba-tiba muncul, apakah Kau tahu bagaimana terkejutnya aku? Putriku! Kau melakukannya dengan sangat baik." Ibu Hee Joo memeluk Hee Joo erat.
"Aku tahu kalian akan merayakannya di sini, jadi aku mengundang mereka." kata Im Tae Joon.

"Kami telah mendengar kalau Kau memiliki masalah pada pita suaramu, bagaimana Kau bisa menghasilkan suara yang jernih dank au bernyanyi sangat baik saat di atas panggung?" tanya para wartawan.
"Kapan kau akan menjalani operasi?"
"Dapatkah kau menceritakan bagaimana perasaanmu saat berada di atas panggung?"
"Apa rencanamu kedepan nanti?"
"Ibu, kenapa kau melakukan hal ini." keluh Hee Joo pada ibunya.
"Cepat jawab saja pertanyaan dari para wartawan itu." suruh Ibu. 
Hee Joo tersenyum pasti, ia lalu menunjuk ke arah Gyu Won. "Orang yang menyanyi saat di pentas itu bukan aku. Itu lip sync. Orang yang menyanyi di belakang panggung itu. . . adalah dia, Lee Gyu Won."

Ibu Hee Joo benar-benar terkejut mendengar pernyataan Hee Joo.
"Katakan saja!" pinta Hee joo pada GYu WOn. 
Gyu Won meng-iyakan kalau yang sebenarnya bernyanyi di atas panggung tadi adalah dirinya. "Ya."
Para wartawan langsung menghampiri Gyu Won, dengan tersenyum senang Hee joo pergi untuk menenangkan ibunya.
Gyu Won dan Lee Shin saling tersenyum saat semua wartawan mulai memotret ke arah mereka.

Hee Joo dimarahi oleh ibunya.

Hee Joo : Lalu kenapa kau membawa wartawan ke sini? 
Ibu H. J : Para wartawan ini datang untuk mewawancarai pemeran utamanya.   Bagaimana aku bisa berpura-pura tidak tahu? Aku meminta para wartawan itu agar berita mereka tidak di rilis. 
Hee Joo : Gyu Won memang pantas mendapat penghargaan, ibu. Dia layak untuk itu. 
Ibu H. J : Kau masih dapat mengatakan hal itu sekarang? 
Hee Joo : Apakah kau tidak tahu tenggorokanku sakit? Kau masih membuatku banyak bicara. Biarkan aku beristirahat dengan tenang? 
Ibu H. J : Baik. Kalau begitu kau melakukan semuanya sendiri. Aku tidak akan khawatir lagi karenamu. 
Ternyata Hee Joo memiliki adik perempuan. Ibunya juga mendisiplinkan adik Hee joo untuk menjadi artis besar. Ibu Hee Joo menyuruh adik Hee Joo untuk berlatih keras dan menurunkan berat badan.

"Mulai besok kau harus berlatih lebih giat lagi? Pertama-tama Kau harus menurunkan berat badanmu ini, mengerti?" seru ibu Hee Joo pada adik Hee Joo.
 Hee Joo tersenyum, ia bergumam tentang nasib adiknya, "Han Myeong Joo, mulai sekarang Kau akan mulai menderita."
Lee Shin dan Gyu Won pulang bersama.

Gyu Won : Hee Joo, dia mungkin akan dimarahi oleh ibunya, kan? Ekspresi ibunya Itu sangat menakutkan. 
Lee Shin : Seharusnya, Kau mengkhawatirkan dirimu sendiri. Bahkan Kakek juga datang, tetapi Kau tidak muncul. Dia pasti sangat kecewa. Kau belum menerima telepon dari kakekmu kan? Itu berarti semuanya sepertinya akan berjalan dengan baik-baik saja.

Lee Shin melepas gantungan handphone beruang miliknya. Ia menyerahkan boneka itu pada Gyu Won.
"Oh. . . Untukmu." ucap Lee Shin.
Gyu Won kesal, "Aku tahu, pada akhirnya semua akan menjadi seperti ini ." gerutu Gyu Won.
Lee Shin tersenyum, ia mengambil gantungan handphone beruang milik Gyu Won. "Bukan seperti, itu. Aku hanya ingin yang ini. Menukarkan gantungan beruang kita." 
"Sebenarnya, aku berpikir untuk bertukar boneka ini juga." jawab Gyu Won seraya tertawa.
Gyu Won sampai di rumah.

"Aku pulang!" Gyu Won duduk di dekat ayahnya.
"Oh, kau sudah kembali. Kau melakukannya dengan baik." jawab ayah.
Dengan ragu, Gyu Won bertanya pada kakek, "Kakek, apakah acaranya bagus?"
Kakek membentak Gyu Won, "Kau bahkan tidak menunjukkan wajahmu. Mengapa Kau meminta aku untuk datang? Musikal atau apa pun itu, semuanya sudah berakhir, jangan bermain gayageum dengan setengah hati lagi. Siapkan dirimu untuk kompetisi Musik Tradisional. Kau harus menang dan mendapatkan award, mengerti! Tahun lalu kau bahkan tidak menang."

Gyu Won menjawab, "Banyak sunbae dan eonni dari jurusanku yang juga ikut berpartisipasi. Ada begitu banyak orang berbakat. Aku tidak yakin kalau aku akan menang."
"Hari ini, kau harus terus berlatih." suruh kakek.
Ayah mencoba membela Gyu Won, "Pentas musikal baru saja berakhir, Gyu Won. . ."
Tapi kakek malah membentak ayah Gyu Won, "Jangan ikut campur. " 
"Masuk dan latihan." suruh kakek pada GYu Won.
Hee Joo berada di rumah sakit, ia siap untuk menjalankan operasi tenggorokannya. Joon hee dengan senang hati menunggui Hee joo.
"Saat operasi dan sesudahnya, semuanya tidak akan terasa sakit kan?" tanya Hee Joo.
Ibu Hee Joo menjawab, "Aigoo. . . " belum sempat ibu Hee Joo menjawab, Joon Hee menyela kata-kata ibu Hee joo.
"Tentu saja! Eonni, semangat." jawab Joon Hee.

"Tapi aku masih takut."keluh Hee Joo.
" Jangan..." lagi-lagi, hehe.. kata-kata ibunya Hee Joo diambil alih oleh Joon Hee.
"Jangan khawatir. Aku akan menunggu sampai Eonni sembuh." seru Joon Hee.

"Suaraku akan kembali, kan?" tanya Hee joo penuh kecemasan.
Dan yak, seperti sebelum, Joon hee berhasil mengambil alih kata-katanya ibu Hee Joo.
"Dokter. . . " 
"Dokter mengatakan. . . " "
Sekarang giliran ibu Hee Joo yang menyela kata-kata Joon Hee, "Hei, biarkan aku yang menjelaskan. Kau selalu saja menyela kata-kataku." ucap ibu Hee Joo pada Joon Hee.

" Tidak apa-apa, Dokter Oh berkata Kau tidak perlu khawatir. Jangan khawatir. Sekarang aku pikir, akulah yang menyebabkan Kau berada dalam keadaan ini." ibu Hee Joo menyadari kesalahannya.
Hee Joo menjawab, "Tidak, aku yang sudah mengecewakanmu, ibu. Aku sangat menyesal, maafkan aku." 

Joon Hee tersenyum manis, ia berkata "Mari kita memikirkan hal-hal yang membuat orang bahagia. Biru, putih, bersih, wangi. Segar, indah. Jika Kau berada dalam suasana hati yang baik, katakan saja seperti itu. Keren, manis, tenang. Jangan khawatir. "
Ketua menemui Seok Hyeon untuk mengungkapkan rasa terimakasihnya karena pentas musikal berjalan dengan sukses.


Ketua : Kau tau, pentas kemarin sangat membuatku ketakutan? Ketika Han Hee Joo keluar, kau tahu betapa terkejutnya aku?
Seok Hyeon : Tidak peduli seberapa terkejutnya dirimu, bukankah semuanya sudah berakhir dengan sukses? 

Ketua : Dari apa yang aku lihat kemarin, Kim Seok Hyeon, Kau benar-benar memiliki kualitas yang tidak buruk. Apakah Kau pernah berpikir untuk tinggal  dan mengajar di sekolah ini?
Seok Hyeon : Terima kasih banyak tapi aku sudah mengambil keputusan.  Aku tidak cocok untuk bergabung dalam organisasi seperti ini. Mungkin aku akan melangkah lebih jauh lagi dengan Yoon Soo.
Mereka bakal nikah.. ke~~ ke~~
Profesor Im Tae Joon senang bukan kepalang saat mengetahui kalau Kim Seok Hyeon tidak akan lagi berada di kampusnya.


"Karena pentas musical itu, aku mendengar kalau kau dan istri ketua mulai tidak akur.. " tanya profesor yang lain.
"Apa? Siapa yang bilang begitu? Han Hee Joo menjadi aktris utama dan ia berdiri di atas panggung. Hasilnya juga baik. Kenapa istri ketua harus benci padaku." jawab Im Tae Joon membela diri.
"Aku tidak tahu kalau Kau tahu. Kim Seok Hyeon berencana untuk pergi dari sekolah ini."
Mendengar hal itu, Tae Joon tersenyum senang, engga ada lagi saingan buatnya.. 
Seok Hyeon mendapat telepon dari seseorang yang dulu pernah menawarkannya kesempatan untuk berkarya di luar negeri.
"Halo."
"Halo?" ucap Seok Hyeon.
" Halo. Aku Kim Yoo Jin, yang menawarimu tawaran untuk melakukan pertunjukkan di luar negeri beberapa waktu yang lalu.  Apakah Kau punya waktu sekarang?"
"Sekarang?" tanya Seok Hyeon.

Seok Hyeon akhirnya bertemu dengan Kim Yoo Jin.

Kim Yoon Jin :  Pentas musikal itu benar-benar hebat.
Seok Hyeon :  Aigoo, aku tidak tahu kau datang. 
Kim Yoon Jin : Itu pasti Kau! Bagaimana dengan tawaranku itu, pentas musical sudah selesai dan kau bisa kembali mengembangkan karirmu di luar negeri? 
Seok Hyeon : Ya, aku akan mempertimbangkannya. 

Kim Yoon Jin :Aku ingin menawarkan tawaran yang lain. 
Seok Hyeon : Ya? Apa itu? 
Kim Yoon Jin : Para siswa yang menjadi pengiring music itu, bagaimana kalau mereka terlibat dalam satu pembuatan album, album perpaduan antara music modern dan music tradisional? 
Seok Hyeon : Ah, Windflower dan Stupid band? 

Kim Yoon Jin : Ya, menggunakan beberapa lagu yang terbaik di dalam music itu. . . ? Dan pihak produser juga ingin Lee Gyu Won terlibat dalam hal ini. 
Seok Hyeon : Kedengarannya itu ide bagus!  
Kim Yoon Jin : Bisakah kita pergi dan menemui mereka sekarang?
Gyu Won tengah melatih kemampuan gayageumnya untuk kontes musik traditional yang akan diadakan beberapa hari lagi.

Bo Woon datang untuk memberi semangat pada Gyu Won.
Bo Woon : Apakah Kau berlatih untuk kompetisi musik tradisional? 
Gyu Won : Ya, bagaimana denganmu? 
Bo Woon : Aku hanya ingin melihat nilai. Saat ini sedang liburan dan Kau tidak dapat menikmati liburan ini. Pasti sangat sulit bagimu. Maaf aku tidak bisa menemanimu. Aku pergi dulu. 
Gyu Won : Mmm. . . 

Saat Bo Woon hendak keluar dari ruangan, tanpa sengaja ia bertemu dengan Lee Shin.
"Hei, aku tidak meninggalkan kalian berdua karena Kau. Aku pergi  karena inisiatifku sendiri." ucap Bo Woon pada Lee Shin.
Lee Shin pink. pink.. pink...
^^ Mereka berdua kalau pake baju kompakan deh..
"Aku baru saja merapikan peralatan." kata lee Shin. "Apa yang terjadi?"
Gyu Won menjawab, "Tidak apa-apa. Sekarang pentas musikal sudah berakhir, rasanya seperti ada sesuatu yang hilang. Seperti ada hal yang kosong." jawab Gyu Won.

"Aku tahu bagaimana perasaanmu. Saat aku terbangun pagi ini dan aku mulai berpikir. . . apa yang harus aku lakukan hari ini?  Tidak ada gunanya duduk di sini seperti itu. Bagaimana kalau kita pergi jalan-jalan?" ajak Lee Shin.
"Baiklah!" 
Ice cream... Lovin' ice cream..
"Ah, ini sangat menyegarkan! Hatiku merasa seperti tiba-tiba meledak." Gyu Won menikmati ice creamnya.
"Kau benar-benar menyukai es krim. . ." kata Lee Shin.
"Tentu saja, Karena itu sangat lezat!" jawab Gyu Won.

Karena gemas melihat Gyu Won, Lee Shin menempelkan cream ke hidung Gyu Won.
"Hei.!" protes Gyu Won.

Saat Gyu Won hendak membalas Lee Shin, Gyu Won malah membuat kemeja Lee Shin kotor, karena tanpa sengaja ia menempelkan cream ke kemeja Lee Shin.
"Oh tidak, aku minta maaf! Itu tidak sengaja!" ujar Gyu Won.
Lee Shin tersenyum, "Tidak apa-apa, sebagai gantinya belikan aku kemeja yang baru."
"Baiklah, aku akan membelikanmu yang baru."
"Tapi ingat, jangan membeli couple t-shirt lagi. Aku tahu."
Lee Shin berkata Gyu Won, "Jangan lama-lama memilih kemejanya, kau tidak tau, kalau aku pantas memakai apa saja."
"Ok, aku tahu."

Tiba-tiba keduanya menerima telepon di waktu yang bersamaan.
"Bo Woon mengatakan kalau Direktur ingin kita berkumpul di kampus." ucap Gyu Won pada Lee Shin.
"Aku baru saja menerima telepon serupa." jawab Lee Shin. 
Engga berapa lama kemudian, Wind Flower dan Stupid band berkumpul di ruang latihan. Sembari menunggu direktur Kim Seok Hyeon datang, mereka saling mengobrol.
"Apakah Hee Joo sudah lebih baik sekarang?" tanya Gyu Won.
"Ya, dia semakin hari kesehatannya bertambah baik, tentu saja karena aku selalu berada di sisinya."  "Haruskah kita mengunjunginya setelah ini?" tanya Lee Shin.
Joon Hee langsung berkata, "Tidak, kalian tidak boleh kesana! Hee Joo Eonni mengatakan kalau dia tidak ingin kalian semua melihatnya dalam keadaan sakit seperti itu."
Engga berapa lama kemudian, Direktur Kim Seok Hyeon dan Kim Yoo Jin datang.
"Pentas musikal baru saja berakhir. . . dan aku menelepon kalian semua untuk datang berkumpul ke sini, aku tau kalian memiliki sedikit kesempatan untuk beristirahat.  Aku benar-benar menyesal tentang itu." ungkap Kim Seok Hyeon.
"Tapi kenapa kau memanggil kami semua untuk berkumpul di sini?" tanya Bo Woon.
"Oh ada seseorang yang ingin bertemu dengan Kalian semua. Silakan." Seok Hyeon mempersilakan KIm Yoo Jin untuk menjelaskan tawarannya.
Kim Yoo Jin menjelaskan, "Ya. Pentas musikal yang kalian tampilkan benar-benar sangat menarik.  Apakah Kalian semua ingin melakukan kerja sama dengan kami? Perusahaan kami ingin sebuah album yang menampilkan perpaduan antara musik tradisional dan modern.  Lee Gyu juga harus berpatisipasi."
Mendengar berita itu, semuanya bersorak.. kecuali Gyu Won, ia memikirkan tentang kakeknya. Ia engga bisa lagi menentang kakeknya kali ini.. Kakek pasti akan marah besar kalau tau Gyu Won kembali berpartisipasi dalam dunia musik modern dan meninggalkan musik tradisional.
Di samping itu,Seok Hyeon tengah mempersiapkan diri untuk membuat lamaran pada Yoon Soo.
"Pentas musikal baru saja berakhir dan sepertinya kita berlibur." ajak Seok Hyeon.
"Aku hanya ingin bersantai di rumah. Mengapa?" tanya Yoon Soo.
"Aku ingin kita berjalan-jalan dan bersantai." jawab Seok HYeon.
"Ah, bagaimana kalau kau membelikan beberapa makanan, biar aku yang memasaknya. " Yoon Soo mengundang Seok HYeon untuk datang ke rumahnya.

Agar lamarannya pada Yoon Soo berjalan lancar, Seok Hyeon meminta bantuan Gi Young dan Su Myeon untuk mempersiapkan semua hal yang dibutuhkan Seok Hyeon.
"Hari ini adalah hari yang sangat istimewa dan penting bagiku. Kalian semua harus membantuku.  Lakukan persiapan dengan baik. " ucap Seok Hyeon, seraya memberikan kartu creditnya pada Su Myeong.
Seok Hyeon pergi ke sebuah toko perhiasan... Memilih.. memilih..
Memilih cincin tercantik untuk Yoon Soo.
Stupid Band dan Wind flower mulai mempersiapkan dan mengevaluasi lagu mereka. agar lebih baik dari sebelumnya.
Insting kakek mulai bekerja, ia tahu kalau ada yang engga beres. Kakek langsung menelpon Gyu Won.
Gyu Won menerima telepon dari kakek saat ia tengah berlatih bersama Stupid band dan Wind Flower.
Mendengar kalau Gyu Won mendapat telepon dari kakek, semua teman-temannya langsung menghentikan musiknya masing-masing. Suasana hening..
"Kakek, Tentu saja, aku berlatih sangat keras di kampus." Gyu Won berbohong.
Tapi, tiba-tiba Joon Hee tanpa sengaja memainkan drumnya. Kakek langsung berseru, "Suara apa itu?"
Gyu Won mencari alasan, "Ah, itu benda yang terjatuh saat kami sedang berlatih. Kakek, aku sedang berlatih keras, Kau tidak perlu khawatir. Baik."

Bo Won mengungkapkan kecemasannya pada Gyu Won, "Jika Kakek tahu tentang ini, dia pasti akan membuat keributan besar kan?"
"Tentu saja." jawab yang lain.
Joon Hee merasa bersalah, "Aku menyesal, semuanya karena aku, maafkan aku.."
Dan mereka meneruskan latihan mereka..
Acara lamaran Seok Hyeon pada Yoon Soo sepertinya gagal, karena orang-orang utusannya (Gi Young-Su Myeong) belum juga datang untuk membawakan bunga, anggur dan kue tar..
"Apa yang terjadi? Bukankah Kau mengatakan kalau semuanya akan siap? Bagaimana Kau bisa datang dengan tangan kosong?" tanya Yoon Soo.
"Ah. . . Oh, aku meminta seseorang untuk makanan yang kau butuhkan. Sepertinya mereka belum datang." jawab Seok Hyeon. "Mengapa kau tidak menunggu di dalam?"
Yoon Soo menjawab, "Aku ingin menikmati udara di sini."
Seok Hyeon menelpon Su Myeong, 
"Ya, Direktur."
"Hei. Bukankah aku meminta Kalian untuk datang lebih awal?" Seok Hyeon meninggikan suaranya.
"Tentang itu. . . Mobil jelek ini mogok. Aku tahu kalau mobil yang buruk akan berakhir dengan menimbulkan masalah." jawab Su Myeong.
"Butuh waktu tiga puluh menit untuk berkendara dari Seoul ke sini.  Ya sudah, lupakan saja! Lakukan saja sesuai kemauanmu.." jawab Kim Seok Hyeon.

Kim Seok Hyeon menutup teleponnya.
"Direktur. Direktur!"
"Mengapa? Apa yang direktur katakan?" tanya Gi Young.
"Dia mengatakan kepada kita untuk melakukan semau kita. Hei, ambil kue dan anggurnya." suruh Su Myeong pada Gi Young.
Latihan terus berjalan sampai melewati waktu makan malam, Joon Hee mengeluh, "Ah! Aku kelaparan! Ini sudah waktunya makan malam."
Tapi Lee Shin masih tetap bersemangat untuk berlatih, "Bagaimana kalau kita berlatih satu kali lagi, bagaimana?"
"Kita berlatih satu kali lagi." jawab Gyu Won.
Mereka sama sekali engga tahu kalau bencana besar bakal datang.  Bencana apa? Kakek datang untuk ke ruang latihan untuk menemui Gyu Won. 
Melihat Gyu Won tengah berlatih berlatih Stupid band dan Wind Flower, kakek langsung marah besar, "Lee Gyu Won.  Apa yang sedang kau lakukan"
Semuanya amat sangat terkejut melihat kedatangan kakek yang begitu tiba-tiba..
Tanpa ragu, kakek menarik tangan Gyu Won keluar dari ruang latihan.
"Cepat!"
"Kakek, lepaskan tanganku!." pinta Gyu Won.
Lee Shin segera berlari mencegah kakek, "Kakek. Maafkan aku, aku akan menjelaskan semuanya."
"Jangan menghalangi. Pergi! Pergi! Kakek." bentak kakek.


Di tempat lain, Seok Hyeon mulai salah tingkah.
Bagaimana caranya agar ia bisa menyerahkan cincin pertunangan itu pada Yoon Soo.

"Sepertinya makanan akan datang terlambat." Seok Hyeon memberi alasan.
"Oh, begitu? Lalu apa yang akan Kau lakukan? Hanya ada mie gelas di rumah, bagaimana kalau kita makan mie gelas?" tanya Yoon Soo.
Seok Hyeon mengangguk. "Mmm. . ."
Yoon Soo masuk ke dalam rumah untuk mengambil mie gelas. "Baiklah, tunggu sebentarnya."

Setelah Yoon Soo masuk, Seok Hyeon berkata pada dirinya sendiri, "Aih, benar-benar. . . Apakah ini tidak penting? Yah, benar. Aku harus memberikan ini di saat-saat yang sangat penting." 
Yoon Soo kembali menghampiri Seok Hyeon dengan membawa dua cup mie gelas. Mengetahui Yoon Soo datang, Seok Hyeon langsung saja menyembunyikan kontak cincin itu dibelakang dirinya.
Yoon Soo berkata, "Aku lupa dimana aku menempatkan kimchi. Seok Hyun, bisakah Kau membawakan air panas ke sini?"
"Ya, aku akan membawanya." jawab Seok Hyeon.
Seok Hyeon sama sekali engga menyadari kalau ia meninggalkan cincin pertunangan itu di kursi.
Dan.. tralalalaa..
Yoon Soo menemukan cincin itu..
Ia tersenyum manis melihat kilauan cincin yang nantinya akan menjadi miliknya. Seok Hyeon baru teringat dengan cincinnya, ia berbalik dan mendapati Yoon Soo tengah membuka cincin itu.
Seok Hyeon kembali menghampiri Yoon Soo, dengan menutupi rasa gugupnya, Seok Hyeon berkata, "Ah, benar, Jeong Yoon Soo!"
"Apakah ini untukku?" tanya Yoon Soo.
"Ah! Bagaimana ini, semua sudah ketauan. Sebenarnya aku sudah menyuruh Gi Young dan Su Myeong untuk memberikan kejutan, tapi mereka malah terjebak karena mobil mogok.  Tiba-tiba, mobil mogok. Sekarang, Kau menemukan cincin itu." 
Yoon Soo tertawa mendengarnya, "Ok, aku tahu. Aku akan berpura-pura tidak tahu apa-apa. Mulai dari awal lagi, aku akan berpura-pura tidak tau kalau kau akan memberikan cincin ini padaku." Yoon Soo mengembalikan cincin itu. "Ulangi lagi, ayo berikan padaku di saat yang tepat." 
"Duduk seperti ini mengingatkanku saat kita masih mahasiswa dulu." Yoon Soo teringat dirinya dan Seok HYeon saat masih menjadi mahasiswa.
"Mmm. . ."
"Aku terpesona dengan yanyianmu saat itu." ungkap Yoon Soo.
"Aku akan bernyanyi untukmu, saat ini juga." jawab Seok Hyeon. Dan, Seok Hyeon bernyanyi..

 Sampai akhir di lirik terakhir, Seok Hyeon baru menyerahkan cincin itu pada Yoon Soo. Seok Hyeon berlutut di depan Yoon Soo dan berkata, "Maaf kan aku, aku tidak bisa melakukan yang terbaik. Apakah Kau mau menerima ini?"
Yoon Soo tersenyum dan mengangguk, "mm.."
Tebak apa yang terjadi selanjutnya..
Seok Hyeon - Yoon Soo kissing...
lalalaaaa... 
Stupid band dan Wind Flower berlatih tanpa adanya Gyu Won.
Bo Woon berakata, "Mmm. . . Kasihan Gyu Won! Aku rasa dia akan dimarahi habis-habisan oleh kakek."
Kemudian Lee Shin mendapat telepon dari pihak producer rekaman kalau mereka harus menentukan jadwal untuk rekaman. Dan malangnya, hari rekaman itu bertepatan dengan hari dimana Gyu Won harus mengikuti kompetesi musik tradisional. 

"Kau harus mempersiapkan diri dengan baik untuk kompetisi musik tradisional. Dari sekarang dan seterusnya kau harus tinggal di rumah dan berlatih. Tidak perlu pergi ke kampus lagi." suruh kakek.
Lee Shin mencoba menghubungi Gyu Won, tapi kakek yang mengangkat telepon itu, "Gyu Won harus berlatih. Harap jangan menelepon lagi!"
"Kakek." keluh Gyu Won.
Engga kehabisan akal, Lee Shin langsung menelpon ibunya dan meminta nomor telepon ayah Gyu Won.

Lee Shin menemui ayah Gyu Won, "Maafkan aku karena sudah menghubungimu secara tiba-tiba."
"Tidak apa-apa, duduklah." jawab Ayah Gyu Won, "Tapi, apa telah terjadi sesuatu?"

Lee Shin menjelaskan perkaranya, "Pertunjukkan kemarin, kami mendapat tawaran untuk debut di sebuah album dan perusahaan rekaman menginginkan Gyu Won yang menyanyikan single debut itu. Tapi. . . Kakek tidak mengizinkan Gyu Won untuk berpartisipasi. Bisakah kau membantu?"
Ayah Gyu Won mengerti dengan ramah ia menjawab, "Baiklah, aku tahu apa yang Kau maksud. Aku akan melakukan yang terbaik."
Kakek mendengarkan dengan saksama melody gayageum yang dimainkan oleh Gyu Won. "Ya. Ya. Sekarang suaranya terdengar tidak buruk."
Ayah datang, "Ayah!" panggil Gyu Won.
"Tetap Berkonsentrasi saat bermain gayageum." suruh kakek.
Ayah Gyu Won berkata pada Gyu Won agar menghentikan permainan gayageumnya karena ia akan berbicara dengan kakek, "Gyu Won, tunggu sebentar."


Sebisa mungkin, ayah memberikan penjelasan pada kakek agar kakek memahami posisi Gyu Won, "Ayah! Aku harus mendiskusikan sesuatu denganmu terkait dengan Gyu Won."
"Jika itu tentang music modern, jangan coba-coba mendiskusikannya denganku." tolak kakek. Lee Gyu Won mengatakan dia tidak akan berpartisipasi."

"Mengapa ayah harus memutuskan masa depan Gyu Won? Biarkan saja dia memutuskan sendiri."kata ayah. "Maksudmu, Gyu Won memutuskan semuanya sendiri dan membiarkan ia kabur dari rumah seperti dirimu." jawab kakek.
"Ayah!  Gyu Won berbeda denganku. Dia memiliki bakat."
"Masih berani mengatakan seperti itu, lebih baik kau pergi. Cepat!" usir kakek.
Ayah mengancam, "Aku akan membawa Gyu Won bersamaku."

"Cukup. Ayah, cukup." Gyu Won engga ingin mendengar kakek dan ayahnya terus bertengkar.
Ayah dan Gyu Won berbicara di kamar Gyu Won, "Tidak perlu mendengarkan kakekmu, lakukan saja sesuai keinginanmu." saran ayah pada Gyu Won.
"Biarkan aku memutuskan sendiri, Ini masa depanku. Aku akan memutuskan akan menjadi orang seperti apa nanti aku di masa depan. Aku lelah karena Kakek dan ayah selalu bertengkar." jawab Gyu Won.
Di kamarnya, Lee Shin terus memikirkan Gyu Won. "Lee Gyu Won.  Berjuang!" ucap Lee Shin pada gantungan handphone boneka beruang kesayangannya itu.
Pagi harinya, Gyu Won membuat keputusan. Ia akan terus berada di pihak kakek.
"Gyu Won! Cepat, mari kita berlatih." ucap Bo Woon saat melihat Gyu Won datang.
Gyu Won menjelaskan, "Itu. . . Aku menyesal, maafkan aku. Aku tidak dapat berpartisipasi."
Joon Hee langsung berkata, "Bagaimana kalau kita pergi dan membujuk kakek."
"Tidak ada yang bisa membujuk kakek untuk menarik kembali kata-katanya. Dan juga, aku takut kakek akan sakit karena ia terus marah-marah.  Aku benar-benar menyesal. Windflower dan Stupid band. Fighting!!" Gyu Won memberi semangat sebelum ia pergi. 
Lee Shin mengantar kepergian Gyu Won.

"Apakah Kau kecewa padaku?" tanya Gyu Won yang mengira kalau Lee Shin kecewa dengan keputusan yang diambil oleh dirinya.
"Mengapa?"
"Karena aku tidak bisa berpartisipasi dalam pembuatan single dalam album musik itu."
Lee Shin menjawab, "Tidak, aku akan mendukung apa pun yang telah kau putuskan."


"Apa kau baik-baik saja?" Tanya Lee Shin.
 Gyu Won mencoba tersenyum, "Mmm. . . Sekarang aku harus berlatih keras dalam memainkan gayageum. Sebentar lagi, kompetisi Musik tradisional akan dilaksanakan, apa kau akan datang untuk mendukungku?" Lee Shin menjawab, "Hari itu bertepatan dengan hari dimana kami harus rekaman."

"Tidak apa-apa. Lebih baik seperti itu, Jika Kau datang, aku akan gugup dan aku tidak akan bisa bermain dengan bagus. . Kakek dan ayah akan datang. Kau harus pergi untuk berlatih?" jawab Gyu Won.
"Aku akan mengantarkanmu."
"Tidak perlu. Mereka tidak bisa berlatih tanpamu." jawab Gyu Won.

Lee Shin terus saja memperhatikan kepergian Gyu Won, seperti merasakan kalau Gyu Won engga benar-benar menyukai keputusannya itu..
Stupid band dan Wind Flower berlatih tanpa Gyu Won..
T-shirtnya Lee Shin sama kayak T-shirtnya onew.
Di kamarnya Gyu Won juga tengah berlatih Gayageum.

Sa Rang cs- Gi Young- Su Myeong menjenguk Hee Joo.
"Apakah Kau selalu disini setiap hari?" tanya Su Myeong pada Joon Hee.
"Tidak, aku harus berlatih dengan stupid band, jadi ada waktu saat aku meninggalkan Hee Joo eonni."

Joon Hee merawat Hee joo dengan sepenuh hati, Hee Joo tidak diperbolehkan untuk berbicara, ia hanya menggunakan isyarat dan Joon Hee mengerti semua isyarat yang ditunjukkan oleh Hee joo.
"Kau perlu sesuatu?" tanya Joon Hee pada Hee joo.
Hee joo memberi isyarat untuk menarik roll kasurnya, Hee joo meminta Joon Hee untuk mengambilkanya minuman, Hee joo menyuruh Hee Joo untuk mengambilkan tissue. ke~~ ke~~ ke~~
Mereka yang melihat hal itu langsung terpaku..
"Apa kau pernah bekerja paruh waktu sebagai perawat? Kau tampaknya sangat professional dalam mengurus seseorang yang sakit." tanya Su Myeong.
Joon Hee teringat ibunya, "Ibuku di rumah sakit untuk sementara waktu beberapa waktu yang lalu."
"Apakah kesehatannya benar-benar buruk?" tanya Sa Rang.
"Dia baik-baik saja sekarang, jangan khawatir. Hee Joo eonni juga. Kau akan cepat sembuh jika aku yang merawatmu. Jika tidak, ibu Hee Joo tidak akan meninggalkan Hee Joo padaku."

Hee Joo memberi isyarat, Joon Hee menerjemahkan isyarat itu, "Ok, aku tahu. Hee Ju eonni lelah. Dia ingin tidur. Jika kalian sudah selesai menjenguk, maka silakan pergi. " pinta Joon Hee pada teman-temannya.
Sa Rang heboh, ia merenungi nasibnya dengan nasib Hee Joo.

Sa Rang berbicara pada dirinya sendiri, "Apakah Han Hee Joo menyelamatkan negara dalam kehidupannya di masa lalu nya? Dia benar-benar beruntung, ia dilahirkan di dalam sebuah keluarga yang kaya dan ia sangat cantik. Dan memiliki pacar yang bertanggung jawab! Aku pasti menjadi seorang pengkhianat dalam kehidupanku di masa laluku." keluh Sa Rang.
Kebetulan, Su Myeong dan Gi Yeong mendengar semua ucapan Sa Rang.

Su Myeong menenangkan Sa Rang, "Sa Rang, seonbae memberiku beberapa tiket untuk menonton pertunjukan, ingin pergi bersamaku?"
Mendengar hal itu Sa Rang bersorak kegirangan, "Benar. . . Apakah Kau. . . Pergi! Pergi, pergi, pergi!" sorak Sa Rang..

Tapi, rencana Sa Rang dan Su Myeong untuk pergi bersama akan gagal total, karena teman-teman Sa Rang memutuskan untuk ikut menonton juga.. ke~ ke~ ke~
Hari ini, Gyu Won akan mengikuti kompetisi gayageum.. Tapi, pikirannya malah memikirkan tentang Lee Shin dan pentas musikalnya.
"Apa yang Kau pikirkan? Berkonsentrasilah dengan keras pada permainan gayageummu. Kau akan pentas setelah ini." suruh kakek.
"Aku sedang mengingat nada-nadanya kakek." jawab Gyu Won.
"Apa, kau tidak bisa mengingatnya dengan baik?" tanya kakek.
Ayah bertanya pada Gyu Won, "Apakah Kau gugup?"
"Gugup? Bagaimana mungkin aku tidak gugup?" jawab Gyu Won.
Ayah menepuk-nepuk pundak Gyu Won. "Kau adalah pemain gayageum yang terbaik."

"Mau kemana?" tanya kakek saat melihat Gyu Won berdiri dari duduknya.
"Ke toilet, kakek."
"Bukankah, Aku selalu memintamu untuk untuk menyingkirkan kebiasaan burukmu itu, Kau selalu saja pergi ke kamar mandi sebelum pertunjukan. Kau tidak berniat untuk melarikan diri kan?" selidik kakek.
"Bagaimana aku bisa melarikan diri? Tasku semuanya ada di sini. Aku akan segera kembali." jawab Gyu Won.
Dan yaw! siapa kira kalau prediksi kakek itu akan benar..
Saat keluar dari gedung pertunjukkan dan menuju toilet, tanpa sengaja Gyu Won bertemu dengan Lee Shin.
"Shin." Gyu Won terkejut melihat kedatangan Lee Shin. "Mengapa kau di sini? Bukankah Kau harus pergi untuk rekaman?"
"Apakah Kau ingin pergi bersama denganku?" tanya Lee Shin. "Aku hanya ingin memberimu satu kesempatan yang terakhir. Setelah itu, aku akan berdiri di sisimu, tidak peduli apa yang Kau pilih."

Gyu Won yang memutuskan untuk pergi dengan Lee Shin untuk melakukan rekaman, segera menelpon ayahnya. "Ya? Apakah terjadi sesuatu?" tanya ayah.
"Ayah, aku Gyu Won. Hari ini kami akan melakukan rekaman single untuk sebuah album."
"Aku mengerti." jawab Ayah, ia menyerahkan teleponnya pada kakek. "Ayah, Gyu Won ingin berbicara denganmu."

"Bagaimana bisa seseorang menelpon saat di toilet? Jangan bilang kalau dia kehabisan tissue?" gumam kakek. ke~ ke~ ke~ kehabisan tissuedi kamar mandi? dan kakek harus ngambilin tissue yang baru buat Gyu Won. Kakek gokil.
"Kakek, aku benar-benar menyesal. Sepertinya aku tidak bisa ikut kompetisi ini." jawab Gyu Won.
Kakek kesal, "Kau, anak bodoh."
"Tidak peduli apa hukuman yang akan kau berikan, aku akan menerimanya. Kakek, Kau juga berharap untuk kebahagiaanku kan? " tanya Gyu Won.
Setelah berbicara dengan kakek dan ayahnya, Gyu Won dan Lee Shin akan segera menuju ke perusahaan rekaman untuk melakukan rekaman. (??? selalu ngulang banyak kata-kata)
Tapi, kutukan kakek datang.. wuiissh, saat tengah berjalan, tanpa sengaja kaki Gyu Won menginjak hanbok panjangnya dan ia terjatuh.. Malangnya, Lee Shin yang mengira Gyu Won akan terjatuh, langsung mengambil tindakan. Bertepatan dengan Gyu Won terjatuh, Lee Shin langsung memegang erat tangan Gyu Won dan melindungi Gyu Won agar badannya tidak membentur aspal. Alhasil, Lee Shin harus mengorbankan badannya sehingga terbentur aspal.
Lee Shin membantu Gyu Won berdiri.
Akibat jatuh itu, tangan kanan Lee Shin jadi sulit untuk digerakkan.. 

Gyu Won dan Lee Shin sampai di tempat rekaman.
Gyu Won seperti mengetahui kalau tangan Lee Shin terluka, tapi Lee Shin mencoba tersenyum. Lee Shin memberi isyarat kalau tangannya baik-baik saja..
Rekaman dilakukan..
Dengan sekuat tenaga Lee Shin menahan rasa sakit di tengannya. Lee Shin sulit untuk menggerakkan tangannya.
Pihak producer menyukai suara Gyu Won.
Setelah rekaman selesai, Lee Shin mengantarkan Gyu Won pulang.
"Apa yang harus kita lakukan? Tampaknya kakek sangat marah." kata Lee Shin.
"Jangan khawatir, aku akan menguatkan diriku. Tapi apakah tanganmu baik-baik saja? Kau terluka karena aku." Gyu Won khawatir.
Lagi-lagi Lee Shin cuma bilang, "Tidak apa-apa."

"Tapi mengapa tadi di awal kau salah memainkan nada?" tanya Gyu Won.
"Tidak, itu karena aku gugup. Lihat, ini terlihat baik-baik saja kan?" Lee Shin memperlihatkan tangannya.
"Tampkanya seperti membengkak."
"Aku katakan kalau aku akan baik-baik saja. Mari kita pergi! Aku akan mengantarmu." 
Saat Gyu Won kembali ke rumah, kakek langsung mengusirnya.
"Aku tidak ingin melihat Kau lagi, jadi pergilah!" seru kakek.
"Maafkan aku, Kakek. Aku akan kembali ketika marahmu sudah mereda." jawab Gyu Won.
"Cepat dan keluar sekarang."


"Bagaimana kalau kita pergi berlibur bersama?" tanya ayah.
"Lebih baik tidak. Ayah masih perlu membuat makanan untuk kakek. Ayah Kau hanya harus tinggal di rumah bersama kakek." jawab Gyu Won.
"Lalu kau mau ke mana?" tanya Ayah cemas.
"Aku punya banyak teman. Apakah Kau takut kalau aku tidak punya tempat untuk tinggal selama beberapa hari ini?"
"Benar, jika tidak, mengapa kita tidak melakukan ini?" Ayah menjelaskan idenya.

Ide ayah adalah membiarkan Gyu Won untuk tinggal di rumah Lee Shin.
Gyu Won dan ayah tiba di rumah Lee Shin, Ibu Lee Shin menyambut kedatangan mereka dengan ramah.
"Aku sangat menyesal, aku masih merasa kalau akan lebih baik jika Kau tinggal di dekat sini." kata ayah.
Ibu Lee Shin tersenyum lalu  menjawab, "Kau tidak perlu khawatir, tinggallah di sini."
"Terima kasih!" jawab Gyu Won.
"Kau harus menjagaku. Tapi mengapa oppa belum kembali? Bukankah kalian berdua pergi bersama-sama?" tanya adik Lee Shin.
"Dia belum kembali? Kami berpisah di luar rumah tadi." jawab Gyu Won.
Lee Shin menyempatkan diri untuk pergi ke apotek dan membeli obat untuk tangannya.
Ibu Lee Shin berkata pada Gyu Won, "Apa yang harus aku lakukan, ada panggilan mendadak untuk rapat, Jeong Hyeon juga pergi ke sekolah.Kau akan sendirian di rumah. Jujur saja, aku tidak pandai memasak. Sebenarnya aku berencana untuk memesan sesuatu yang lezat untukmu. Aku benar-benar menyesal."
"Jangan khawatir, aku akan membuat makanan untuk diriku sendiri." jawab Gyu Won.
"Aku pergi."
"Berhati-hatilah."
Ayah masih berusaha meyakinkan Kakek untuk menerima kembali Gyu Won agar kembali ke rumah, "Ayah, biarkanlah Gyu Won melakukan apa yang ia inginkan."
tapi kakek engga menjawab apa-apa.. 
Sesampainya Lee Shin di rumah, ia terkejut melihat Gyu Won ada di rumahnya. "Gyu Won. . . Mengapa kau di sini? Kau kan baru saja pulang." 
Gyu Won yang tengah membersihkan meja langsung menghampiri Lee Shin, "Aku sudah diusir, jadi aku di sini untuk tinggal sementara." 

"Mengapa tanganmu seperti itu?" Gyu Won melihat tangan Lee Shin. "Apa masih sakit?"
Lee Shin tersenyum berkata seolah ia engga lagi merasakan sakit, "Tidak apa-apa, jangan khawatir. Apakah Kau sudah makan malam?"
"Aku akan memeriksa kulkasnya, aku akan mencoba untuk membuat sesuatu yang lezat." jawab Gyu Won.
"Lupakan saja. Tamu hanya perlu duduk dan menunggu di sini." jawab Lee Shin. "Aku akan yang akan membuat makanan."
"Kau bisa memasak?"
Lee Shin berkata dengan penuh percaya diri, "Berapa kali aku harus mengatakan ini? Tidak ada sesuatu yang tidak bisa aku lakukan. ." 
Dan tattaraa...
Masakan Lee Shin siap disajikan..
Sepanci ramen. ^^

"Lihat." tunjuk Lee Shin pada ramen buatannya.
"Apa ini? Hanya ramen?" ejek Gyu Won.
"Apa maksudmu 'hanya ramen'? Setelah Kau makan ini, Kau akan menemukan rasa baru, kalau semua ramen yang pernah kau makan, rasanya sangat berbeda dengan ramen buatanku ini." jawab Lee Shin.
Gyu Won melihat telur di dalam ramen, ia protes, "Apa? Kau memasukkan telur kedalamnya?"
"Oh, Kau tidak suka telur?" tanya Lee Shin.

Hei, hei.. Mereka ini mau makan atau mau debat ??

"Ramen akan lezat jika Kau memasukkan bawang." jawab Gyu Won.
Lee Shin menyangkal,  "Aku tidak suka menempatkan bawang di ramen."
"Kau benar-benar tidak tahu bagaimana cara memakan ramen. Memasukkan bawang adalah cara yang benar."
"Yang benar itu mencampurkan telur dengan ramen. Makanlah  cepat."
"Kau harus makan semua ini." Gyu Won menyisihkan telur ke piring Lee Shin.
"Kau makan, juga."
"Aku benci telur."
"Ini pasti lezat."
"Ini tidak akan enak kalau lembek. Cepat, makan."
Lee Shin menunjukkan kamarnya pada Gyu Won..
"Wow, benar-benar bagus!" puji Gyu Won saat melihat kamar Lee Shin.
"Bagaimana menurutmu?" tanya Lee Shin.
"Apa?"
"Aku ingin menunjukkan sesuatu Kau." Lee Shin menuju lemarinya dan mengambil cover album milik ayahnya.


"Ayahku. . ." Lee Shin menyerahkan album itu pada Gyu Won.
"Kalian benar-benar mirip!" jawab Gyu Won, menyamakan wajah Lee Shin dengan wajah ayahnya.

"Ingin mendengarnya?" tanya Lee Shin.
"Ya. Baiklah!" jawab Gyu Won.
Lee Shin memutar piringan cd lagu ayahnya.
"Aku pikir aku akan menangis." ungkap Gyu Won saat mendengar alunan gitar yang dimainkan ayah Lee Shin.


"Ini untukmu." Lee Shin memberikan cd album ayahnya pada Gyu Won.
"Hal ini pasti sangat berharga bagimu." jawab Gyu Won.
Lee Shin mengungkapkan, "Aku takut kalau aku akan terus belajar bagaimaan cara ayahku memainkan gitar. Itulah sebabnya aku tidak mendengarkannya. Tapi aku benar-benar berharap untuk bisa mendengarkannya lagi denganmu."

"Tapi bagaimana aku bisa mengambil ini darimu?" Gyu Won ragu untuk menerimanya.
"Jaga baik-baik. Ketika aku memulai debut sebagai gitaris tampan di masa depan, kembalikan ini kepadaku." jawab Lee Shin meyakinkankan.
"Ok, aku tahu. Janji ya, Kau harus menjadi seorang gitaris yang sangat keren!"
"Tentu saja." jawab Lee Shin.

Dan yaks.. hampir aja mereka kissing..
Untunya adik Lee Shin datang dan berseru, "Apa yang Kalian berdua lakukan?!!"
 Melihat adik Lee Shin datang, Lee Shin dan Gyu Won langsung pergi "Mau kemana kalian? Aku pasti akan memberitahu ibu!" ancam adik Lee Shin.  
Gyu Won dan Lee Shin pergi ke taman,
Gyu Won : Apa yang harus aku lakukan? Apa yang harus aku lakukan? Memalukan! Bagaimana aku akan menemui adikmu besok?
Lee Shin : Tunggu sampai dia tidur, baru kita akan kembali ke rumah.
Gyu Won : Sepertinya aku harus pergi ke rumah Bo Woon besok.

Lee Shin : Kau benar-benar tidak akan pulang?
Gyu Won : Aku rasa, aku sangat merindukan saat-saat kita berlatih untuk pementasan. Aku merasakan kalau aku benar-benar sangat menikmati saat-saat kita berlatih besama. Jika aku terus belajar gayageum, Mungkin nantinya aku bisa menjadi guru atau masuk ke dalam sebuah group yang memainkan alat music tradisional. Tapi tentang music modern, aku menyukainya tapi sepertinya sangat sulit untuk merajut masa depan. Mmm..  Tapi aku masih ingin mencoba. Bukankah kita masih muda?
Lee Shin : Ya, lagi pula, Kau masih memiliki aku.
Producer rekaman memberikan penjelasan, kalau ternyata setelah dipertimbangkan, musik yang dimainkan Stupid band dan Wind Flower masih kurang memiliki kualifikasi yang menjanjinkan di pasar international. Karena hal itu, producer menjelaskan kalau Stupid band dan Wind flower perlu untuk mengasah kemampuan mereka..
Tapi, pihak producer rekaman ingin membuat kontrak kerja sama dengan Gyu Won saja. Mereka memprediksi kalau bakat bernyanyi Gyu Won akan sangat diminati oleh dunia international.
Mendengar hal itu, Stupid band dan Windflower senang dan memberikan semangat untuk Gyu Won.
Adik Lee Shin datang menemui Kakek dan membawakan makanan dari ibunya.

"Kakek,"
"Siapa itu?" tanya kakek.
Adik Lee Shin masuk ke dalam rumah dan memberikan makanan untuk kakek, "Ibuku memberikan ini untuk kakek sebagai hadiah."
"Aku tidak makan hal itu, bawa pergi." jawab kakek.


"Kakek harus menerima ini, aku akan dimarahi ibu nantinya. Apa yang sedang Kau dengarkan sekarang?" Adik Lee Shin penasaran dengan lagu yang sedang didengarkan oleh kakek.
"Ini sebuah lagu tradisional. Bagaimana?" tanya Kakek.
Adik Lee Shin terlihat tertarik dengan lagu traditional itu, "Wow, aku pikir itu sangat bosan? Tapi sepertinya tidak  terlalu membosankan."

"Jika Kau tertarik untuk belajar, aku akan mengajarkanmu secara gratis. Aku, Lee Dong Jin penyanyi terkenal, tidak menerima siswa begitu saja." jawab kakek.
"Benar? Dapatkah aku mencoba hal itu?" tanya Adik Lee Shin.
"Jangan hanya berdiri di sana. Sini dan duduk di sini untuk mendengarkan. "
Dan, yawzz!! kakek mendapat murid baru. ke~ ke~ ke~
Gyu Won membicarakan tentang tawaran dari pihak perusahaan itu pada Lee Shin. "Aku rasa, aku harus memikirkan tentang kesempatan itu lagi. Pergi ke luar negeri dan debut di sana, tentu saja akan memakan waktu lebih lama, kan? Dan aku akan sangat sibuk, tidak bisa bertemu denganmu."
"Aku baik-baik saja." jawab Lee Shin. "Tidak masalah kalau hanya menemuinya setahun sekali. Semuanya tidak akan ada yang berubah, karena semua keputusan yang kau ambil adalah sebuah keputusan yang bisa membuatmu bahagian, bukan? Kau harus melakukan yang terbaik agar kau bisa benar-benar menjadi pacarku, kau harus memiliki kualifikasi untuk menjadi pacarku."
"Bagaimana dengan tanganmu?" tanya Gyu Won.
"Aku baik-baik saja." jawab Lee Shin.
"Mmm. . . Apakah Kau benar-benar baik-baik saja?"
"Apakah Kau tidak percaya? Lihat.. " Lee Shin menaruh tangannya di atas tangan Gyu Won dan menggenggamnya.
Gyu Won dan ayah berusaha untuk membujuk kakek, "Kakek, mohon maafkan aku? Aku sudah setuju untuk itu."
Kakek keluar dari ruangannya dan berkata, "Kau cucu Lee Dong Jin. Jika Kau tidak melakukannya dengan baik, maka kau akan mendapat hukuman berat. Maka lakukanlah dengan baik. Jangan berani-berani membuat masalah." perkataan kakek ini membuat Gyu Won dan ayahnya senang bukan kepalang. akhirnya mereka mendapat izin dari kakek.
"Kakek, jangan khawatir. Aku akan bekerja keras." jawab Gyu Won.
"Sekarang Kau dapat kembali ke rumah." ucap Ayah pada Gyu Won.
Lee Shin masih kesulitan saat memainkan gitar. Ia teringat kata-kata dokter beberapa waktu lalu, saat Lee Shin memeriksakan tangannya.
"Ada apa dengan tanganmu?" tanya Dokter.
"Seperti sudah mati rasa. Dan sedikit sakit." jawab Lee Shin.
"Ini tidak bengkak. Coba lengkungkan tanganmu seperti ini." Dokter menyuruh Lee Shin untuk melengkungkan telapak tangannya. Lee Shin kesakitan saat melakukan hal itu.
"Apakah tanganmu terluka karena sesuatu hal?" tanya dokter.
Gyu Won menemui pasangan baru Seok Hyeon-Yoon Soo.
Seok Hyeon dan Yoon Soo mengomentari tawaran untuk debut di luar negeri yang didapat oleh Gyu Won. "Itu bagus! Selamat!"
"Aku juga mendengar tentang kalian berdua. Selamat untuk kalian berdua." jawab Gyu Won.

 Seok Hyeon mulai kembali membanggakan dirinya, ke~ ke~ "Ah, Gyu Won, kau tau siapa yang pertama kali melihat potensi di dalam dirimu? Apakah Kau lupa begitu saja? Bagaimana bisa kau tidak menyebutkan namaku, sebagai seorang penemu bakat Lee Gyu Won."
Semuanya tertawa mendengar hal itu.
"Sepertinya, kita dapat membuat satu rumah produksi . Aku sutradaranya. Kau aktris. Kau koreografer. Dan setelah itu, Lee Sin akan menjadi music director." ungkap Seok Hyeon.
Gyu Won mengajak Seok Hyeon dan Yoon Soo untuk datang ke kafe dan melihat pertunjukkan Lee Shin. Mereka menyetujui untuk datang ke kafe.

Awalnya, Lee Shin enggan untuk tampil di panggung. Tapi saat melihat Gyu Won datang, Lee Shin langsung mengubah pikirannya, ia engga lagi mempedulikan rasa sakit di tangannya.

Lee Shin memainkan gitarnya.. 
Tapi, engga berapa lama kemudian..
Lee Shin merasa sakit yang amat sangat di bagian tangan kanannya. Engga bisa lagi menahan rasa sakit, Lee Shin terjatuh.
Melihat hal itu, Gyu Won sangat cemas, "Lee Shin..." panggil Gyu Won.

source : http://recap-koreandrama.blogspot.com/2011/08/sinopsis-heartstrings-episode-14-part-1.html dan http://recap-koreandrama.blogspot.com/2011/08/sinopsis-heartstrings-episode-14-part-2.html
re-posted and re-edited by : dianafitriwidiyani.blogspot.com

No comments:

Post a Comment