Thursday, December 22, 2011

Sinopsis City Hunter Episode 12



Nana memberitahu Yoon Sung kalau ia senang bukan Yoon Sung yang terkena tembakan dan tubuhnya lemas. Yoon Sung memeluknya dan menangis.
Tiba-tiba Shik Joong menghambur masuk dengan membawa potongan papan sebagai senjata. Ia kaget melihat musuh-musuh mereka telah dikalahkan. Jadi mereka bisa melarikan diri. Ketika Kim Jong Shik diberitahu kalau tawanannya sudah melarikan diri, ia sangat marah dan berubah jadi rasa takut, “Itu tidak mungkin....city hunter?”

Sae Hee membukakan pintu klinik, Yoon Sung segera masuk dengan membopong Nana yang berlumuran darah. Sae Hee segera mengunci pintu dan menyuruh Shik Joong untuk menutup jendela.

Saat terbaring di meja, Nana membuka matanya.
 

Sae Hee melihat luka Nana dan berkata, “Luka tembak lagi?” ia mulai membersihkan luka Nana dan menyarankan Yoon Sung untuk membawa Nana ke rumah sakit karena ia kehilangan banyak darah dan ia tidak punya persediaan. Yoon Sung menyuruh Sae Hee untuk mengambil darahnya, karena ia punya golongan darah O. Sae Hee tidak setuju karena ia juga masih lemah. Dengan penuh airmata, ia berkeras, “Aku tidak apa-apa, tolong selamatkan Nana.”
 

Mereka terbaring disana, saling memandang dengan darah Yoon Sung yang mengalir ke tubuh Nana.
 

Sebelum Sae Hee memberikan obat bius untuk mengoperasi pelurunya, Nana memberitahu Yoon Sung untuk tidak mengkhawatirkan dirinya, karena ia orang yang berani. Yoon Sung memegang tangannya ketika ia mulai tertidur.
 

Ia terus memegangi tangannya sampai operasinya selesai. Ia bertanya-tanya pada Shik Joong, “Orang seperti apa dirinya? Kenapa ia tidak kenal rasa takut? Ia terlihat seperti wanita biasa, tapi ia selalu tegar dan tidak memperdulikan kesehatannya.”
 

Shik Joong bergumam dengan mengantuk, “Itu karena ia kuat. Inilah caranya hidup selama ini.”

Yoon Sung bertanya, “Apakah ia bisa hidup dengan baik....tanpaku?” Shik Joong yang setengah tertidur menjawabnya tanpa berpikir, “Orang yang hidup akan terus hidup. Karena itulah hidup.”

Yoon Sung: “Aku pikir aku tidak bisa melakukannya lagi.”

Yoon Sung membawa Nana kerumahnya, karena ia tidak aman dirumahnya sendiri. Ia menyuruhnya untuk tidak pergi ke Blue House, karena Kim Jong Shik akan tahu dimana ia bekerja dan Shik Joong  menelpon ke Blue House untuk memberitahu kalau Nana sedang sakit sehingga tidak bisa masuk kerja.

Nana bertanya pada Shik Joong kenapa ia ia berbohong selama ini dan Shik Joong memberitahunya dengan penuh penyesalan bahwa ia diancam oleh Kim Jong Shik akan di masukkan ke dalam penjara dengan tuduhan palsu, jika ia tidak mau mengubah kesaksiannya. Nana bertanya lagi bagaimana ia mengenal Yoon Sung. Shik Joong bercerita kalau Yoon Sung pernah menyelamatkannya di Thailand, setelah Yoon Sung kembali ke Korea ia memintanya untuk menjaga Nana, karena selama ini ia merasa bersalah dan khawatir padanya.

Yoon Sung memberitahu Shik Joong kalau uangnya belum dipindah, karena pelacak yang dipasangnya, masih menunjukkan kalau uang itu ada di rumah Kim Jong Shik. Dari perhitungannya, kira-kira ada 200 miliar won yang ada di ruangan itu. Itu sesuai dengan jumlah uang yang menghilang dari dana universitas yang tidak bisa mereka lacak.
 

Shik Joong bersantai dengan membaca katalog home shopping dan mencoba menyalakan lampu. Tapi lampunya tidak mau menyala. Ia pun berdiri untuk mengganti bohlam lampu dan melihat alat penyadap yang dipasang oleh Sang Gook.

Mereka tersadar asal dari penyadap itu. Jin Pyo sudah mendapatkan banyak informasi dari alat tersebut. Mereka tahu kalau Nana tertembak untuk melindungi Yoon Sung, yang membuat mereka berpikir kalau hubungan mereka lebih dari teman.
 
 
Yoon Sung tiba di rumah Jin Pyo siap untu menghambur masuk, tapi ia melihat Jin Pyo sedang berbicara dengan Sang Gook, yang membuatnya berhenti.
Jin Pyo berkata kalau Yoon Sung sudah melanggar larangannya untuk jatuh cinta, jadi sekarang, “Aku harus mengurus Kim Nana. Aku akan  membereskannya.” Ia kemudian bertanya tentang kemajuan pencarian Kyung Hee. Sang Gook melaporkan bahwa ia telah mencari di semua rumah sakit, tapi tidak menemukannya. Jin Pyo menyuruhnya untuk menemukannya, “ Sebelum Yoon Sung tahu kalau ia menghilang.”

Sang Gook mulai menunjukkan keragu-raguannya, ia merasa tidak nyaman dengan metode yang dilakukan Jin Pyo. Ia bertanya dengan ragu-ragu, “Tapi memberitahunya kalau Yoon Sung telah meninggal, apakah tidak berlebihan?”

Jin Pyo menyuruhnya diam, “Ketika aku menculik Yoon Sung dari ibunya, aku telah melewati jalan dimana aku tidak bisa kembali lagi.”
 

Yoon Sung kaget, ia berjalan masuk ke dalam untuk menghadapi Jin Pyo dan bertanya kenapa ia berbohong kalau ibunya menelantarkan dirinya. Jin Pyo menjawab bahwa Yoon Sung mewakili ayahnya baginya. Jika ia tidak menculiknya, Jin Pyo mungkin akan hidup secara normal. Tapi ketika ia merasa lemah, ia akan melihat Yoon Sung dan mengingatkannya akan semua pengkhianatan itu.
 

Yoon Sung tidak mau menerima penjelasannya, berkata bahwa Jin Pyo telah menghancurkan hidupnya, “Aku tidak ingin hidup seperti ini! Aku tidak akan pernah memaafkanmu karena ini.”

Jin Pyo mengingatkannya bahwa mereka punya hal yang harus dikerjakan, tapi Yoon Sung memberitahunya, “Aku akan membalaskan dendam ayahku sendirian. Kau menyebutnya perang. Aku tidak akan lari dari semua ini.”

Jin Pyo: “Yoon Sung, kau tidak bisa mengalahkanku.” Yoon Sung: “Tidak. Kau yang tidak bisa mengalahkanku.”

Yoon Sung memperingatkan Jin Pyo jika ia berani menyentuh Shik Joong, Ibunya ataupun Nana, ia akan mempertaruhkan nyawanya untuk melawannya, “Ini peringatan terakhirku ayah.” Jin Pyo tertawa ketika Yoon Sung pergi, “Tapi kau masih menyebutku Ayah.”
 

Yoon Sung tiba dirumah saat Nana akan pergi. Ia memberitahunya, saling memunggunggi bahwa ia akan tinggal ditempat Sae Hee. Ia akan mengembalikan baju yang dipinjamnya lewat pos dan ia akan menghilang dari hidupnya seperti keinginannya dan janjinya.

Tapi sekarangnya semuanya sudah berubah untuk Yoon Sung. Yoon Sung memegang tangan nana dan meminta, “jangan pergi. Tolong, jangan pergi.”
 

Nana melepaskan tangannya dan melangkah pergi. Yoon Sung mengikutinya dan memeluknya dari belakang.

Jin Pyo minum-minum sendirian. Ia teringat saat- saat terakhir bersama Mu Yeol di lautan dan berjanji pada temannya untuk membalas dendam, “Siapapun yang menghalangi jalanku untuk membalas dendam, aku akan membunuhnya. Walaupun itu Yoon Sung.”
 

Kim Jong Shik khawatir kalau city hunter melihat gunungan uangnya dan menyuruh orang-orangnya untuk menangkap kembali  Nana dan Bae Man Deok, untuk memancing city hunter. Sayangnya, salah satunya di luar jangkauan dan yang satunya adalah agen rahasia, yang memperumit masalah.
 

Yoon Sung merawat bahu Nana dan ia bertanya tentang kehidupan Yoon Sung di Thailand, bertanya-tanya apakah ia mempunyai teman disana. Dengan gembira Yoon Sung mendeskripsikan seseorang yang mirip dengan Nana, yang juga kuat dan makan banyak, “Aku suka ketika menyentuhnya.” Nana menyahut kalau ia tidak suka disentuh, kecuali sekarang karena ia sedang merawat lukanya.

Yoon Sung memperingatkan Nana untuk tidak mencampuri urusannya, Tapi Nana bertanya apakah ia bisa diikutkan dalam misi untuk melawan Kim Jong Shik, “Karena ia musuhku juga.” Yoon Sung akan  membantahnya, tapi Nana menutup mulutnya dengan, “Aku tidak akan membiarkanmu melakukan hal-hal berbahaya sendirian lagi.”

Nana menawarkan diri untuk mencari Kyung Hee ketika Yoon Sung menyelidiki Kim Jong Shik. Ia menyuruh Yoon Sung menghacker jaringan rumah sakit jadi ia bisa mulai bekerja mencari ibunya. Nana mengambil botol minuman berenergi pemberian Kyung Hee dan berkata kalau ia merindukannya juga.
 

Yoon Sung menyerah dan mengambilkan kursi untuknya. Ia memperlihatkan pada Nana daftar-daftar yang ia kumpulkan.

Di Blue House, Eun Ah merasa curiga karena ketika Nana terluka bertepatan dengan keluarnya Yoon Sung. Ia mengira kalau mereka berdua pergi bersenang-senang bersama. Eun Ah merasa curiga dengan cara Yoon Sung melihat ketika sedang mengajari Da Hae. Tapi ia mengira kalau Yoon Sung tertarik padanya. ??
 

Kepala bagian IT meminta pada Ki Joon dan Eun Ah untuk membantunya meyakinkan Yoon Sung untuk kembali bekerja. Mereka pun segera pergi ke rumah Yoon Sung. Mereka terpana dengan kemewahannya.
 

Melihat kalau Yoon Sung kaya membuat bosnya tidak bisa menawarkan kenaikan gaji, jadi ia meminta Yoon Sung kembali bekerja untuk pelayanan bagi negara. Tapi Yoon Sung tidak merubah keputusannya.
 

Lucunya, Shik Joong jatuh cinta pada pandangan pertama pada Eun Ah. Eun Ah menawarkan diri untuk menggantikan Nana, mengajari Yoon Sung yudo. Ki Joon mengomelinya. Tiba-tiba ia ingin melihat-lihat rumah Yoon Sung. Yoon Sung langsung kaget dan mencoba menghentikannya, karena Nana bersembunyi diatas dan mencoba menutupinya ketika Eun Ah berkeras untuk naik ke lantai  atas.

Shik Joong mengantarkan mereka keluar dengan memberikan oleh-oleh makanan rumahan. Ia memberikan sekardus kecil untuk para pria sedangkan Eun Ah mendapatkan oleh-oleh sekardus besar.

Jin Pyo tahu kalau Yoon Sung meletakkan alat pelacak pada uang Kim Jong Shik. Ia ingin mencuri uang itu dan mengirimkannya pada Young Ju. Ia melakukan itu untuk melihat bagaimana Young Ju akan menangani ayahnya, “Ini akan menyenangkan.”
 

Nana mendengarkan saat Yoon Sung dan Shik Joong mendiskusikan bagaimana uang itu akan dipindahkan. Nana masih bingung tentang segala hal mengenai city hunter dan bertanya apakah Jin Pyo tahu kalau ia city hunter dan kenapa Jin Pyo tidak tinggal bersama Kyung Hee.

Ini adalah hal yang belum bisa mereka ceritakan pada Nana, jadi Shik Joong hanya memberitahunya kalau Jin Pyo dan Yoon Sung punya perbedaan pendapat. Nana menduga kalau “perbedaan pendapat” itu adalah kedekatan Jin Pyo dengan Lee Kyung Wan.
 

Mahasiswa kembali berdemo. Kim Jong Shik menenangkan mereka. Ia berkata bahwa ia merasakan penderitaan mereka, ia akan melakukan apapun yang ia bisa untuk mendapatkan dana serta meminta mereka untuk menghentikan demonstrasi. Tapi pemimpin demonstrasi itu ingin melihat janjinya itu diwujudkan.

Kim Jong Shik menerima keputusan mereka dan berharap mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan dan membungkuk dalam-dalam. Tapi saat ia pergi, ia mencemooh kalau mereka berani mempermasalahkan uang yang sedikit, setelah bisa masuk ke universitas ternama. Jika semua mahasiswa itu drop out, maka akan banyak siswa yang mengantri untuk masuk ke universitas itu dan membayar biaya pendidikannya dengan penuh.

Kim Jong Shik yang ketakutan menyuruh seorang ahli untuk mengecek kantornya, mencari alat pelacak ataupun kamera tersembunyi. Ia juga menyuruh semua jaringan telpon dan internet di kantornya diputus.
 

Yoon Sung melihat semua situasi itu dari lobby, menyimpulkan kalau Kim bersiap akan memindahkan uangnya.
 

Ternyata Kim sedang menderita sakit gigi dan pergi ke dokter gigi untuk melakukan perawatan. Ternyata Yoon Sung satu langkah didepannya. Yoon Sung mendahuluinya ke kantor dokter gigi dan mengantarkan perlengkapam yang kemudian ditanamkan dalam gigi Kim.

Kyung Hee ternyata ada di biara yang jauh dari Seoul, tapi ia memutuskan untuk kembali ke Seoul untuk mengurus sesuatu. Ia mencoba pergi dengan sembunyi-sembunyi dan Young Ju tidak dapat menemukannya. Young Ju mencoba mencari  file tentang Mu Yeol, tapi ia tidak menemukannya dan bertanya-tanya apakah file itu telah dihapus.

Nana meminta Yoon Sung untuk mengambilkan bajunya di klinik Sae Hee dimana ia meninggalkan barang-barangnya. Disana Yoon Sung melihat Sae Hee sedang ditanyai oleh seorang kaki tangan. Sae Hee berbohong, berkata bahwa ia tidak tahu apa-apa tentang Nana.
 

Akhirnya, Yoon Sung berbelanja baju untuk Nana. Ia membelikan Nana banyak baju, tapi tidak bisa mengatakan alasan yang sebenarnya, jadi ia memberitahu Nana kalau ia membeli barang-barang itu untu menutupi posturnya yang jelek.

Tapi Nana sudah cukup mengenalnya. Ia tersenyum dan berkata kalau Yoon Sung mirip denga daddy long legnya. Nana memberitahu Yoon Sung kalau Young Ju adalah daddy long legnya dan bertanya apakah mereka bisa meminta bantuannya . Yoon Sung memarahinya dan berkata kalau Young Ju mengikutinya selama ini.

Shik Joong menawarkan shampoo pada Nana, tapi Nana berkata kalau ia tidak bisa mandi karena bahunya masih sakit. Shik Joong menawarkan diri untuk mencucikan rambutnya dan Yoon Sung segera bereaksi. Ia pun protes. Shik Joong, “Jadi kau saja yang melakukannya!” Yoon Sung, “Aku akan melakukannya.”
 

Yoon Sung mencucikan rambut Nana dengan lembut. Nana pun menjentikkan busa padanya. Akhirnya mereka bermain busa.
 

Ini saatnya mendengarkan alat penyadap yang ditanamkan pada gigi Kim Jong Shik. Ia sedang ada pertemuan dengan seseorang yang akan menyumbangkan uangnya. Orang itu adalah Kyung Hee.
 

Ia datang untuk memberikan uang yang dikirimkan Jin Pyo padanya. Sekarang ia percaya kalau ia sudah tidak punya anak lagi dan hidupnya sudah tidak lama lagi. Ia memberitahu Kim untuk menggunakan uang itu untuk membantu siswa yang kesulitan meneruskan pendidikannya. Jumlah uang itu 1 miliar won.

Saat ia menyadari kalau itu ibunya, Yoon Sung segera berlari keluar.

Kim Jong Shik menyeringai karena ia mendapatkan uang dengan mudah. Kyung Hee memintanya merahasiakan namanya, jadi Kim bisa memasukkan uang itu ke kantongnya dengan mudah tanpa melaporkannya.

Yoon Sung tiba di universitas itu dan berpapasan dengan ibunya yang bersembunyi di kerumunan mahasiswa. Yoon Sung menengok, tapi sudah terlambat. Ia pulang ke rumah dengan kesal. Nana dan Shik Joong melihatnya. Shik Joong memberitahu Nana kalau Yoon Sung pernah begitu marah ketika ibu penggantinya meninggal di Thailand. Nana bertanya lebih lanjut, tapi Shik Joong memintanya untuk bertanya pada Yoon Sung sendiri.

Kim Jong Shik segera menggunakan uang yang didapatnya. Ia membawa istrinya berbelanja, membelikannya tas dan baju yang mahal. Yoon Sung yang juga pura-pura berbelanja, mengikutinya dan mendengar rencananya untuk memindahkan uangnya besok.
 

Young Ju pergi memeriksa catatan keuangan universitas dan menemukan perbedaan jumlah yang sebenarnya dengan yang ada dalam laporan. Selisihnya 200 miliar won yang  tidak tercatat dan itu adalah jumlah dana yang digelapkan.
 

Dengan semua kecurigaan dikepalanya, Young Ju pergi menemui ayahnya dan menemukannya sedang sibuk memasukkan uangnya dalam kotak. Young Ju memanggil ayahnya, ia terlihat kaget.
 

Young Ju marah dan berkata kalau ia tidak mau ayahnya seperti Lee Kyung Wan atau Seo Yong Hak dan memberitahunya bahwa semuanya belum terlambat. Ia memberika dua pilihan, “Kembalikan uang ini ke universitas atau ubahlah dirimu sendiri.”

Kim Jong Shik tidak mau melakukannya, “Semua orang melakukannya.” Ia membela diri, apakah salah kalau ia juga melakukannya?

Young Ju menjawab, “karena ini adalah hukum. Hukum harus selalu ditegakkan. Karena ada orang yang terluka karena keserakahanmu. Aku mohon padamu, tolong kembali menjadi ayah yang aku hormati. Tolong.”

Kim mendesah, ia sudah berbuat terlalu jauh untuk kembali tapi ia menambahkan bahwa putranya adalah seorang jaksa dan, “Kau harus melakukan apa yang seharusnya kau lakukan.”

Young ju keluar dan Yoon Sung mendengarkan pembicaraan mereka sampai akhir. Ia merenung, “Jaksa Kim Young Ju, dilemmamu dimulai.”
 

Pada hari H, tim city hunter mengikuti pelacak pada uang yang mulai dipindahkan ke dalam truk yang besar. Yoon Sung berkata kalau mereka harus mengemblikan uang itu pada orang yang jujur yang mengeluarkan keringat darah dan airmata untuk mendapatkannya dan memperingatkan timnya kalau Jin Pyo akan mengikuti mereka saat mereka mengambil uangnya, “Apapun yang terjadi, kita akan melindunginya.”
 

Rencanapun dilaksanakan, Yoon Sung berjalan menuju van dan melemparkan beberapa bom gas ke dalam. Ketika jendela van dibuka, ia menyikut wajah sopir. Kemudian Shik Joong berjalan mendekati truk dan mengetuk pintunya. Ketika jendela truk dibuka, ia melemparkan bom gas ke dalamnya.

Sopirnya melompat keluar dan Nana melemparkan orang itu ke tanah. Ia hanya punya satu tangan yang sehat, tapi bisa melakukannya dengan baik, membuat Yoon Sung dan Shik Joong kagum.

Yoon Sung mengendarai truk itu, sedangkan Shik Joong dan Nana mengendarai mobil dibelakang mereka. Jin Pyo dan  Sang Gook mengikuti mereka dari belakang yang kemudian memacu kendaraannya disamping mereka.

Itu artinya mobil Shik joong dan Nana berada diantara truk dan mobil Jin Pyo. Yoon Sung memacu kendaraannya , mobil Jin Pyo berusaha mendekatinya, tapi Shik Joong menghalanginya dan menjaga agar truk Yoon Sung tetap di depan. Akhirnya kedua mobil itu terhalang lampu merah.
 

Akhirnya Jin Pyo berhasil mendahuluinya dan berhenti ditengah jalan, persis seperti yang pernah dilakukan Yoon Sung.
 

Yoon sung menghentikan truknya sebelum ia menabrak Jin Pyo.

Yoon Sung keluar dan menghadapai Jin Pyo yang memberitahunya kalau ia akan mengambil uangnya. Yoon Sung ingin mengembalikan uang itu pada orang yang berhak dan kemudian meneruskan balas dendamnya pada Kim Jong Shik.
 

Jin Pyo: “Dan kamu akan melawanku?” Yoon Sung: “Aku sudah memperingatkanmu bukan? “

Jin Pyo mengeluarkan tongkatnya dan memukul Yoon Sung, membuatnya berlutut. Yoon Sung tidak mau memukulnya jadi Jin Pyo menantangnya untuk melawannya, “Perang berarti membutuhkan kemenangan, siapapun lawanmu.”

Jin Pyo masuk kedalam truk dan pergi, meninggalkan Yoon Sung dijalanan. Ketika Jin Pyo membuka truk itu, ia menemukan kalau truk itu kosong.
 

Jin Pyo tertawa, terkesan bahkan saat ia menggerutu, “Yoon Sung berani membodohi aku?”

Kim Jong Shik juga merasa marah ketika ia mendengar bahwa uangnya telah dicuri. Ia merasa shock dan panik.
 

Shik Joong mengganti plat mobil di truknya dan memuji Yoon Sung karena telah memikirkan untuk menggunakan truk yang sama persis untuk mengecoh mereka. Akhirnya tim city hunter memulai pekerjaan yang lain,meletakkan uang kedalam kotak dan mengirimkannya pada orang-orang yang berhak. Melengkapinya dengan catatan bahwa city hunter mengembalikan uang yang telah digelapkan oleh ketua universitas untuk kepentingan pribadinya.

Tapi ada salah satu demonstran yang tidak mendapatkan paket itu, gadis yang dimarahi Yoon Sung karena kelakuannya yang buruk.
 

Shik Joong menyuruh Yoon Sung dan Nana untuk pergi ke supermarket untuk berbelanja karena mereka akan mengadakan pesta.
 

Saat mereka menuju area parkir, sebuah keranjang mengenai mereka, Nana melompat untuk mengambil tomat yang terjatuh, ketika pintu geser otomatis tertutup, memisahkan Yoon Sung dengan Nana dan sebuah cahaya muncul.
 

Seorang pengendara motor memacu kendaraannya ke arah mereka. Orang itu adalah Jin Pyo...

No comments:

Post a Comment

Post a Comment