Saturday, June 29, 2013

School 2013 Episode 14

Di kelas 2-2. Kang Joo menyuruh Nam Soon membuka loker yang berisi uang denda anak-anak yang terlambat, agar bisa digunakan untuk memberi pesta perpisahan pada In Jae.
Apalagi salah satu siswa berkata setidaknya mereka bisa memberikan kue dengan lilin diatasnya.
Hal itu semakin membuat yang lain setuju untuk menggunakan uang denda keterlambatan siswa.



Heung Soo memberi isyarat dengan gerakan matanya pada Nam Soon untuk keluar mengikutinya. Mereka harus mencari solusi untuk masalah ini. Nam Soon yang tahu maksud itu segera berdiri dan berniat mengikuti Heung Soo, tapi Ki Deok menahannya. Nam Soon berkata kalau dia hanya akan ke kamar mandi sebentar saja.
Tanpa Nam Soon sadari, Ki Deok sudah mendapatkan kuci loker dimana celengan disimpan. Jadi saat Ki Deok menempel pada Nam Soon untuk menghalangi, diam-diam tangan Ki Deok masuk ke saku seragam Nam Soon dan mengambil kunci loker tersebut.



Ki Deok mengacungkan kunci itu pada teman-temannya, dan mereka tertawa senang lalu segera menghampiri loker tempat celengan babi bersemayam (Kata apa pula itu..^^)



Nam Soon yang mendengar suara Ki Deok cs senang merasa aneh, dan menoleh ke belakang. Diapun terkejut begitu pula Heung Soo yang melihat Ki Deok akan membuka loker itu.

Terpampang nyatalah (Mhihihi..ikutan siapa ya? *pura-pura ga tahu*) bahwa di dalam loker tidak ada celengan babi pink tersebut. Ki Deok dan yang lainnya tentu saja terkejut.
Joong Hyun bahkan bertanya kemana babi itu pergi dengan gerakannya yang lebay.



Semua melihat kearah Nam Soon dengan pandangan yang menuduh. Mereka tidak menyangka Nam Soon berani menggunakan uang yang bukan haknya. Ha Kyung dengan dingin bertanya apa Nam Soon menghabiskan semuanya tanpa sisa?

Kang Joo juga memandnag Nam Soon dengan pandangan tidak yakin. Kelas semakin gaduh, semua beropini dengan apa yang ada di pikirannya masing-masing.



Nam Soon mengumpulkan keberaniannya dan berkata kalau dia sudah menghabiskan semuanya. Ki Deok berteriak dan meminta Nam Soon mengulanginya lagi. Nam Soon tanpa mencoba membela diri mengatakan kalau itu benar, dia sudah menghabiskan semua isinya.

Heung Soo yang mendengar pengakuan Nam Soon hanya mampu memejamkan matanya. Dia tidak menyangkan Nam Soon seberani itu mengakui semua.

Min Ki bahkan menatap tidak percaya kearah Nam Soon. Mana mungkin Nam Soon selancang itu.





Nam Soon kemudian dengan berani berkata pada semua temannya kalau dia meminta maaf, ini memang kesalahannya, dan dia berjanji akan mengembalikan uang itu utuh. Anak-anak mengeluh dan berkata kalau Nam Soon benar-benar tidak tahu malu.



Nam Soon melangkah keluar dan berpapasan dengan oh Jung Hoo di depan pintu. Dia tidak peduli dan hanya melewati Jung Hoo yang menatapnya terus. Mungkin dan sudah pasti Jung Hoo merasa tidak enak, karena dialah nama baik Nam Soon dipertaruhkan didepan semua siswa. Jung Hoo menutup matanya merasa sangat tidak enak pada Nam Soon yang mau melindunginya.



Sepeninggalan Nam Soon. Kyung Min mulai mengeluarkan sengatnya. Dia bertanya bukankah ini penyalahgunaan dana publik? Kang Joo dan Ha Kyung sama-sama menoleh dan menatap Kyung Min dengan kesal. Walaupun mereka berdua kecewa dengan sikap Nam Soon, tapi Kang Joo dan Ha Kyung yakin kalau Nam Soon punya alasan yang mendesak sehingga dia terpaksa melakukan semua itu.



Kembali ke Se Chan.
Jung Soo tentu kaget dengan apa yang Se Chan katakan. Pengunduran diri yang tiba-tiba dari Se Chan bukan hal Jung Soo harapkan. Se Chan menjawab kalau apa yang Jung Soo dengar itu adalah kenyataannya. “Jika 1 guru yang harus keluar dari 3 guru..maka aku adalah orangnya.”

Jung Soo berkata pada Soo Chul untuk mengadakan konferensi guru setelah kelas selesai. Kemudian Jung Soo meminta pada kedua guru untuk tetap tinggal sampai konferensi guru selesai.



Nam Soon, Heung Soo, Ji Hoon dan Yi Kyung berkumpul berempat membahas apa yang baru saja terjadi di kelas. Ji Hoon merasa tidak enak pada Nam Soon dan meminta maaf. Yi Kyung berkata tidak ada alasan bagi Nam Soon untuk menanggung semua kesalahan.Dia juga meminta agar Nam Soon mengatakan yang sebenarnya pada teman-teman kalau uang itu untuk membayar hutang Oh Jung Hoo.
Heung Soo bertanya apa Yi Kyung sadar kalau mereka mengatakan yang sebenarnya, apa anak-anak akan menerima begitu saja? Apa anak-anak akan berfikir ini adalah hal yang baik?



Nam Soon kemudian berkata kalau itu bukanlah kesalahan Oh Jung Hoo. Mereka bingung bagaimana bisa? Nam Soon menjelaskan kalau itu adalah keinginannya sendiri untuk menggunakan uang itu. Tidak ada yang menyuruhnya, jadi ini adalah murni datang dari pikirannya. Jadi ini adalah tanggung jawabnya.

Heung Soo memandang Nam Soon dan berkata lebih baik mereka masuk ke kelas sekarang. Bahkan jika itu memang kesalahan Nam Soon mereka tidak boleh meninggalkan kelas saat ini.Walaupun Nam Soon mengatakan akan membayar kembali apa Nam Soon pikir anak-anak juga akan menerimanya begitu saja tanpa protes?



Di kelas 2-2 masih ramai karena insiden Nam Soon dan celengan babi pink^^
Jung Hoo duduk di kursinya dan mendengarkan semua kata anak-anak yang masih menyalahkan Nam Soon.



Anak-anak mempertanyakan berapa jumlah uang yang ada di celengan itu? Na Ri menjawab kalau denda punyanya sendiri saja bisa sekitar 50 ribu won. Kyung Min kembali berkata kalau seharusnya mereka memilih ketua yang benar.



Eun Hye ikut menambahi kalau bagaimanapun kebiasaan lama akan tidak bisa hilang dengan cepat. Apalagi mengingat sejah masa lalu Nam Soon yang begitu terkenal.
Kang Joo kesal dan menyuruh Eun Hye menutup mulutnya.



Jung Hoo tiba-tiba berdiri, dan memanggil mereka semua. Sepertinya Jung Hoo ingin mengakui kalau ini bukan salah Nam Soon melainkan salahnya sendiri. Saat Jung Hoo baru mengucapkan kata “uang itu..”
Tiba-tiba Yi Kyung datang dan menghalangi keinginan Jung Hoo utnuk jujur pada semua. Yi Kyung mengisyaratkan agar Jung Hoo tutup mulut saja, dan kemudian bertanya apa Jung Hoo tidak akan melakukan pelayanan masyarakat?

Ha Kyung memikirkan tentang terpotongnya kata-kata Jung Hoo tadi. Sepertinya Ha Kyung mulai bisa meraba-raba kemana ini sebenarnya mengarah.



Heung Soo masuk ke kelas, dan gengnya Ki Deok dengan sangat sopan membungkukkan badannya saat Heung Soo lewat. LOL
Heung Soo duduk di kursinya. Nam Soon masuk ke kelas lewat pintu depan dan ingin berbicara pada mereka semua. Anak-anak masih ribut sendiri. Min Ki yang tahu Nam Soon mengatakan sesuatu yang penting, menyuruh teman-temannya untuk diam.



Nam Soon yang berdiri di depan kelas meminta maaf untuk semua ulahnya. Dia tahu kalau denda keterlambatan tidak boleh disentuh siapapun. Tapi dia memiliki situasi yang sulit saat itu. Geng Ki Deok bertanya situasi seperti apa emangnya?
Kang Joo kesal dan bertanya kalau mereka sudah tahu memangnya mereka mau melakukan apa?



Nam Soon menjawab kalau untuk itu dia tidak bisa memberitahukannya pada mereka semua. Dia berjanji setelah akhir pekan dia pasti akan membayar semuanya kembali.
Heung Soo memandang Nam Soo kaget karena setelah akhir pekan berarti itu adalah hari senin, dan itu waktu yang sangat cepat. Apa bisa mengumpulkan uang sebanyak itu?
Nam Soon meminta mereka untuk bersabar sebentar.



Ki Deok cs kembali bertanya apa tidak sebaiknya wali kelas tahu tentang hal ini? Anak-anak yang lain setuju tentang usul ini. Miun Ki mencoba berkata apa ini pantas mereka katakan mengingat guru Jung akan pergi? Lagian Nam Soon sudah berjanji akan membayar, jadi mari mencoba untuk menunggu dan bersabar.



Anak-anak bertanya bagaimana bisa mereka percaya pada Nam Soon?
Ha Kyung akhirnya ikut bicara, dia kemudian berdiri dan menenagkan semuanya. Ha Kyung berkata kalau dia sendiri yang akan memastikan Nam Soon membayar itu kembali di hari senin. Dia berkata kalau uang di dalam celengan ada sebesar 340.700 won.
Ha Kyung kemudian menoleh pada Nam Soon dan berkata, kalau dia tidak akan membiarkan Nam Soon lolos, jadi lebih baik Nam Soon bisa melunasinya hari senin nanti.

Ha Kyung kembali berkata pada semua kalau sampai Nam Soon melanggar janji, maka dia sendiri yang akan melaporkannya pada wali kelas.



Kali ini Ki Deok berkata kalau sepertinya Ha Kyung berusaha melindungi Nam Soon. Lalu dengan gaya yang lucu Ki Deok cs berkata “Wooowww”
LOL
Mereka berkata kalau ini cukup melankolis (Nam Soon dan Ha Kyung)
Joong Hyun ikut berkata kalau mengingat Ha Kyunglah yang memasukkan uang paling banyak untuk menutupi keterlambatan siswa lain, maka dia setuju dengan yang Ha Kyung katakan tadi.
Masalah uang denda pun tepecahkan.



Lalu Shin Hae Seon bertanya bagaimana rencana mereka tentang pesta perpisahan guru Jung? Yang lainpun kemudian teringat kembali. Kang Joo dengan bersemangat berkata bagaimana kalau mereka mengosongkan dompet mereka sendiri? Mengumpulkan uang mereka senidri?
Ki Deok pun mencoba mengkoordinir semua dengan meminta uang teman-temannya untuk membuat pesta perpisahan bagi guru Jung. Yang lain tampak tidak menolak dengan usul Kang Joo tersebut.



Kang Se Chan dan Jung In Jae bicara empat mata di salah satu ruangan.
In Jae bertanya kenapa Se Chan harus melakukan hal ini? Se Chan menjawab dengan santai karena dia merasa ini terlalu berlebihan dikepalanya. Se Chan menyebutkan nama-nama murid yang membuatnya setres. Ada Kyung Min, Kang Joo, Ha Kyung. Semuanya berhasil membuatnya dia pusing.
Bahkan Oh Jung Hoo. Sedangkan Min Ki, menurut Se Chan dia ibarat bom waktu yang siap meledak kapan saja.

Se Chan berkata saat dia harus memikirkan semua itu, dia merasa tidak mampu melakukannya. Bukankah tugasnya disini adalah hanya untuk meningkat nilai para siswa, bukan menjadi wali kelas bagi mereka. Jadi, dia bertanya-tanya kenapa semua tanggung jawab berat ini dibebankan padanya?

In Jae berkata sebelum Se Chan meninggalkan semuanya setidaknya Se Cha bisa mencoba melakukannya dulu. Se Chan menolak dan berkata dia tidak memiliki keyakinan untuk itu. Pada waktu dia menyetujui menjadi wali kelas, itu karena ada In Jae. Kalau tidak ada In Jae, dia tidak akan mau.

“Sejujurnya... aku tidak mau bertanggung jawab atas kelas 2, karena tidak ada yang menyukaiku.”

In Jae kemudian bertanya kalau mereka berdua pergi, lalu siapa yang akan mengajar kelas?
Se Chan menjawab “Seorang guru yang tulus khawatir pada anak-anaknya, dan memberikan perhatian banyak pada mereka, dia yang akhirnya akan mengisi posisi kosong tersebut.”

In Jae bertanya apa ini Se Chan lakukan karenanya? Apa Se Chan pikir In Jae akan berterima kasih karenanya.

Se Chan langsung menyela kata-kata In Jae dengan berkata kalau ini bukan karena In Jae. Dia melakukannya benar-benar untuk dirinya sendiri. “Tidak peduli apapun, aku tidak akan pernah tinggal disekolah ini sendiri”



Yi Kyung membawa Jung Hoo ke tempat pengumpulan sampah, ada Ji Hoon juga disana. Walau terkesan cuek Ji Hoon tetap menemani Jung Hoo dalam menjalani hukumannya. Jung Hoo berkata kalau ini menjengkelkan. Yi Kyung menjawab apanya yang menjengkelkan? Mereka bisa membayar kembali uang itu bersama-sama.
Jung Hoo bertanya kenapa Yi Kyung harus melibatkan yang lain (Nam Soon dan Heung Soo) sehingga timbul masalah ini?

Yi Kyung yang tampan menjawab kalau dia tidak melibatkan mereka, apa Jung Hoo pikir, Jung Hoo bisa berada disini sekarang dalam keadaan baik-baik saja? Yi Kyung juga berkata agar Jung Hoo segera berdamai Ji Hoon. Yi Kyung beralasan kalau dia tidak nyaman dengan mereka berdua yang seperti ini.
Yi Kyung berkata walaupun Ji Hoon menerima kata-kata kasar dari Jung Hoo, tapi dialah yang selalu membela Jung Hoo. Dia yang berlari duluan untuk menyelamatkan Jung Hoo.



Jung Hoo sepertinya sedikit tersentuh, dan menoleh kearah Ji Hoon. Dia melihat Ji Hoon terus menunduk. Jung Hoo bertanya apa yang akan Ji Hoon lakukan kalau dia berdamai dengan Jung Hoo? Ji Hoon menjawab kalau tentu mereka kembali berteman. Jung Hoo kembali bertanya untuk berapa lama mereka akan berteman?
Yi Kyung melihat gelagat Jung Hoo yang masih kasar dan menegurnya. Jika arah mereka tetap berbeda, mereka tentu tidak bisa seperti dulu.



Jung Hoo tidak peduli kata-kata itu, dan melanjutkan kalimatnya kalau menurut Jung Hoo tidak ada lagi hal-hal seperti pertemanan. Ji Hoon menolak dan berkata kalau itulah sebabnya Jung Hoo dan dia serta Yi Kyung harus kembali datang ke sekolah bersama-sama agar persahabatan mereka bisa terjalin kembali dengan waktu yang lama. Jung Hoo mengejek ke sekolah mana? Sekolah kejuruan?

Jung Hoo mendekati Ji Hoon dan berkata kalau memang Ji Hoon akan ke sekolah kejuruan dan akhirnya mendapatkan pekerjaan. Apa Ji Hoon siap untuk menghadapi kehidupan yang sebenarnya? Jadi jangan membohongi diri sendiri. Bahkan jika Ji Hoon bekerja dengan bau gas seharian dan gaji yang menyebalkan. Atau mungkin bisa saja Ji Hoon kehilangan salah satu jarinya saat bekerja. Hidup Ji Hoonpun menurun. Jadi intinya tidak ada kehidupan yang nyaman untuk orang-orang seperti mereka. Sampah seperti Ji Hoon.

Ji Hoon bertanya balik. Dia sedikit kesal dan berteriak apa artinya Jung Hoo mengajak mereka untuk terus hidup hina dan sebagai sampah selamanya? Dikejar oleh preman-preman?

Jung Hoo mengelak dan berkata kalau ini bukan masalah tentang preman-preman tapi tentang uang. Apa Ji Hoon pikir kalau Ji Hoon sudah bekerja keras, maka Ji Hoon tidak perlu khawatir lagi tentang uang? Apa Ji Hoon pikir, jika Ji Hoon dewasa maka dunia yang akan mengurus Ji Hoon?

Ji Hoon menarik nafas, dan merasa benar-benar lelah. Dia sudah tidak tahu lagi bagaimana menjelaskannya pada Jung Hoo.
Ji Hoon semakin mendekati Jung Hoo, dan berkata padanya “Setidaknya kau tidak hidup sebagai penjahat.”

Jung Hoo menjawab “Siapa yang tahu?”



Uhm Dae Woong berkata pada Jo Bong Soo kalau dia ingin mendiskusikan sesuatu dengannya.



Ha Kyung yang melihat Nam Soon memanggil dan ingin bicara padanya. Ternyata selain Nam Soon ada Heung Soo, Ji Hoon dan Yi Kyung yang juga kepo kepengen tahu.^^
Ha Kyung berkata kalau ada yang ingin dia bicarakan dengan Nam Soon.



Ha Kyung menjauh dan Nam Soon pun dengan kikuk mengikuti Ha Kyung. Sedangkan Heung Soo pergi kearah berbeda, bersama Ji Hoon dan Yi Kyung yang mencoba menggandeng tangan Heung Soo.
Hahay..^^



Setelah hanya berdua, Ha Kyung bertanya apa sebenarnya yang terjadi? Situasi seperti apa yang menyebabkan Nam Soon harus memakai uang denda anak-anak? Ha Kyung beralasan kalau dia harus tahu agar dia bisa membantu.
Nam Soon tidak bisa menolak dan berkata kalau ini tentang Oh Jung Hoo. Ha Kyung kesal dan bertanya emang apa lagi Jung Hoo lakukan? Nam Soon diam, dan Ha Kyung juga tidak mencoba bertanya untuk mengetahuinya, dia hanya bertanya apa yang akan Nam Soon lakukan?
Nam Soon dengan santai menjawab kalau dia bisa mendapatkan pekerjaan paruh waktu. Ha Kyung bertanya emang Nam Soon sudah dapat tempatnya? Nam Soon menjawab singkat kalau dia akan mencarinya.
Ha Kyung berkata kalau Nam Soon seolah menggampangkan hal ini.

Ha Kyung kemudian berkata segera setelah Nam Soon datang dihari senin, Nam Soon harus mendapatkan uangnya kalau tidak semuanya berakhir. Nam Soon harus memastikan kalau Nam Soon tidak akan menyeret-nyeret Ha Kyung dalam masalah ini.
Dengan santai Nam Soon bertanya siapa yang menyeret Ha Kyung?
Ha kyung tersenyum tipis, dan menjawab kalau mau tidak mau Nam Soon harus mengakui, karena dialah anak-anak dikelas bisa tenang dan mau memberi Nam Soon kesempatan mengumpulkan uang.

(Ini mereka debat romantis lo..^^)

Ha Kyung melangkah pergi, dan kemudian Nam Soon berteriak agar Ha Kyung bisa jaga rahasia.



Kelas 2-2 seharusnya pelajaran olahraga, karena mereka semua memakai seragam olahraga, tapi tiba-tiba ada pengumuman kalau hari ini mereka bebas dan disuruh belajar sendiri-sendiri. Kalau mereka ribut maka mereka akan berurusan dengan guru Uhm.



Na Ri bertanya pada Hae Seon apa dia menunjukkan kartu laporan pada orang tuanya? Hae Seon bertanya apa gunanya? Na Ri menjelaskan kalau dia sudah menunjukkan pada ibunyua, tapi belum pada ayahnya. Dia sedikit takut dengan akhir pekan yang sebentar lagi datang, karena pasti ayahnya akan segera tahu.



Semua guru sedang rapat dipimpin oleh Jung Soo tentu saja. Jung Soo bertanya apa yang akan dilakukan Se Chan tentang ini? Se Chan sudah ingin menjawab, tapi In Jae memotongnya, dia berkata menyela kalimat Se Chan yang belum sempat keluar.
In Jae berkata kalau dia tidak ingin menimbulkan masalah lagi, setelah pengunduran dirinya diproses.

Kini ini giliran Jo Bong Soo yang memotong kalimat In Jae. Dia berkata terlepas dari masalah In Jae pergi atau tidak. Dia ingin membahasnya dengan lebih detail.



Im Jung Soo menjawab kalau tidak ada yang menyuruh In Jae pergi, itu adalah murni keinginannya. Bong Soo berkata kalau In Jae pasti punya alasan untuk itu.
Dae Woong kali ini ikut berpendapat kalau selama kelas anak-anak banyak yang memilih tidur atau melamun, mereka seolah tidak termotivasi untuk belajar.
Dae Woong berkata seperti itu agar Jung Soo tahu, kalau ini bukan kesalahan In Jae semata.



Kwon Nam Hee juga berkata kalau dia sendiri saja merasa berat dengan kelakukan para siswa yang selalu seenaknya. Guru lainnya juga berkata bahkan jika ada satu atau dua anak yang menunjukkan perubahan, itu adalah hal baik yang akan menjadi dorongan besar suatu saat nanti.



Bong Soo setuju dengan semua pendapat itu, dan melanjutkan untuk memicu perubahan, mereka harus bisa memeriksa terus menerus kelemahan murid-murid. Memberi nasihat pada mereka dari waktu ke waktu agar mereka mau berkelakuan baik. Dan juga mendorong mereka agar termotivasi untuk belajar. Semua itu jelas pekerjaan yang berat.

Nan Hee ikut berpendapat yang semakin membela In Jae. “Anak-anak akan berubah, ketika guru memberikan perhatian yang tak berujung pada mereka”

Dae Woong bertanya pada Jung Soo, apa Jung Soo tahu siapa yang mampu melakukan itu semua? Para guru menoleh kearah In Jae, seolah mengeaskan kalau jawabannya adalah Jung In Jae.
Bong Soo berkata kalau dia paham alasan guru Kang keluar jika guru Jung tidak ada. Alasannya adalah karena guru Jung sudah berhasil memenangkan hati anak-anak. Guru Kang mampu mengajar dan mengurus kelas dengan baik, sedang guru Jung mampu membuat anak-anak tenang dan menurut.



In Jae akhirnya berkata setelah dari tadi diam mendengar semua pujian para guru padanya. In Jae mengucapkan terima kasih pada mereka semua, tapi saat ini dia merasa kalau dia belum seperti yang para guru katakan.

Nan Hee bertanya apa disini ada orang yang bisa benar-benar sempurna? In Jae adalah guru yang sangat baik. In Jae hanya tidak menampilkannya seperti guru Kang.



Uhm Dae Woong kemudian berkata pada Jung Soo kalau dia ingin membuat permintaan resmi. Jung Soo bertanya apa itu?
Dae Woong berkata tarik kembali pengunduran diri guru Jung. Dae Woong dengan sangat tegas mengatakan hal itu pada Jung Soo.

“Apa yang anak-anak inginkan adalah guru Jung In Jae”

Guru lainnya juga meningatkan kalau anak-anak bahkan mengajukan keberatannya akan kepergian guru Jung.
Kwon Nam Hee menambahi kalu dia bisa melihat dengan jelas kalau kelas 2 sudah berubah sekarang. Nan Hee menjelaskan kalau bahkan Ha Kyung yang semula hanya fokus pada nilai saja sekarang sudah mulai memperhatikan sekitarnya, sudah mulai peduli pada temannya.

Soo Chul yang hanya diam sedari tadi, akhirnya bergeming juga dan berkata kalau para orang tua juga sudah mulai berubah sekarang ini.
Dae Woong meminta agar Jung Soo bisa membuat keputusan yang tepat.



Jung Soo bingung memikirkan semua. Pendapat para staf juga ada benarnya. Jung Soo akhirnya bertanya bagaimana dengan kontrak guru baru? Apa yang harus mereka lakukan? Dae Woong menjawab kalau dia sudah mencarikan tempat baru yang juga membutuhkan seorang guru sastra korea, dan guru itu tidak menolak.

Se Chan senang dan berkata kalau begitu keputusan sudah jelas bahwa guru Jung tetap ada di tengah-tengah mereka?

Jung Soo masih enggan untuk menerima, tapi kemudian Soo Chul berkata kalau Ibu Min Ki sendiri yang meminta ini. Jung Soo kaget. Bukankah selama ini ibu Min Ki adalah yang mati-matian menolak In Jae? Uhm Dae Woong membenarkan kata-kata Soo Chul, kalau Ibu Min Ki bahkan datang secara pribadi mengatakan padanya agar membiarkan In Jae tetap mengajar. Ibu Min Ki merasa In Jae adalah guru yang tepat untuk anaknya.

(Jujur aku terharu lo, semua bahkan ada di pihak In Jae. Termasuk Ibu Min Ki..^^)



Bong Soo mengajak In Jae bicara berdua. In Jae berkata kalau dia masih merasa belum yakin dengan semua ini. Dia merasa malu. Bong Soo berkata kalau semua guru hampir putus asa untuk membuat In Jae membatalkan keinginannya, sehingga mereka melakukan hal seperti tadi.
Bong soo berkata mungkin memang ada tempat yang lebih baik untuk In Jae diluar sana. “Walapun begitu..kupikir..akan lebih baik bagimu..kalau kau tetap bertahan dan berada disini sampai akhir”

In Jae mengangguk dan berkata kalau sejujurnya itu adalah yang juga ingin dia lakukan. Bertahan dan tetap disini. Tapi, dia sedikit ragu karena merasa tidak memenuhi syarat untuk melakukannya.

In Jae menjelaskan kalau baginya itu memang sedikit menyakitkan, dimana anak-anak menolak kehadirannya. Dan sangat memalukan karena dia kehilangan statusnya sebagai guru hanya karena dia tidak memiliki kemampuan. Itulah alasannya kenapa dia berikir bahwa dia tidak memenuhi syarat sehingga dia harus berhenti. “Namun, semakin aku melakukannya, semakin aku khawatir pada anak-anak. Masing-masing dari mereka selalu ada di pikiranku.”

Bong Soo menenangkan In Jae kalau anak-anak lambat laun akan melupakan kejadian ini, jadi In Jae tenang saja. Biarkan saja mereka memilih jalan hidup mereka, kita tinggal mengarahkan dan memberikan pilihan mana yang baik, dan mana yang buruk, agar anak-anak tidak salah melangkah.



Song Ha Kyung dan Lee Kang Joo sedang memilih makanan kecil sebagai salam perpisahan untuk In Jae. Kang Joo berkata kalau dia bahkan merasa sedikit gugup,padahal hanya membeli makanan. Dia bahkan masih tidak percaya kalau guru Jung benar-benar akan pergi. “Jika mesin waktu benar-benar ada, aku ingin kembali ketika waktu aku mengabaikannya”

Ha Kyung menenangkan Kang Joo dan berkata bukan hanya Kang Joo yang saat itu mengabaikannya, dia juga. Kang Joo berkata kalau sekarang Ha Kyung sudah banyak berubah. Ha Kyung kaget dan berkata apanya yang berubah?
Kang Joo menjelaskan kalau dulu belajar adalah satu-satunya yang Ha Kyung pikirkan, tapi sekarang Ha Kyung bahkan memiukirkan tentang guru.
Ha Kyung mengelak, dan berkata kalau guru Jung bukan sembarang guru, dia wali kelas mereka juga.

Tiba-tiba Kang Joo mengeluh dan berkata ini semua gara-gara Go Nam Soon, seharusnya mereka bisa mendapatkan yang lebih dari ini. Sebenarnya digunakan untuk apa uang itu oleh Nam Soon? Sepertinya Nam Soon tidak punya pengeluaran yang besar.
Ha Kyung menjawab apa Kang Joo pikir benar-benar Nam Soon yang menghabiskannya. Kang Joo jadi bertanya lalu siapa?
Ha Kyung sudah merasa kelepasan bicara, dan Kang Joo kembali bertanya apa Ha kyung tahu sesuatu yang tidak dia ketahui? Ha Kyung diam saja, dan Kang Joo semakin yakin kalau Ha Kyung menyimpan sesuatu darinya. Kang Joo marah dan bertanya bagaimana bisa Ha Kyung menyimpannya sendiri tanpa memberitahunya? Sejak kapan Ha Kyung main rahasia-rahasiaan dengannya?

Ha Kyung akhirnya berkata kalau ini tidak boleh ada yang tahu, apa Kang Joo bisa menutup mulutnya rapat-rapat? Kang Joo mengangguk cepat. Dan Ha Kyung kembali menegaskan kalau seluruh kelas tidak boleh tahu.
Kang joo mengiyakan.
Ha Kyung mendekatkan bibirnya ke telinga Kang Joo, dan berbisik menceritakan semua yang dia tahu dari Nam Soon.



Kang Joo berteriak keras saat mendengar yang Ha Kyung bisikkan tadi. Semua ternyata ulah Oh Jung Hoo. Kang Joo sudah ingin melabrak Jung Hoo, tapi Ha Kyung mencegahnya bahkan menutup mulut Kang Joo dengan tangannya agar tidak protes dan malah menyebabkan semuanya tahu.



In Jae ada di mejanya, menatap semua barang yang sudah dikemasinya. Dia terlihat sedikit ragu untuk mengeluarkan barang-barang itu dan menatanya kembali di meja.
Se Chan yang sudah bersiap ke kelas, melihat In Jae yang masih bengong menatap barang-barangnya. Se Chan kemudian bertanya apa In Jae tidak akan mausk ke kelas? In jae menjawab kalau sekarang dia jadi sedikit malu.
Se Chan dengan tersenyum mengejek, kalau In Jae kan bukan anak kecil lagi, kenapa harus pakai acara malu segala?
Se Chan mengatakan kalau apapun alasannya dia tidak akan pernah masuk ke kelas tanpa In Jae.



In Jae akhirnya berdiri dan Se chan memberikan buku kelas pada In Jae. In jae pun menerimanya.Se Chan berbalik dan sudah siap untuk mengajar, tapi tiba-tiba In Jae memanggil Se Chan, membuat Se Chan berhenti dan berbalik lagi. Se Chan sudah hampir protes dan berkata cepat masuk ke kelas. In Jae tersenyum manis dan mnegucapkan terima kasih pada Se Chan. (Deg-deg plas pasti Se Chan nih liat senyum In Jae..haha..ngayal..^^)

Se Chan pura-pura tidak mengerti dan bertanya apa itu? Kemudian dia berkata kalau maksudnya adalah, mulai sekarang In Jaelah yang harus melakukan smeua pekerjaan kotor yang bersangkutan dnegan anak-anak. Se Chan pun tersenyum dan melangkah pergi.



Se Chan masuk ke kelas melalui pintu belakang, dan Jung Hoo serta Yi Kyung merasa aneh melihatnya. Se Chan pun bertanya apa yang mereka lihat? Semua anak bahkan menoleh ke belakang sehingga Se Chan menyuruh mereka untuk melihat ke depan.
Dan taraaaa….berdirilah In Jae di depan mereka.



Han Young Woo tersenyum senang melihat In Jae. (Masih saja lucu nih cowok..^^)
Ki Deok dan Joong Hyun juga bergaya lucu saking sneangnya melihat ada In Jae.



In Jae meminta mereka semua untuk diam dan tenang. In Jae berkata kalau mulai hari ini dia sekali lagi menjadi guru wali kelas mereka.
Kang Joo yang pertama histeris dan berteriak “Sungguh?”



Ha Kyung, Nam Soon dan Heung Soo juga tersenyum karenanya.



In Jae meminta mereka semua untuk tenang, dan memastikan mereka untuk menyuiapkan otak mereka, karena pelajaran akan dimulai.
Anak-anak yang semula bahagia, mulai mengeluh lagi.

Tiba-tiba masuklah guru Jo. Dia bertanya bisakah In Jae dan Se Chan membantunya? Bong Soo berkata karena olahraga tidak bisa dilakukan di sore hari, jadi dia berfikir untuk membuat kelas jadi semangat. Apakah dua wali kelas tidak keberatan?
Eun Hye dan Kyung Min sama-sama menolak, dan meminta untuk dilakukan di waktu berikutnya saja. Jangan sekarang.
Bong Soo tiba-tiba berkata kalau In Jae dan Se Chan juga harus mengikutinya?



Mereka semuapun akhirnya berpindah tempat ke ruang olahraga. Di tempat itu, Bong Soo menjelaskan kalau mereka akan melakukan permainan dodgeball. Permainan ini dilakukan dengan cara memilih pasangan main kita, dan berusaha melinduli pasangan kita dari lemparan bola lawan. Setiap pasangan tidak boleh melepaskan diri dari pasangannya, kalau sampai terlepas berarti mereka gagal.



In Jae dan Se Chan lah yang menentukan siapa pasangan mereka semua.
Dimulai dari Ki Deok yang berpasangan dengan Joong Hyun. Mereka pun senang karena bisa bersama.



Yang kedua adalah Na Ri dan Hae Seon, yang juga bersahabat. Min Ki berpasangan dengan Young Woo.
Lalu Go Nam Soon dengan siapa lagi kalau bukan Park Heung Soo..(Emang Soulmate ih mereka..^^)

Wajah Heung Soo langsung tanpa ekspresi..
LOL



Yi Kyung yang ada di belakang menunjuk pada In Jae dan Se Chan agar memilih Jung Hoo dengan Ji Hoon. Ini trik Yi Kyung agar paling tidak mereka bisa berdamai kembali. In Jae yang melihatpun menyetujuinya.



Permainanpun hampir dimulai. Yi Kyung terlihat berpasangan dengan Kyung Min, padahal mereka pernah bentrok sebelumnya. Ingat kan waktu Kyung Min marah karena Jung Hoo kembali ke sekolah lalu Yi Kyung merasa tidak terima dan siap memukul Kyung Min dengan meja.?
Di episode ini mereka berpasangan dalam bermain dodgeball. Sebenarnya ini terjadi tidak sengaja, karena memang cuma ada mereka berdua yang tersisa, sehingga Se Chan akhirnya memutuskan mereka untuk berpasangan.
Mereka tentu menolak dan marah-marah sendiri.



Bong Soo menjelaskan agar mereka tidak boleh melepaskan pasangan mereka dan memegangnya dengan erat. Kalau sampai terlepas maka mereka dinyatakan gagal. Bong Soo juga menyuruh agar Se Chan dan In Jae ikut main, dan berpegangan tangan dengan erat.
Tentu saja mereka berdua kaget. Anak-anak malah tertawa melihat dua guru wali kelas mereka jadi salah tingkah.



Akhirnya mau tidak mau, In Jae dan Se Chan pun berpegangan tangan untuk ikut bermain. Anak-anak bersorak-sorai melihatnya.



Permainanpun dimulai. Bola dilempar Bong Soo mengenai Se Chan yang langsung menangkapnya untuk melindungi In Jae. In Jae di belakang Se Chan berpegangan pada pinggang Se Chan untuk menghindari bola.



Bola ada ditangan Min Ki, dan Min Ki siap melemparnya kearah Jung Hoo. Jung Hoo dan Ji Hoon masih terlihat canggung. Jung Hoo melempar bola dengan keras dan hampir mengenai Kyung Min. Kyung min mencoba lari menghindar tapi Yi Kyung meraih tangannya, agar tidak terlepas dengan dia. Mereka kan berpasangan dan aturannya tidak boleh terlepas. Kyung Min kaget dan salah tingkah sehingga dia melepas tangan Yi Kyung. Tapi mereka berpegangan lagi, dan Yi Kyung siap melempar bola.



Ha Kyung tentu berpasangan dengan Kang Joo. Se Chan terlihat melindungi In Jae.



Nam Soon mendapat bola dengan Heung Soo dibelakangnya yang hanya memegang ujung seragam Nam Soon. Nam Soon akhirnya melempar bola ditangannya. Ha Kyung tanpa sengaja melempar bola dengan keras kearah Min Ki, yang akhirnya mengenai bagian vital Min Ki. Min Ki pun kesakitan, dan jadi malu. Begitu juga Ha Kyung. Dia malah tertawa melihat Min Ki mengaduh kesakitan pada bagian “itunya”
LOL



Mereka bermain dengan senang. Suasanapun jadi ramai karena mereka saling tertawa. Bahkan guru Jo pun ikut tersenyum senang melihat anak-anak yang bisa tertawa lepas.



Anak-anak sudah lelah dan akhirnya menghentikan permainan. Kang Se Chan dan jung In Jae membelikan makanan untuk mereka semua. Mereka tentu senang dan tidak menolak. (Iyalah gratis..^^)

Mereka makan sambil terus bercanda, terlihat Jung Hoo yang akan menyuapi Yi Kyung. Ji Hoon yang melihat juga ingin sehingga dia membuka lebar mulutnya. Tapi Jung Hoo menarik makanannya dan memakannya sendiri.

(Jung Hoo itu baik kan ternyata, walaupun Yi Kyung sudah punya jatah sendiri, tapi dia tetap memberikannya punyanya pada Yi Kyung, disuapin bahkan..^^)



Setelah selesai anak-anakpun keluar dari ruang olahraga dan In Jae masih smepat mengingatkan mereka untuk tidak melarikan diri karena mereka masih ada sesi selanjutnya untuk belajar.



Nam Soon adalah yang terakhir keluar, dia berkata kalau hal bagus melihat In Jae kembali lagi. Dia tidak pernah gugup karena hal apapun, tapi saat In Jae mengatakan akan pergi dia benar-benar merasa gugup. In Jae tersenyum mendengar pengakuan muridnya itu.



In Jae akhirnya kembali lagi menjadi guru wali kelas 2. Tentunya masih didampingi dengan Se Chan. Mereka dan semu siswa kelas 2-2 bermain dodgeball di ruang olahraga. Penuh tawa dan canda bersama. Suasana hangat dan ramai pun tercipta. Saat-saat yang menyenangkan.

Se Chan masih berada di ruang olahraga. Sedangkan semua anak-anak sudah berhamburan keluar setelah menghabiskan makanan mereka.
Jo Bong Soo juga masih ada disana.
Se Chan dan guru Jo pun duduk bersama.



Guru Jo tiba-tiba bertanya tentang keinginan Se Chan berhenti. Apakah Se Chan benar-benar berniat seperti itu? Se Chan terdiam sebentar lalu menjawab membenarkan pertanyaan guru Jo tersebut.
Guru Jo bertanya lagi, apa sesederhana itu pemikiran Se Chan? Bagaimana bisa Se Chan menjadi guru jika berfikir sesingkat itu?
Se Chan sambil terus menunduk menjawab “Aku berfikir kalau aku..masih belum cocok..menjadi guru dan guru wali kelas.”

Guru Jo merubah posisinya menghadap Se Chan dan berkata “Se Chan”
Se chan pun menoleh mendengar panggilan gurunya itu yang begitu lembut.

Guru Jo melanjutkan kalimatnya “Ada orang-orang yang semacam itu, tapi mereka toh tetap seorang guru.”

Guru Jo kemudian tersenyum, dan Se chan menunduk lagi. Merasa malu mungkin karena apa yang guru Jo katakana adalah benar. Mungkin banyak yang berfikir sepertinya, merasa belum pantas atau layak menjadi guru bahkan guru wali kelas, tapi toh kenyataannya dia tetap seorang guru.



Saat kelas usai, Nam Soon, Heung Soo dan Jung Hoo Cs sedang bersama. Mereka sepertinya membahas bagaimana caranya melunasi uang yang sudah mereka pakai di dalam celengan babi pink itu.
Nam Soon bertanya apakah mereka bisa menemukan pekerjaan paruh waktu? Ji Hoon menjawab kalau dia sudah mencari di beberapa tempat melalui online, tapi bayarannya yang tidak cukup.
Jung Hoo kemudian bertanya pada Yi Kyung apa ada pekerjuaan paruh waktu yang bisa menghasilkan banyak uang? Yi Kyung menjawab dengan polosnya bagaimana dia bisa tahu?

Nam Soon berkata kalau dia akan melihat dulu di beberapa tempat. Mereka juga harus melakukannya dan memastikan membawa uang itu hari senin nanti.



Jung Hoo Cs mencoba memasuki beberapa rumah makan dan menawarkan jasa mereka padanya. Terlihat kalau hanya Yi Kyung dan Ji Hoon yang beramah tamah dengan pemilik restoran sedangkan Jung Hoo ogah-ogahan menunggu mereka. Jung Hoo keluar lebih dulu karena merasa pemilik restoran menolak mereka. Yi Kyung dan Ji Hoon pun segera menyusul.
Ji Hoon berkata kalau lebih baik mereka menunggu karena pemilik tadi berjanji akan menghubungi mereka.
Jung Hoo berkata ketus kalau itu tandanya mereka ditolak, apa Ji Hoon tidak bisa tahu dengan jelas maksud pemilik tadi?



Jung Hoo segera meninggalkan mereka, sedang Yi Kyung malah bertanya pada Ji Hoon apa ada yang salah dengan penampilannya sehingga mereka ditolak (ga kok bebh..kamu cakepnya sampe ke pori-pori dah..^^)



Mereka tidak menyerah dan mencoba lagi di tempat lain, tapi sepertinya hasil yang mereka dapatkan sama seperti tadi. Yi Kyung bahkan dengan kesal melepas kertas yang ditempel toko itu




Masih belum patah semangat mereka pindah ke pom bensin (Kayak tempat Nam Soon dulu kerja deh..^^)
Disana Jung Hoo mengeluh tentang bayaran anak SMA yang hanya 4 dolar.



Akhirnya mereka bekerja disebuah restoran sebagai pelayan disana. Terlihat pengunjung di restoran itu sangat ramai. Yi kyung mencoba dengan ramah melayani pelanggan yang datang. Dia terlihat sangat terlatih mengumpulkan piring-pring kotor bekas makan para pengunjung yang datang.



Jung Hoo tentu saja ikut bekerja disana. Dia sama seperti Yi Kyung, mengumpulkan piring-piring kotor. Kemudian ada salah satu pengunjung pria yang memanggil Jung Hoo untuk membersihkan mejanya. Jung Hoo pun menghampirinya,walau dengan sedikit enggan. Dia tidak terbiasa disuruh-suruh seperti ini.



Lalu tanpa sengaja saat Jung Hoo mencoba mengambil piring kotor dimeja pria itu, dia mengenai lengan baju sang Pria dengan sisa sambal di piring yang Jung Hoo ambil.
Sang Pria langsung berdiri dan marah karena keteledoran Jung Hoo. Jung Hoo dengan sok hanya membungkukkan kepalanya sedikit tanpa mengucap maaf atau hal lainnya.



Saat Jung Hoo akan melangkah pergi, sang Pria semakin marah karena menganggap Jung Hoo tidak sopan. Pria itu meminta Jung Hoo melakukannya dengan benar bukan asal seperti tadi. Sama sekali tidak menghormati.
Jung Hoo mencoba untuk tidak peduli, dan tetap akan pergi. Tapi sang Pria memegang tangan Jung Hoo agar berhenti. Mungkin karena pria itu sedikit keras dan seolah menarik tangan Jung Hoo, maka terlepaslah piring yang Jung Hoo pegang.
Suara piring yang pecah membuat susasa restoran menjadi gaduh.
Para pengunjung pun menoleh kearah mereka.



Jung Hoo marah dan mendekati pria itu. Si Pria juga semakin emosi. Pria itu bahkan mendorong Jung Hoo dan menyebutnya bajingan kecil. Jung Hoo kesal dan kemudian menendang kursi, pengunjung pun semakin dibuat takut karenanya. Jung Hoo berkata pada pria itu agar dia melihat baik-baik bajingan kecil ini.
Si Pria mulai gentar dan berkata kalau ternyata Jung Hoo adalah preman kecil, dan berani-beraninya melotot padanya. Apa ibu Jung Hoo mengajarinya hal seperti ini?

Jung Hoo yang semakin kesal karena memmbawa-bawa nama ibunya, semakin melotot tajam pada sang pria. Kemudian tanpa disangka-sangka Jung Hoo menjatuhkan sisa piring yang masih dipegangnya.
Semua pengunjung tentu pada kaget.



Yi Kyung dan Ji Hoon melihat yang Jung Hoo lakukan, dan sedikit khawatir karena mereka kan baru saja mendapatkan pekerjaan itu. Manager restoran datang ada bertanya ada apa? Setelah melihat semuanya dia meminta maaf pada pengunjung dan berkata akan memberihkan smeuanya.
Sedang Jung Hoo sudah pergi meninggalkan tempat itu.



Sang Manager langsung mengejar Oh Jung Hoo, begitu juga dengan Yi Kyung dan Ji Hoon. Yi Kyung bilang harusnya Jung Hoo mematuhi pelanggan itu tadi, sehingga tidak menimbulkan masalah seperti ini. Jung Hoo berkata apa Yi Kyung gila, kenapa dia harus melakukan hal itu? Jung Hoo berkata kalau ini bukan salahnya, baju pelanggan itu tidak terkena sama sekali, jadi kenapa dia harus disalahkan? Yi Kyung masih mencoba untuk mengajak Jung Hoo kembali, tapi Jung Hoo membentak Yi Kyung dan berkata kalau manager tadi sudah menyuruhnya pergi dan tidak akan membayar untuk semua yang sudah dirusakkannya.

Jung Hoo mengalihkan pandangannya pada Ji Hoon dan berkata Ji Hoon bisa lihat sendiri sekarang, setelah orang-orang itu melihat mereka. Mereka hanya akan dianggap rendah dan menginjak-nginjak mereka. Jung Hoo tetap akan pergi dan untuk siapa yang mau ikut, silakan ikut, tapi kalau tidak silakan kembali mengumpulkan piring kotor didalam.

Yi Kyung memegang tagan Jung Hoo saat dia akan beranjak pergi, Jung Hoo melihatnya. Yi Kyung bertanya apa yang akan Jung Hoo lakukan? Tanpa menjawab Jung Hoo menyentakkan tangan Yi Kyung yang memegangnya sehingga pegangan itupun terlepas.



Manager yang melihat Yi Kyung dan Ji Hoon memanggil mereka berdua dan bertanya apa mereka tidak segera masuk ke dalam? Mereka berdua pun menoleh ke belakang, dan tetap memilih untuk tidak mengikuti Oh Jung Hoo.



Hari seninpun tiba.
Nam Soon sudah bersiap untuk berangkat sekolah.
Dia menghitung uang yang ada di kotak simpanannya. Dia berfikir, apakan akan mengambil semua atau menyisihkannya sedikit untuk keperluannya nanti.

Kemudian Nam Soon memutuskan menelepon ayahya, mungkin ayahnya bisa mengirimkan uang untuknya.
Nam Soon bertanya kapan ayahnya akan pulang?
Sepertinya ayah Nam Soon menjawab kalau dia masih belum akan pulang dalam waktu dekat ini, sehingga Nam Soon menjawab baiklah. Dia juga berkata kalau dia masih punya uang untuk hidup. Nam Soon sepertinya enggan untuk mengatakan kalau dia sedang butuh uang saat ini. Mungkin ayahnya juga sedang sulit disana. Dia beralasan menelpon ayahnya karena hanya ingin tahu kabar ayahnya saja. Dia juga berpesan agar ayahnya juga tidak terlalu banyak minum alcohol.

Nam Soon sudah siap berangkat, namun kemudian dia menghentikan langkahnya, dia menuju kotak penyimpanan uangnya, dan mengambil semua recehan yang awalnya dia sisakan untuk kebutuhannya nanti.
Kosonglah kotak penyimpanan uang Nam Soon.



Na Ri yang sudah hampir memasuki gerbang sekolah, dikejutkan oleh Hae Seon yang tiba-tiba datang merangkul pundaknya. Hae Seon pamer ponsel baru yang dia miliki. Hae Seon berkata bukankah ini menakjubkan?
Na Ri kemudian menunjukkan ponselnya yang biasa saja dan berkata ini lebih mencengangkan kan?

Hae Seon terkejut dan bertanya bagaimana bisa ponsel Na Ri berganti biasa seperti itu?
Na Ri menjawab kalau ayahnya melempar ponselnya dan akhirnya dia hanya mendapat ganti ponsel yang biasa seperti ini. Itu karena ayahnya melihat hasil raportnya.

Hae Seon juga berkata kalau ayahnya sudah melihat hasil raportnya. Tapi dia kemudian menangis dan bilang pada ayahnya ini snagat mengerikan, sehingga orang tuanya tidak mempermasalahkannya lagi.



Na Ri heran dan tidak percaya. Dia kemudian bertanya lalu bagaimana bisa Hae Seon mendapatkan ponsel sebagus itu? Hae Seon menjawab kalau dia berjanji pada ayahnya jika dia akan meningkatkan nilai, asal dibelikan ponsel ini. Na Ri berkata kalau dia benar-benar iri dibuatnya.
Hae Seon berkata kalau dia akan bermain dengan Na Ri sepanjang hari dengan permainan yang ada di ponselnya.
Hae Seon melangkah meninggalkan Na Ri yang sedang bertanya apakah matanya terlihat bengkak? Hae Seon tidak menjawab dan malah sibuk dnegan gamesnya.



Di dalam kelas, Hae Seon kembali pamer dengan teman-temannya tentang ponsel baru yang dia punya. Dia seolah tidak peduli dengan Na Ri sahabatnya itu. Na Ri hanya melihat saja dari mejanya dengan tatapan iri, karena mereka punya ponsel yang bagus-bagus. Kemudian dia menatap ponselnya yang biasa saja, lalu menaruhnya kedalam laci. Na Ri pun merebahkan kepalanya di meja, frustasi.



Ha Kyung tiba-tiba teringat kalau hari ini Senin dan Nam Soon harus mengembalikan uang denda keterlambatan yang dipakainya. Ha Kyung berdiri, dan kemudian menoleh ke meja Nam Soon. Nam Soon pun melihat Ha Kyung. Mereka hanya saling menatap, tapi Nam Soon seolah tahu kalau Ha Kyung ingin mengajaknya bicara. (Romantis gila..^^)



Saat Nam Soon akan melangkah keluar, dia berpapasan dengan Ji Hoon dan Yi Kyung yang masuk ke kelas. Tapi Nam Soon tidak peduli, dan terus melangkah keluar karena Ha Kyung menunggunya.



Saat sudah diluar kelas, Nam Soon sedikit kikuk. Ha Kyung hanya diam saja, kemudian Nam Soon berdehem, dan mengeluarkan amplop di dalam saku seragamnya.
Nam Soon berkata dengan sedikit malu kalau dia masih kurang 100 dolar.

Ha Kyung mengeluh tidak percaya. Dia berkata 5 orang selama 2 hari tapi masih saja kurang. Apa mereka berlima menggunakan kepala bukan tubuh mereka? Nam Soon menjawab kalau dia berjanji sebelum akhir kelas uangnya sudah terkumpul semua.




Ha Kyung memejamkan matanya, setres karena ulah Nam Soon dan yang lain. Dia kemudian mengeluarkan uang di sakunya dan berkata kalau dia akan menambahkan uang itu, dan segera mengambil amplop yang Nam Soon pegang dan memasukkan uang itu kedalamnya. Nam Soon sendiri diam saja tanpa protes saat Ha Kyung menyerahkan kembali amplop itu padanya.



Nam Son pun masuk ke kelas, tapi saat dia menuju bangkunya, Joong Hyung menghentikan Nam Soon dan bertanya apa Nam Soon duah mengumpulkan uang itu?
Seorang lainnya merasa diingatkan kalau ini adalah Senin, dan langsung bertanya pada Ha Kyung, apa Ha Kyung sudah mendapatkan uangnya? Kang Joo yang mendengar itu ikut merasa cemas.



Nam Soon menjawab kalau uang yang dia kumpulkan masih kurang sedikit. Heung Soo yang mendengar pengakuan Nam Soon memejamkan matanya, merasa sepertinya keadaan tidak akan bertambah baik. Nam Soon berjanji kalau sore ini dia akan mengumpulkan sisanya.



Kyung Min kemudian ikut bicara kalau Ha Kyung pasti akan bertanggung jawab tentang hal ini. Eun Hye juga tidak mau ketinggalan, dia berkata kalau bukankah Ha Kyung pasti sudah ikut membantu Nam Soon dengan memberikan uangnya?



Ki Deok mendekati Heung Soo dan berkata apa Heung Soo Hyungnim merasa marah?
Nam Soon sendiri yang sudah duduk di bangkunya langsung merebahkan kepala di meja.



Jung In Jae sedang melihat absen siswa di ruangannya. Dia kemdian beralih ke ponselnya,dan menulis SMS untuk Jung Hoo. “Jung Hoo, apa kau masih tidur?”

Tiba-tiba masuklah Na Ri dan langsung mendekati Se Chan. Na Ri menyerahkan dokumen perencanaan karir yang disuruh ayahnya agar diberikan pada Se Chan.
Se Chan menelitinya, dan kemudian bertanya apa Na Ri punya ide akan masuk kemana nanti?
Na Ri menjawab kalau dia ingin masuk teater. Dia kemudian menjelaskan, kalau dia pernah menjadi aktris anak sejak umur 8 tahun, dan selama 3 tahun dia berakting drama setiap hari. Na Ri bertanya apa Se Chan tidak pernah melihatnya di TV?
Se Chan sedikit bingung dan berkata kalau dia jarang melihat TV.

Na Ri kemudian bertanya bagaimana menurut Se Chan? Pengalamannya sudah cukup kan untuk masuk Teater dan Studi Film?
Se Chan menjawab tidak mungkin.



In Jae ikut bertanya kenapa Na Ri tertarik masuk Teater dan Studi Film? Na Ri menjawab kalau seperti yang dia bilang tadi, dia adalah seorang aktris anak.
Se Chan kemudian bertanya apa seperti itu yang akan Na Ri katakan pada wawancara masuk kerja nanti? Apalagi pengalaman Na Ri sudah terlalu lama, jadi tidak masuk hitungan.

In Jae mulai kesal, karena Se Chan selalu mematahkan semagat anak-anak. Se Chan tidak peduli, dan melanjutkan kata-katanya, kalau dari nilai yang dia lihat, Na Ri tidak akan bisa masuk dimanapun. Jadi cara yang tepat, Na Ri harus meningkatkan nilainya dulu.



Setelah Na Ri keluar dari ruang guru, In Jae menatap Se Chan dengan kesal. Se Chan jadi salah tingkah dan menjawab kalau dia hanya berfikir realistis saja.



Suasana kelas ramai, karena memang ini jamnya istirahat. Mereka sudah bersiap makan siang. Terlihat Hae Seon masih asik dengan ponsel barunya, dan teman-teman yang mengerubunginya. Na Ri yang habis dari ruangan Se Chan, terlihat lesu. Dia duduk di bangkunya dan melihat ke meja Hae Seon yang sedang asik main games di ponsel barunya.
Na Ri berkata pada Hae Seon agar mau bicara dengannya, dia butuh teman saat ini. Hae Seon menjawab tunggu dulu sebentar tanpa mengalihkan pandangannya pada Na Ri, dan terus terpaku di ponselnya.

Na Ri kecewa, tapi dia mencoba lagi dengan berkata kalau sekarang perasaannya sedang kacau, jadi temani dia bicara.
Hae Seon masih menjawab dengan cuek dan berkata tunggu sebentar. Dia tetap asik bermain games yang ada di ponselnya.

Na Ri mencoba lagi dengan bertanya apa Hae Seon tidak akan makan siang? Hae Seon lagi-lagi menjawab tunggu sebentar.
Hae Seon masih menjerit-jerit senang karena permainan gamesnya.



Na Ri memutuskan keluar. Dia duduk sendiri di halaman sekolah sambil melihat ponselnya. Dia sangat sedih karena Hae Seon sahabat baiknya bisa melupakannya hanya karena sebuah ponsel. Padahal saat ini perasaannya sedang kacau, dan butuh teman untuk bicara.



Di lain tempat, Hae Seon terlihat sedang menikmati makan siang dengan teman-teman barunya tadi. Kelompok Ga Eun yang kerjanya cuma berdandan saat jam pelajaran. Hae Seon bahkan lupa pada Na Ri.
Na Ri yang kebetulan baru masuk ke ruang makan, melihat ke meja dimana Hae Seon sedang bercanda bersama teman-temannya.
Na Ri semakin kecewa, dan membalikkan badannya melangkah pergi.



Nam Soon , Heung Soo, Ji Hoon dan Yi Kyung ada di halaman sekolah. Yi Kyung berkata kalau kalau Jung Hoo tidak mengangkat teleponnya. Heung Soo bertanya pada Nam Soon berapa yang kurang? Nam Soon menjawab 70 dolar. Ji Hoon bertanya dimana lagi mereka bisa mendapatkan uangnya? Nam Soon menjawab, kalau dia tahu mana mungkin dia masih ada di sini?

Yi Kyung mengusulkan agar mereka jujur saja pada In Jae atau Se Chan. Kemudian mereka bisa meminta guru Jung untuk membantu mereka melunasi sisanya.
Nam Soon menjawab, kalau Yi Kyung pasti sudah tidak waras.
Kemudian dengan konyolnya Yi Kyung berkata kalau dia bisa medapatkannya dengan malak. Berikan waktu satu jam saja, maka dia bisa mendapatkan 30 dolar.
Heung Soo menolak itu.
Yi Kyung berkata lagi, kalau mereka cuma diam seperti ini, apa uang akan jatuh dari langit?
(Jadi lebih baik malak ya..?Haha LOL..^^)

Nam Soon berkata lebih baik kita gunakan otak kita. Yi kyung bertanya “Kita?” (Elo aja kalii…haha..^^)
Yi Kyung bertanya seperti itu seakan menegaskan bukankah mereka berempat tidak memiliki otak..LOL



Na Ri yang ada di kelas, mencoba menulis surat untuk Seon. Kalau bicara tidak bisa, mungkin Seon akan membaca suratnya.

“Seon, aku tidak berfikir bisa pergi ke pelajaran terbuka. Haruskan dia kembali lagi ke akademi sekarang? Dalam hal appaun, kau rasanya marah sampai mau mati. Aku menyayangimu Seon.”

Na Ri melipat suratnya dan menyelipkan di buku pelajaran Hae Seon.



Masuklah Hae Seon yang langsung duduk di kursinya, dia masih terlihat bercanda dengan kelompok Ga Eun.
Na Ri mencoba mengatakan pada Hae Seon agar membaca suratnya.
Hae Seon siap membuka surat itu, tapi kemudian teman Ga Eun datang lagi dan bertanya bagaimana Hae Seon menyelesaikan games yang ini? Hae Seon pun lebih tertarik dengan permainan itu daripada membaca surat Na Ri.
Kemudian masuklah Joong Hyun, yang memberitahu kalau sekarang saatnya pelajaran olahraga, sehingga anak-anak harus bersiap ganti baju dan segera ke lapangan.



Semua anak berhamburan keluar kelas termasuk Hae Seon, tinggallah Na Ri sendirian disana. Hae Seon lagi-lagi tidak mempedulikannya. Surat Na Ri pun tidak sempat dibaca oleh Hae Seon, membuat Na Ri mengambilnya kembali. Meremas kertas iru dan membuangnya di laci meja.



Semua sudah berganti seragam olahraga, termasuk Heung Soo dan Nam Soon. Ki Deok senang dan berteriak kalau akhirnya mereka bisa main sepak bola.
Nam Soon melihat Heung Soo yang keluar kelas.
Wajah Heung Soo berubah begitu mendengar kalau olahraga kali ini adalah sepak bola. Kata-kata itu berhasil membuatnya terpaku beberapa detik di tempat. Dia tahu, kalau sepak bola sudah tidak bisa dia sentuh walapun seberapa besar keinginannya.
Tiba-tiba Heung Soo teringat kembali akan kaki Nam Soon yang menginjak dengan sekuat tenaga kakinya di malam itu. Luka itu membuatnya tidak bisa bermain sepak bola lagi.



Nam Soon sendiri juga tidak seriang Ki Deok dan teman lainnya yang bisa bermain sepak bola, dia tahu Heung Soo akan bersedih mendengar kata-kata itu. Diapun tahu, kalau penyebab Heung Soo tidak bisa bermain sepak bola seperti dulu adalah karenanya.



Heung Soo berbalik dan menatap Nam Soon, dia berkata agar Nam Soon tidak membuat ekspresi seperti itu. Nam Soon yang dari tadi menunduk, berusaha melihat Heung Soo. Heung Soo mengatakan agar Nam Soon tidak seperti itu. Nam Soon menjawab kalau hal speerti ini mengganggunya. Apa yang bisa dia lakukan untuk itu?”Aku bahkan tidak bisa menelan atau meludah”

Heung Soo menjawab kalau begitu jangan membuatnya terlihat jelas, berpura-puralah.



Heung Soo melangkah masuk ke kelas kembali, Nam Soon mengikuti di belakangnya. Heung Soo yang tahu Nam Soon ikut masuk, kembali berbalik dan menghadap Nam Soon. Dia mengulanginya dengan jelas agar Nam Soon berpura-pura dengan baik. Dia tidak akan masuk ke kelas, kalau Nam Soon tidak segera pergi. Nam Soon segera mengangguk.



Heung Soo langsung menuju bangkunya. Dia merebahkan kepalanya di meja, dan terlihat sedih. Heung Soo pun mencoba memejamkan matanya agar bisa melupakan semua.
Tapi Heung Soo tidak bisa. Dia membuka matanya kembali, berdiri dan melangkah.



Hae Seon terlihat tidak menggandeng Na Ri, dia tertawa bahagia dengan yang lainnya. Lalu terlihat Na Ri, yang tidak mengganti seragamnya, Hae Seon yang melihat Na Ri segera memanggilnya. Na Ri pun berhenti.




Hae Seon segera menghampirinya dna bertanya kemana Na Ri akan pergi? Na Ri menjawab kalau dia izin pulang.
Hae Seon bertanya apa Na Ri sakit? Na Ri menjawab kalau dia sedikit mual. Hae Seon berkata kalau begitu Na ri harus pulang dan tidur nyenyak.
Setelah mengatakan itu, Hae Seon kembali pergi dna meninggalkan Na Ri.
Na Ri hanya memandang kepergian Hae Seon dengan pandangan tidak percaya.
Na Ri benar-benar kecewa.



Jung Hoo kemudian datang setelah pelajaran Olahraga usai. Yi Kyung langsung mendekat dan bertanya kapan Jung Hoo datang? Jung Hoo menjawab kalau dia datang lebih awal. Ji Hoon bertanya Jung Hoo habis dari mana saja?
Jung Hoo mengeluarkan uang di saku celananya dan menaruh di meja dengan memukul meja, sehingga menarik perhatian anak-anak lain di kelas. Jung Hoo berkata kalau dia habis cari uang.

Yi Kyung kaget karena semua siswa memandang mereka, dia segera mengambil uang Jung Hoo, dan berpura-pura itu uang permainan Jung Hoo, dan memasukkannya kebalik saku seragam Jung Hoo. Lalu mengajak Jung Hoo keluar kelas.



Yi Kyung langsung menelpon Nam Soon dan berkata kalau Jung Hoo sudah datang. Yi Kyung kembali bertanya apa Jung Hoo benar-benar punya uang? Jung Hoo mengeluarkan uang di sakunya tadi dan menjawab ini kan uang. LOL
Yi Kyung bertanya darimana Jung Hoo mendapatkannya? Jung Hoo menjawab kenapa Yi Kyung peduli?



Datanglah Nam Soon dan heung Soo. Yi Kyung langsung memberikan uang itu pada Nam Soon. Nam Soon juga menanyakan dimana Jung Hoo mendapatkan uang ini? Jung Hoo membentak dan berkata ambil saja. Kenapa malah menanyakannya? Nam Soon emngulanginya lagi, dan Jung Hoo kembali berkata “Uang ya uang!”
Jung Hoo langsung pergi dan Yi Kyung menyuruh Nam Soon untuk segera membayar denda keterlambatan. Biar lain waktu saja mereka menanyakannya kembali pada Jung Hoo.



Nam Soon dan Heung Soo saling berpandangan. Nam Soon seolah meminta pendapat Heung Soo. Mata memang saling bicara yak..^^



Nam Soon segera masuk ke kelas, dan berdiri di depan. Dia berkata kalau dia akan mengembalikan denda keterlambatan. Uangnya sudah cukup sekarang. Nam Soon menyerahkannya pada Ha Kyung. Dan Ha Kyung dengan senyum bertanya apa sudah semuanya?



Temannya Ki Deok langsung memuji Nam Soon dnegan berkata kalau Nam Soon benar-benar mampu. Ha Kyung berkata kalau jumlahnya pas, dan saat Eun Hye ingin ikut melihat isi di dalam amplop, Ha Kyung menariknya menjauh.



Kang Joo berdiri dan berkata kalau kali ini Nam Soon bisa dimaafkan, tapi jangan sampai Nam Soon mengulanginya lagi. Nam Soon mengucapkan terima kasih untuk itu.



Shin Hae Seon memecah kegaduhan anak-anak karena uang denda sudah kembali. Dia bertanya apa ada yang melihat ponselnya? Heung Soo kaget, begitu juga Kang Joo.
Ki Deok mendekati Hae Seon dan bertanya bukankah itu baru? Hae Seon mengeluh dan bertanya apa yang harus dia lakukan? Itu jelas masih ada saat kelas guru Jung. Dia yakin ayahnya pasti marah dan akan membunuhnya kalau tahu tentang ini.
kang Joo dan yang lainnya seolah kaget karena berita hilangnya ponsel Hae Seon.



Eun Hye langsung berkata kalau ini sangat kebetulan. Ha Kyung langsung menoleh kearah Eun Hye. Eun Hye kembali berkata kalau ponsel Hae Seon hilang tepat saat Nam Soon berhasil mengumpulkan denda keterlambatan.
Ha Kyung dan Kang Joo jelas kesal mendengarnya.



Jung Hoo masuk ke kelas, dan semua memandang kearahnya, mengira-ngira apa mungkin Jung Hoo yang mencuri ponsel Hae Seon. Jung Hoo merasa heran dengan semua tatapan teman-temannya itu. Yi Kyung pun ikut memandang Jung Hoo.



Ha Kyung mengajak Nam Soon bicara berdua di tempat yang sepi. Ha Kyung berkata kalau dia tidak meragukan Nam Soon, tapi darimana Nam Soon mendapatkan sisa yang kurang tadi pagi? Nam Soon menjawab kalau Oh Jung Hoo yang membawa padanya. Ha Kyung bertanya lagi, dimana Jung Hoo mendapatkannya? Nam Soon menjawab kalau dia sendiri tidak tahu dimana Jung Hoo mendapatkannya.
Ha Kyung hampir berkata menuduh Jung Hoo, tapi Nam Soon memotong perkataan Ha Kyung dan menjelaskan kalau Jung Hoo sudah berubah. Ha Kyung bertanya “Sungguh?”
Nam Soon mengangguk tanda iya.



Kang Joo dan Ha Kyung sama-sama ada di toilet permepuan. Kang Joo mulai bergosip disana, dengan berkata kalau ini pasti ulah Oh Jung Hoo. Ha Kyung mengelak dna berkata sepertinya juga bukan Jung Hoo yang melakukan. Ha Kyung menjelaskan kalau Oh Jung Hoo yang melengkapi kekurangan denda keterlambatan.
Kang Joo terkejut dan tidak percaya.



Tanpa disangka Kyung Min keluar dari bilik kamar mandi, dan bertanya apa maksud yang Ha Kyung katakan tadi? (Ini nih kebiasaan cewek, ngerumpi di kamar mandi, udah jelas dinding kamar mandi berkuping..^^)
Kyung Min bertanya kenapa Oh Jung Hoo mau dnegan suka rela membayar kembali denda keterlambatan? Kyung Min langsung mengambil kesimpulan kalau denda keterlambatan, Oh Jung Hoo lah yang yang memakainya.

Kang Joo menjelaskan kalau ini bukan berarti Oh Jung Hoo yang menggunakannya. Saat itu Jung Hoo dalam keadaan mendesak, sehingga Nam Soon berinisiatif untu meminjamkannya.
Kyung Min tidak peduli, dan bertanya darimana Oh Jung Hoo bisa mendapatkan uangnya? Kalau dia punya uang, mana mungkin dia menggunakan uang keterlambatan? Ha Kyung berkata kalau Jung Hoo sudah berubah. Jadi lebih baik mereka berpura-pura tidak mengetahuinya.
Kyung Min menjawab bagaimana bisa untuk berpura-pura tidak tahu? Begitu Hae Seon kehilangan ponselnya, Jung Hoo memiliki sejumlah uang.



In Jae dan Se Chan masuk ke dalam kelas, dan berdiri di depan para siswa. In Jae bertanya bagaimana ini bisa terjadi lagi? Apa yang harus dia lakukan dengan mereka semua?
Hae Seon berkata kalau dia tidak tahu apakah pelakunya dari kelas mereka atau bukan, tapi yang jelas ponselnya hilang selama jam olahraga. Saat itu pintu kelas juga tidak ditutup.



Se Chan bertanya pada Nam Soon bagaimana ini bisa terjadi? Bagaimana pintu kelas tidak dikunci? Nam soon meminta maaf dan menjawab kalau dia lupa.
Heung Soo langsung menoleh kearah Nam Soon. Saat itu cuma ada dia dikelas, Heung Soo cemas jika tuduhan jadi mengarah kepadanya. Karena dialah satu-satunya yang tidak ikut olahraga dan tinggal di dalam kelas. Nam Soon tidak mengatakan itu pada Se Chan, bahwa ada Heung Soo dikelas.
Nam Soon pun ikut menoleh kearah Heung Soo, dan lagi-lagi mata mereka saling berbincang-bincang. LOL



In Jae berkata kalau memang bukan dari kelas mereka, itu sungguh melegakan. Namun, ada kemungkinan seseorang telah membuat kesalahan, jika memang diantara mereka ada yang mengambilnya, harap segera dikembalikan. In Jae bertanya kalau mereka tidak lupa kan dimana ruang “Hilang dan Ditemukan” berada? Jika mereka yang mengambil, mengembalikannya hari ini, maka orang itu bebas dari hukuman. Memang terasa sulit, tapi jika mereka meneguhkan niat, maka mereka bisa menyingkirkan rasa malu seumur hidup, dan membuangnya jauh-jauh.
In Jae juga berkata karena inilah, jam belajar sore ditiadakan.
Anak-anak senang karena mereka bisa segera pulang.
Se Chan hanya menyunggingkan senyumnya sedikit melihat reaksi anak-anak.



Anak-anak bergegas pulang, sedang Nam Soon teridam seolah memikirkan kejadian ini. Yi kyung kembali menoleh menatap Jung Hoo.



Di ruang guru, berita itu langsung hangat menyebar. Mereka heran lagi-lagi kelas 2-2 berulah. Bagaimana bisa mereka menemukan ponsel yang hilang, karena bisa saja mereka langsung menjualnya?
Se Chan bertanya berapa kira-kira yang bisa didapat jika kita menjual ponsel ke makelar?
Nan Hee menjawab mungkin sekitar 100 jika masih baru.



Di kelas 2-2, anak-anak mulai pulang, dan kelas mulai sepi. Ki Deok menenangkan Hae Seon agar tidak terlalu memikirkan ponselnya yang hilang. Kyung Min ikut berkata kalau pasti seseorang yang tiba-tiba punya uang yang mengambilnya.



Ki Deok Cs mulai kepo dan bertanya siapa?
Jung Hoo sudah tahu kearah mana pembicaraan ini. Mereka pasti menuduhnya, karena dia yang tiba-tiba punya uang hari ini.

Lalu tanpa diduga-duga Kyung Min berkata kalau Go Nam Soon adalah orang yang tiba-tiba memiliki uang dalam jumlah besar hari ini.
Go Nam Soon yang sudah siap pulang, jadi terhenti langkahnya mendengar kalau dia sang tertuduh. Ki Deok Cs menjawab tidak mungkin kalau Nam Soon yang melakukannya.

Kyung Min tiba-tiba berdiri dan bertanya pada Jung Hoo, kalau dia punya uang kan hari ini? Jung Hoo menjawab ketus kenapa memangnya kalau dia punya uang? Apa tidak boleh? Kyung Min berkata tentu saja tidak ada yang melarang Jung Hoo memiliki uang. Dia hanya bertanya saja.



Nam Soon dan Heung Soo mengajak Jung Hoo Cs bertemu. Jung Hoo bertanya apa Nam Soon juga menuduh dia yang melakukannya? Nam Soon menjawab tidak. Tapi dia bertanya dimana Jung Hoo mendapatkan uang itu? Jung Hoo harus memberitahunya.Jung Hoo menolak, dan Yi Kyung dengan lembut berkata kalau ini hanya karena situasinya buruk, dan anak-anak bisa menuduh Jung Hoo yang mencuri ponsel Hae Seon. Jung Hoo marah dan bertanya pada Yi Kyung apa Yi Kyung juga mulai menuduhnya? Ji Hoon mencoba berkata kalau situasinya yang membuat orang-orang jadi menuduh Jung Hoo.?

Jung Hoo semakin kesal, dan berkata ini bukan karena situasinya, tapi memang mereka saja yang tdiak percaya padanya.
Nam Soon berkata kalau ini tidak akan selesai jika jung Hoo tetap keras kepala. Jung Hoo membentak Nam Soon dan berkata hanya karena dia miskin, maka dia dituduh mencuri. Dan karena dia miskin jadi sangat aneh jika dia tiba-tiba memiliki uang.

(aku bisa ngerti perasaan Jung Hoo, kadang memang susah membuat orang lain percaya bahwa bukan kita yang salah. Apalagi maslaah uang memang sangat riskan dna bisa membuat orang tersinggung.)



Yi Kyung dan Ji Hoon yang masih ada disana mencoba membela Jung Hoo. Ji Hoon berkata walaupun mereka jahat dan senang berkelahi, tapi mereka tidak pernah mencuri.
Nam Soon menatap Heung Soo yang daritadi terdiam, dan bertanya kenapa Heung Soo tidak berkomentar apapun?



Keesokan paginya di Seungri, terlihat mobil polisi memasuki halaman Seungri. Anak-anak bingung melihatnya. Heung Soo yang akan masuk ke sekolah, terlihat cemas. Entahlah apa dia takut kalau dia yang akan ditangkap, mengingat dia yang ada di dalam kelas selama pelajaran Olahraga kemarin.



In Jae dan Se Chan ada di ruangannya sedang sibuk, lalu tiba-tiba ada sms di ponsel In Jae, dari Na Ri yang ijin tidak masuk sekolah karena sakit. (Aku kok jadi kepikiran Na Ri ya yang ngambil..^^)



In Jae dapat sms dari Na Ri yang ijin tidak masuk hari ini karena sakit. In Jae membalas sms itu dengan menanyakan apa sakit Na Ri sangat parah? In Jae juga menyarankan agar Na Ri pergi ke rumah sakit dan pastikan agar besok Na Ri membawa catatan dari dokter. Dia juga meminta agar Na Ri tidur nyenyak dan segera sembuh.

In Jae langsung memberitahu Se Chan perihal Na Ri yang absen karena sakit.
Dengan polosnya Se Chan bertanya siapa Na Ri? LOL
Dengan sabar In Jae menjelaskan ini Gae Na Ri, apa Se Chan tidak tahu? Bukankah kemarin Se Chan menasihatinya?
Se Chan dengan santainya menjawab “Oh..si tumor otak”
LOL

Masih inget kan di episode awal, Na Ri beralasan dia datang telat karena sakit tumor otak.
Haha..^^



Tiba-tiba masuklah Jo Bong So ditemani dua petugas polisi. In Jae dan Se Chan langsung berdiri dari duduknya.
Bong So menjelaskan kalau dia mendengar ada laporan kehilangan di kelas 2-2 selama kelasnya kemarin, makanya ada bapak-bapak polisi ini.

In Jae dan Se Chan sama-sama kaget. Mereka tidak menyangka kalau kejadian ini melibatkan pihak berwajib. Mereka awalnya berharap masalah ini bisa diselesaikan baik-baik.
Petugas polisi yang gemuk, bilang kalau ayah dari korban yang melaporkan kejadian ini, dan menyuruhnya untuk segera menangkap si pencuri.

In Jae beralasan harusnya ayah korban bicara dengan dia dan Se Chan dulu sebagai guru wali kelas.
Petugas polisi menjelaskan kalau sekolah tidak berhasil menangkap pencuri diwaktu lalu, makanya polisi segera bertindak tanpa memberitahu dulu.
Petugas itu juga bilang, kalau menurut ayah korban, pelakunya adalah siswa bernama Oh Jung Hoo. Bahkan semua juga berpendapat seperti menurut ayah Hae Seon.

In Jae masih tidak bisa menerimanya, bagaimana ini bisa terjadi, kalaupun iya harusnya ayah Hae Seon dan siswa lain bicara dengannya dulu, dan juga pada Se Chan.
Petugas polisi beralasan namanya juga anak-anak. Anak-anak selalu tidak pernah mau jujur atau bicara. Apalagi menurut pengakuan, Jung Hoo menghilang selama periode kelas olahraga.
Petugas memberitahu kalau dia akan memeriksa kelas, kalau Oh Jung Hoo tidak ada berarti benar dia pelakunya.

In Jae dan Se Chan hanya saling berpandangan saking bingungnya. Mereka ingin mencegah hal ini, tapi bagaimana caranya?




Di kelas 2-2, Hae Seo terlihat sedang galau. Joong Hyun dan kroninya mendekati Hae Seon. Joong Hyun berkata kalau ayah Hae Seon sahat hebat, belum apa-apa langsung memanggil polisi ke sekolah. Ki Deok berkata kalau ini adalah sebuah investigasi target. Ki Deok pun langsung menoleh kearah Jung Hoo

Karena mereka terus berbisik-bisik menyebut namanya, Jung Hoo pun kesal. Dia menendang mejanya ke depan, berdiri dan berniat akan keluar, tapi Yi Kyung menahannya. Meminta agar Jung Hoo tetap di kelas. Jung Hoo marah, dan menepis pegangan Yi Kyung. Yi Kyung tetap tidak berhenti, walau dia terdorong hampir jatuh, dia tetap menarik lengan Jung Hoo agar tidak keluar dari kelas. Yi Kyung berkata, kalau Jung Hoo keluar berarti Jung Hoo mengakiu kejahatannya. Maka tetaplah diam di tempat.

Jung Hoo tahu kata-kata Yi Kyung benar, maka dengan marah dia kembali ke tempat duduknya. (Kasian sama Jung Hoo..sumpa..:-( )



Heung Soo terlihat semakin gelisah, dia hanya takut kalau tuduhan itu akan menyasar padanya, karena memang cuma dia satu-satunya yang ada di kelas, dan berpotensi besar menjadi tersangka. Apalgi kalau mereka semua memeriksa kamera CCTV



In Jae, Se Chan dan petugas polisi gemuk, bersiap mendatangi kelas 2-2. Sebelum masuk, Se Chan berkata pada petugas polisi itu, agar petugas itu tidak masuk ke kelas karena toh mereka juga akan membawa pelaku. Ini akan memnimbulkan ketakutan, kalau sampai anak-anak melihat polisi masuk ke kelas mereka.
Petugas itu mengerti dan mengangguk.
In jae dan Se Chan membungkuk sebagai ucapan terima kasih.



Mereka berduapun segera masuk ke kelas 2-2. In jae masuk lewat pintu belakang, sedangkan Se Chan ada di depan kelas. In Jae langsung mendekati Jung Hoo. In jae bertanya bisakah Jung Hoo menemuinya sebentar? Semua yang mendengar itu segera menoleh ke belakang.



Petugas polisi kurus, berlari mendatangi yang gemuk dan berkata kalau dia sudah memeriksa CCTV (Pasti Heung Soo deh yang kena..^^)
Petugas yang gemuk bertanya apa ada yang terlihat?



In Jae yang tahu smeua siswa memandangnya dan Jung Hoo, ikut mengarahkan pandangannya pada mereka semua. Se Chan yang tahu itu menyuruh mereka melihat ke depan.



Tiba-tiba masuklah dua petugas polisi itu, Se Chan kesal dan berkata bukankah dia sudah menyuruh jangan masuk ke dalam kelas. Dua petugas itu meminta maaf. Petugas yang gemuk bilang kalau ini bukan siswa Oh Jung Hoo pelakunya. Semua tentu terkejut, dan lagi-lagi menoleh kebelakang, ke tempat Jung Hoo.

Heung Soo terlihat semakin gelisah.

Petugas yang gemuk menjelaskan kalau memang ada siswa yang masuk ke kelas selama periode pelajaran olahraga. Lalu petugas itu beralih kepada para siswa dan bertanya apa ada diantara mereka yang bernama Park Heung Soo?
(Tuuuhh kan..pangeranku yang dipanggiill..bukan dia bapak polisi..^^)



Nam Soon adalah orang yang pertama kali syok. Jung Hoo juga, tidak percaya dan langsung melihat kearah Heung Soo. Semua siswa pun menoleh kebelakang dan dengan pandangan tidak percaya menatap Heung Soo.



Karena tidak ada yang mengaku, petugas itu mengulangi pertanyaannya lagi, dan berkata siswa Park Heung Soo harus mengikutinya ke kantor polisi.
Heung Soo pun berdiri, sebelum pergi dia menoleh kearah Nam Soon yang sangat khawatir dengannya. Heung Soo tidak mengucap apapun, dan hanya menatap Nam Soon, mungkin dia juga cemas, dan takut, tapi dia hanya ingin Nam Soon tidak ikut mengkhawatirkannya, dan percaya, kalau semua akan baik-baik saja.
Mata mereka memang saling berkata ya..^^



Anak-anak mulai gaduh, saat melihat Heung Soo digiring petugas polisi itu, Se Chan pun menenangkan mereka dan berkata kalau sepertinya ada kesalahpahaman disini. Jadi smeuanya jangan membuat asumsi apapun dulu sebelum mengetahui kebenarannya. Se Chan juga meminta agar mereka tidak berkata apapun dulu dan menyebarkan gosip yang belum jelas faktanya.



Disebuah ruangan, ada Heung Soo, In Jae dan sang petugas gemuk. In Jae berkata agar Heung Soo mengikuti bapak polisi itu dulu, dan jangan khawatir karena dia akan menyusul sesegera mungkin. In Jae juga berpesan agar Heung Soo tidak mengatakan apapun. Heung Soo pun mengangguk tanda mengerti. Bapak polisi pun menyuruh Heung Soo mengikutinya.



Heung Soo yang super tampan itu digiring bapak polisi gemuk (Ibarat Handsome and the beast yak..^^), dan mereka disaksikan oleh seluruh siswa sekolah. Bertapa malunya Heung Soo saat itu.
Nam Soon yang ikut melihat semakin tidak yakin kalau Heung Soo pelakunya. Heung Soo tidak mungkin mencuri.



Nam Soon pun berlari mengejar Heung Soo. Nam Soon bertanya kenapa bisa itu Heung Soo? Heung Soo menjawab kalau bukan dia pelakunya. Nam Soon berteriak dan berkata “Itulah kenapa aku bertanya, bagaimana bisa itu kau?”

Heung Soo menjawab sambil hampir menangis “Karena aku hidup tanpa tujuan. Selagi bisa bermain bersamamu, aku lupa sejenak.”

Nam Soon bingung dengan maksud kata-kata Heung Soo. Dia terpaku diam ditempatnya, saat Heung Soo digiring masuk ke mobil petugas itu.



Se Chan menemui In Jae dan menanyai bagaimana bisa ini Heung Soo? In Jae menjelaskan kalau Heung Soo lah yang tertangkap kamera CCTV tidak keluar kelas selama pelajaran olahraga. Heung Soo yang ada di dalam kelas.
Se Chan heran bagaimana bisa menuduh siswa melakukan tindak kriminal hanya karena alasan itu?

In Jae juga bingung, dan berkata kalau Heung Soo berada pada masa percobaan. Se Chan kaget, dan In Jaepun mengulangi lagi kalimat terakhirnya, kalau Heung Soo sedang dalam masa percobaan saat ini.



Nam Soon yang masih terpaku di tempatnya, menoleh ke belakang saat mobil yang membawa Heung Soo sudah melaju.
Nam Soon hanya memandanginya saja.



Sedangkan Heung Soo menangis di dalam mobil polisi itu. Dia tidak bisa menahan kesedihannya,begitu pula dengan Nam Soon. Dia tak kalah sedihnya dengan sahabatnya itu.



source : http://nhieshe.blogspot.com/2013/03/sinopsis-school-2013-episode-14-part-1.html , http://nhieshe.blogspot.com/2013/04/sinopsis-school-2013-episode-14-part-2.html , and http://nhieshe.blogspot.com/2013/04/sinopsis-school-2013-episode-14-part-3.html
re-posted and re-edited by : dianafitriwidiyani.blogspot.com

No comments:

Post a Comment