Friday, June 28, 2013

School 2013 Episode 3

Im Jung Soo memuji Kang Se Chan yang sudah membuat keputusan tepat dengan menjadi wali kelas 2-2. Im Jung Soo ingin membicarakan detailnya, tapi Se Chan menolak karena dia ingin mengajar kelas sastra terlebih dahulu.

Setelah Kang Se Chan keluar, Im Jung Soo meminta Jung In Jae untuk menyelesaikan semuanya terkait perubahan wali kelas ini sebelum posisinya digantikan oleh Kang Se Chan.
Im Jung Soo pun meninggalkan kelas In Jae.

Di kelas hanya ada In Jae dan Nam Soon,walau In Jae terlihat sedih, dia tetap meminta Nam Soon untuk duduk karena kelasnya akan dimulai. Tapi Nam Soon sepertinya malah akan pergi, dan In Jae bertanya Nam Soon akan kemana? Nam Soon bilang, dia kaan mengumpulkan teman-temannya.

“Bagaimana caranya?”

Nam Soon hanya tersenyum dan tetap pergi untuk mencari teman-temannya. In Jae hanya mampu melihatnya saja.



Nam Soon ke toilet, dan disana dia menelpon Oh Jung Hoo, untuk mengajaknya berkelahi. Berkelahi yang sebenarnya. Nam Soon meminta agar Jung Hoo membawa semua teman-temannya supaya mereka bisa menjadi saksi pertarungan mereka nanti.

Oh Jung Hoo kaget dan bertanya apa Nam Soon mau mati menantangnya berkelahi. Nam Soon pun menegaskan yang penting Jung Hoo sekarang ini datang dan mereka akan bertarung.

Setelah menelpon Jung Hoo, Nam Soon mengirim sms pada Ki Deok. Karena dia seorang biang gossip, berita seperti ini pasti cepat menyebar.





Ki Deok yang sedang asik bermain,merasa kaget saat menerima sms dari Nam Soon yang mengatakan akan berkelahi dengan Oh Jung Hoo.



Di kelas, Jung In Jae masih menunggu murid-muridnya. Lalu tiba-tiba datang Gae na Ri, dan Min Kyung. Gae Na Ri yang tadi sudah di telpon In Jae kaget karena melihat kelas kosong. Jung In Jae tidak member penjelasan, dia hanya menyuruh Na Rid an Min Kyung untuk segera duduk.



Sedangkan di kelas Se Chan, anak-anak antusia mengikuti pelajarannya. Di papan tertulis beberapa pertanyaan, yang berkaitan tentang pendidikan selanjutnya setelah SMA.
Kim Min Ki sedang asik menulis jawabannya, sedang di luar anak-anak berlarian dan Min Ki merasa heran, Kang se Chan yang juga melihat ikut heran.







Byun Ki Deok masuk kelas In Jae dengan tergesa-gesa, dan ternyata disana, tidak ada Nam Soon ataupun Jung Hoo.
In Jae menyuruh Ki Deok membagikan kertas yang sudah disiapkan In Jae untuk pertemuan mereka hari ini.
Ki Deok kesal, dan bertanya apa Go Nam Soon menipunya?
Nam Soon yang ada di luar kelas, mendengar itu semua.





Gang Joo yang baru datang, langsung memarahi Nam Soon. Gang Joo bertanya apa Nam Soon sudah gila?
Lalu datanglah Oh Jung Hoo dan kawan-kawannya. Tapi dia tidak melihat Nam Soon, sedangkan Nam Soon melihat Jung Hoo yang berjalan berlawanan arah dari tempatnya berdiri.

Nam Soon mengikuti Jung Hoo, yang masuk ke dalam kelas In Jae. Jung Hoo sedikit kaget, karena ternyata ada In jae dan teman-teman sekelasnya. In Jae senang karena Jung Hoo datang, dan seakan tidak percaya. In Jae meminta Jung Hoo dan temannya untuk duduk, tapi Jung Hoo menolak, dan memilih berbalik meninggalkan keluar.







Baru saja Jung Hoomembalikkan badannya untuk melangkah ke pintu, sudah ada Nam Soon didepannya. Jung Hoo bertanya apa Nam Soon mengerjainya?
Nam Soon tersenyum dan bilang, kalau mereka bisa bertarung setelah kelas selesai. Jung Hoo menolak, dan akan tetap melanjutkan langkahnya, tapi tiba-tiba Nam Soon berkata kalau Jung Hoo mau melarikan diri dari tantangannya.





In Jae menyuruh mereka masuk, karena maereka adalah anggota terhormat dari kelas tambahannya. Gang Joo mendorong Jung Hoo dan teman-temannya untuk masuk kelas, Nam Soon juga sudah duduk di bangkunya. Jung Hoo merasa kesal, tapi tetap duduk di bangkunya. In Jae, sangat senang dan berkata kalau kelas akan segera di mulai.







Kang Se Chan yang keluar dari kelas 2-3, melihat kelas In Jae yang sedang diberi pengertian tentang membuat video. In Jae menjelaskan kalau video bisa dibuat oleh siapapun, dan kelas mereka akan membuat video tentang Impian. Apakah Impian kalian.?







Se Chan sudah kembali ke kelasnya, dan meminta siapa saja yang sudah selesai, boleh keluar. Seorang siswi mengangkat tangannya dan mengajukan pertanyaan, bagaimana caranya guru Kang akan menyeleksi siswa yang mengikuti pelajaran sastra berdasarkan kelas mereka. Siswi itu berkata harusnya Se Chan menguji mereka untuk bisa mengetahui nilai mereka, bukan dengan menjawab pertanyaan sepertini. Kalau seperti ini, bagaimana Se Chan bisa tahu nilai mereka? Siswi itu juga bilang, kalaupun ada mereka yang bernilai jelek, pasti juga akan menjawab kalau mereka ingin masuk ke universitas S (ini universitas terbaik di Korea—Universitas Seoul)

Se Chan menjelaskan, kalau orang yang sudah tahu pasti akan masuk fakultas ekonomi di Universitas S, maka dia akan menyiapkan diri sebaik-baiknya, sesuai dengan apa yang jadi tujuan mereka. Berbeda dengan orang yang hanya bermimpi ingi masuk Universitas S karena merupakan universitas terbaik di Korea, maka dia hanya akan menjawab, hal-hal umum yang dia ketahui tentang universitas tersebut. Bahkan mungkin orang kategori ini, juga tahu hal-hal singkat tentang universitas Y dan K (Keduanya juga merupakan universitas top di Korea—Yonsei dan Koryu). Jadi Se Chan menekankan, kalau sekarang yang terpenting adalah menetapkan tujuan mereka.







Sedangkan di kelas In Jae yang membahas tentang mimpi..
In Jae mengatakan kalau yang mereka butuhkan saat ini adalah mimpi..In Jae bilang, tidak masalah kalau mereka tidak pandai dalam hal pelajaran, tapijika mereka sama sekali tidak memiliki mimpi, maka mereka tidak akan memiliki kekuatan apapun untuk melewati masa-masa yang sulit.

Tapi murid-murid In Jae malah asik sendiri, Le Kyung dan temannya, asik bermain. Nam Soon malah sibuk ngirim SMS.
Nam Soon mengancam Ha Gyung, kalau dia tidak segera masuk kelas, maka Nam Soon akan menceritakan semuanya.
Ha Gyung akhirnya masuk, dan In Jae semakin senang. Sedangkan Ha Gyung terlihat sangat kesal dengan ancaman Nam Soon padanya.









Tiba-tiba saja Gang Joo bertanya apa impian guru Jung?
In Jae menjawab mantap, kalau mimpinya adalah menjadi guru.
Gae Na Ri kemudia bicara, kalau begitu mimpi guru Jung sudah tercapai.

“Bagaimanapun..apakah kalian akan bekerja atau tidak..kalian harus memiliki mimpi.”

In Jae mengatakan pesan itu pada murid-muridnya sebelum pelajaran berakhir, dan In Jae sepertinya merasa sedih karena sudah tidak bisa mengajar mereka lagi. Nam Soon sepertinya juga sedih kehilangan In Jae sebagai gurunya.









Kim Min Ki yang juga sudah selesai kelas Sastra, masuk ke kelas 2-2, dan kaget ada Ha Gyung disana. Ha Gyung yang merasa kesal, akhirnya keluar kelas.



Lalu Jung Hoo mendatangi Nam Soon, menarik kerah bajunya, membuat Nam Soon bangkit berdiri. Min Ki mendatangi mereka, dan menanyakan apa yang mereka lakukan.
Nam Soon hanya tersenyum menanggapi, dan meminta Jung Hoo melakukannya lain kali saja. Jung Hoo dengan tatapan mautnya, bertanya lain kali kapan?
Nam Soon menjawab, lain kali saat guru tidak ada.
Jung Hoo berkata, lain kali kita bisa pergi ke tempat dimana tidak ada guru.





Jung Hoo keluar, dan Nam Soon mengikutinya, mereka menaiki tangga. Gang Joo menghalangi Nam Soon yang akan berkelahi, tapi Ki Deok dan teman-tamannya menghalangi, dan menyuruh Gang Joo ikut menonton. Nam Soon dan Jung Hoo beserta ke dua teman Jung Hoo pergi ke atap sekolah, dan mengunci pintunya.







Gang Joo dan beberapa teman kelas 2-2, ikut menyusul, tapi mereka tertahan di luar. Mereka tidak bisa masuk karena pintu terkunci. Mereka bingung, dang a tahu harus melakukan apa.
Gang Joo mengusulkan untuk memanggil wali kelas, tapi salah satu siswa berkata percuma, karena mereka akan tetap berkelahi. Dia menyuruh mereka semua menginggalkan Jung Hoo dan Nam Soon.
Min Ki ga bisa membiarkan hal ini, dia segera pergi, dan yang lain bingung, dan bertanya paa yang akan Min Ki lakukan?





Di atap sekolah, Nam Soon meminta agar Jung Hoo melakukannya besok saja, jangan sekarang. Jung Hoo mengejek Nam Soon, dengan berkata apa sakitnya akan berbeda kalau dilakukan besok?



Di ruang guru, Jung In Jae sedang memberikan pada Se Chan semua berkas yang berkaitan dengan kela 2-2, karena sekarang Kang Se Chan lah wali kelas mereka. In Jae menyerahkan, laporan absensi dan lain sebagainya, dan Kang Se Chan protes, apakah dia harsu melakukan semuanya?
In Jae menjelaskan kalau itu memang bagian dari tugas seorang wali kelas. Kang Se Chan tidak menyangka, kalau tugas wali kelas begitu banyak. In Jae juga menyarankan untuk Se Chan mengumpulkan biodata murid-murid, karena Kang Se Chan tidak mengenal mereka secara baik.

“Apa kau benar-benar berhenti?’

“Aku tidak berhenti, aku dipecat.”

Kang Se Chan heran, dan bertanya kenapa In Jae dipecat? Kang Se Chan bertanya kenapa In Jae menerima begitu saja dipecat, dan meminta In Jae untuk memikirkannya kembali.
Kim Min Ki masuk dengan tergesa-gesa, dan berkata ada masalah.









Di atap sekolah, Nam Soon menjelaskan kalau guru wali kelas dipecat, dan meminta agar Jung Hoo tidak semakin memperburuk keadaan.
Jung Hoo sama sekali tidak peduli, dan menendang perut Nam Soon. Jung Hoo berkata itu adalah hal yang bagus, guru wali kelas dipecat, dan Nam Soon akan dihajar olehnya. Nam Soon mengepalkan tangannya, merasa marah sekali.





Min Ki, dan In Jae berlarian datang ke atas, dan mendapati kalau pintu menuju atap sekolah terkunci dari dalam. Jung In Jae meminta Min Ki meminta kunci duplikat, pada petugas kebesihan, dan Min Ki segera melaksanakannya.
Gang Joo yang juga disana, berkata kalau Nam Soon benar-benar idiot dengan coba-coba menantang Jung Hoo. Jung In Jae kaget mendengarnya, tidak percaya kalau ini adalah ulah Nam Soon.

Seorang siswa menjelaskan kalau sepertinya ini dilakukan Nam Soon supaya kelas tambahan In Jae bisa sukses, karena tidak mungkin ada yang datang, kalau tidak ada berita seheboh ini. In Jae semakin takut dengan apa yang akan terjadi pada Jung Hoo dan Nam Soon.







Di atap sekolah, Nam Soon yang mengepalkan tangannya. Karena marah, belum juga melayangkan tinjunya, dan Jung Hoo yang melihat itu bertanya, kenapa Nam Soon mengepalkan tangannya?

“Kau mau memukulku?”

Nam Soon menghindari pertengkaran itu, dengan berlari, dan memanjat tembok. Stetelah sampai diatas..dia melompat ke bawah. Lee Kyung dan temannya, melihat itu dan terkejut karena Nam Soon berani loncat.







Nam Soon yang loncat, bergelantungan dan ancang-ancang untuk bisa turun pas di lantai bawahnya. Setelah berhasil, Nam Soon turun dan bertahan lagi dengan sekuat tenaganya. Lalu dia menjejakkan kakinya lagi untuk bisa sampai di bawah. Sampai akhirnya nam Soon loncat lagi, dan berlari. Jung Hoo sudah tidak mungkin mengejarnya. Jung Hoo yang melihat itu merasa geram.













Di luar In Jae masih berusaha membuka pintu, memanggil-manggil Nam Soon dan Jung Hoo. Min Kii datang dan menyerahkan kunci duplikat pada In Jae. Dan setelah pintu terbuka, In Jae hanya melihat Jung hood an teman-temannya. Sudah tidak ada Nam Soon disana.
Jung Hoo bertanya benarkah In Jae dipecat?
Lee Kyung dan temannya bertepuk tangan mengejek.

“Kemana Nam Soon?”

“Dia pergi..ke rumah..”

Jung Hoo dan kawan-kawannya pergi semua. In Jae dan yang lainnya berlari dan meihat ke bawah, bertanya apakah Nam Soon benar-benar loncat ke bawah?








Kang Se Chan yang akan pulang, dijemput oleh supir perempuannya. Se Chan bertanya informasi yang bocor tentang hukumannya. Dan supir perempuan itu memastikan kalau informasi tidak mungkin bocor,dan menyebabkan rumor tersebar luas.

“Lalu kenapa kepala sekolah tahu?”

Tiba-tiba Nam Soon yang sudah berhasil kabur mengaduh kesakitan sambil memgang punggungnya. Nam Soon yang melihat Kang se Chan, cuek saja dan tetap pergi. Sedangkan yang melihat Nam Soon berjalan sambil memegang punggungnya hanya berkata, kalau Nam Soon seharusnya membawa tas, dia yang seorang guru saja membawa satu tas.
Hehe..ini konyol mah..^^







Di atap sekolah, In jae dan lainnya masih merasa bingung dengan tidak adanya Nam Soon.
Gae Nari tiba-tiba betanya, apa benar guru Jung dipecat atau berhenti?
In Jae hanya tersenyum, dan Gang Joo menyalahkan Ki deok yang ga pernah bersikap baik, jadinya semua meninggalkan mereka.
In Jae bertanya apa maksud Gang Joo dengan kata-kata meninggalkan? Ki Deok menyela dan mengingatkan tentang mimpi In Jae. Gang Joo juga merasa sedikit kecewa, karena dia merasa senang In Jae menjadi wali kelas mereka. Ki Deok juga berkata, kalau dia sangat menyukai In Jae. Murid yang lain juga memohon agar guru Jung tidak meninggalkan mereka. In jae tersenyum dan menyuruh mereka semua kembali pulang Sebelum pergi, murid-murid masih menyatakan kecintaan mereka pada In Jae.
Kim Min Ki berbalik, dan mendekati In Jae lalu bertanya, kalau besok mereka masih bisa bertemu kan?
In Jae hanya tersenyum, dan menyuruh Min Ki segera pulang.









In Jae juga sudah sampai ke rumahnya. Dia duduk di sofa, dan mengingat semua kejadian di sekolah hari ini, Nam Soon yang ingin mengumpulkan anak-anak, Min Ki yang bertanya bisakah mereka bertemu lagi., dan lucunya Ki Deok saat meminta In Jae untuk tidak meninggalkan mereka semua. In Jae juga mengingat kata-kata mereka bahwa mereka mencintainya. Itu membuat In Jae sedih.











In Jae lalu melihat buku diari nya, disana tertulis kata-kata semangat yang ditulis In Jae untuk dirinya.

“Ini bukan..belum waktunya untuk melepaskan tangan pada anak-anak.”



Keesokan paginya, sebelum masuk sekolah, Nam Soon berdiri di depang gerbang dan berkata “Aku mati hari ini”
Datanglah Ha Gyung disamping Nam Soon, dengan tatapan mautnya, Ha Gyung menggoyang-goyangkan ponselnya di hadapan Nam Soon dan bertanya, apa maksudnya yang dilakukan Nam Soon kemarin?
Nam Soon menjawab kalau dia punya alasan melakukan itu?

“Alasan apa?”

Ha Gyung mengatakan apakah alasan Nam Soon adalah mengancamnya untuk segera datang, dan kalau tidak, maka Nam Soon akan menyebarkan kalau Ga Hyng mengambil pelajaran pribadi dengan Kang Se Chan?
Ha Gyung juga bilang kalau Nam Soon berani sekali mengancamnya melalui SMS, padahal Ha Gyung sudah meminta Nam Soon untuk tutup mulut.

Nam Soon kesal dan bilang kalau dia sudah menutup mulutnya, apa Ha Gyung yakin Se Chan bisa menutup mulutnya dengan aman?
Ha Gyung memperingatkan Nam Soon untuk tidak mengancamnya seperti kemarin, kalau tidak Nam Soon pasti akan MATI. Ha Gyung juga menyuruh Nam Soon untuk membawa saja tasnya, dan bilang apa Nam Soon seorang preman? Ha Gyung lalu melangkah masuk ke Seungri.



In Jae sedang gelisah menunggu kepala sekolah, dia sedikit ragu, gelisah, dan juga takut. Tapi akhirnya memberanikan diri setelah melihat mobil Im Jung soo mendekat. In Jae langsung menghadang mobil itu, sehingga membuat Im Jung Soo keluar menemuinya.
Im Jung Soo kesal dan bertanya apa yang dilakukan In Jae disini? Bukankah Jung Soo sudah mengatakan kalau In Jae tidak perlu mengucapkan selamat tinggal.
In Jae meminta maaf dan berkata kalau dia mengakui kekurangannya, tapi dia bahkan tidak pernah mengajarkan hal-hal yang buruk pada siswa kelas 2, dan mereka sekarang juga jauh lebih baik.

Jung Soo menanyakan, lalu kenapa jika semua yang In Jae katakan benar?

“Itu..Aku masih ingin mengajar..”

Im Jung Soo menjawab, kalau In jae benar-benar hanya peduli pada dirinya sendiri. Apa In Jae tidak dengar Guru Kang yang sekarang mengambil alih tanggung jawab In Jae?
Lalu datanglah Kang Se Chan,dan dia mnghampiri In Jae serta Jung Soo. Kang Se Chan tanpa basa-basi langsung menanyakan, apakah In Jae sudah memutuskan untuk kembali mengajar?

In Jae tidak mempedulikan kata-kata Se Chan, dan langsung mengatakan pada Jung Soo, kalau dia masih ingin menjadi wali kelas 2-2. Kang Se Chan terlihat senang, tapi dia pura-pura serius dan berkata kalau dia akan menyerahkan tugas itu pada In Jae.
Im Jung Soo menolak, dan bilang itu tidak akan bisa terjadi. Im Jung Soo menjelaskan, karena selain tidak kompeten sebagai seorang guru, ada permintaan dari orang tua murid yang ingin wali kelas anaknya diganti. In Jae masih kukuh menginginkan menjadi wali kelas 2-2 atau minimal jadi asisten wali kelas, itu juga tidak masalah untuknya.
Im Jung Soo tetap menolak, tapi Kang Se Chan tiba-tiba berkata kalau itu bagus kedengarannya. Jung Soo dan In Jae kaget.
Kang Se Chan dnegan gaya santainya menjelaskan kalau Im Jung Soo memecat In Jae tanpa alasan yang jelas itu akan membuat Im Jung Soo berada dalam kesulitan. Dan tanpa ba bi bu lagi, setelah menjelaskan itu, Se chan meninggalkan mereka karena dia harus mengajar.







Setelah Se Chan meninggalkan mereka, Im Jung Soo memandang tajam Jung In Jae tapi In Jae membalasnya dengan senyuman manisnya.





Di kelas anak-anak ribut, tentang gossip wali kelas yang sudah diganti. Lalu masuklah Kang Se Cha, semua sibuk kembali ke tempat duduknya masing-masing. Nam Soonyang cuek, merasa aneh saat Se Chan belum berkata apa-apa. Dia lalu sadar, tugasnya sebagai ketua kelas untuk harus member aba-aba pada teman-temannya. Tapi karena nam Soon tidak suka pada Se Chan, dan juga tidak ingin berada di kelasnya, dia berniat keluar, saat itulah Jung In Jae masuk ke dalam kelas. Nam Soon kaget, dan In Jae dengan tenang berdiri di belakang kelas, seperti seorang asisten wali kelas.







Di ruang guru, semua asik membicarakan kelas 2-2 yang punya dua wali kelas, dan mereka memperbincangkan itu. Tentang siapakah posisinya yang paling tinggi?
Kwon Nam Hee menjelaskan kalau posisi mereka sama, tidak ada yang lebih tinggi, itu karena pekerjaan wali kelas tidak mudah. Nan Hee menanyakan bagaiman di sekolah lain yang juga memiliki dua wali kelas? Uhm Dae Woong menjelaskan,kalau salah satu dari mereka mengurus kehidupan sehari-hari secara umum, sedang yang staunya mengurus pelajaran. Ada juga yang behkan membaginya menjadi satu untuk mengurus anak-anak perempuan dan satunya untuk anak laki-laki. Dae Woong juga menjelaskan kalau ini adalah sisitem baru di dunia pendidikan dan baru diterapkan di sekolah-sekolah menengah. Tiba-tiba wakil kepala sekolah menegur mereka semua yang tidak segera mengajar di kelas.





Kang Se Chan berpesan kepada yang lain..kalau Jung Hoo, Lee Yi Kyung dan Lee Ji Hoon datang untuk menghadap guru Jung. Se Chan juga menjelaskan kalau sekarang kelas 2-2 punya dua wali kelas. Jadi kalau mereka butuh sesuatu bisa cari dia atau guru Jung. Kang Se Chan juga membagi jadwal mengajar, yaitu dia akan mengajar di kelas pagi, dan guru Jung mengajar di akhir pertemuan siang hari. Se Chan juga mengingatkan agar mereka bisa belajar dengan baik, jadi di tengah semseter nanti mereka tidak jadi yang terakhir lagi.
Anak-anak ribut, dan Se Chan menyuruh mereka tenang. Se Chan juga menyuruh mereka untuk menulis rencana belajar mereka dan mengumpulkannya pada ketua kelas besok. Nam Soon yang mendengar memalingkan wajahnya.

Kang Se Chan memanggil ketua kelas, tapi Nam Soon hnaya diam saja. Dan Se Chan mengatakan karena sekarang mereka tidak ada pelajaran, maka Se Chan ingin menerima ucapan dari ketua kelas. Nam Soon masih cuek, dan Se Chan masih memanggil “Ketua kelas?”







In Jae juga heran kenapa Nam Soon tetap cuek. Kang Se Chan bertanya “Bukankah ketua kelas ada disini?”
Karena Nam Soon masih tetap tidak mau, akhirnya Ha Gyung yang berdiri, dan member ucapan pada wali kelas.

“Perhatian..Bungkukkan kepala”

Kang Se Chan tersenyum tipis, tapi matanya terarah pada Go Nam Soon, yang tidak mau mendengar perintahnya.
Lalu Se Chan meninggalkan kelas.







Setelah Se Chan tidak ada, ana-anak mendekati In Jae dan bertanya apa yang terjadi? In Jae menjelaskan, kalau dia tidak akan meninggalkan mereka. Gae Na Ri bilang kalau punya dua wali kelas berarti mereka akan dapat omelan lebih banyak lagi.





Jung In Jae menuruni tangga, dan mengejar Kang Se Chan yang sudah turun lebih dulu. In jae menanyakan tentang kenapa Se Chan tidak mengumpulkan Biodata mereka. Se Chan menganggap itu tidak perlu, dan In jae bertanya bagaimana dengan bimbingan konsultasi?
Se Chan dnegan santai menjawab, kalau bagian itu akan diganti dengan bimbingan karier. In jae protes dan mengatakan kalau mereka baru kelas dua, jadi In Jae ga bisa memperlakukan mereka seperti anak-anak kelas 3.
Mereka berdebat tentang itu. Akhirnya Se Chan memberikan pilihan pada In Jae, kalau Se Chan yang akan mengurus nilai-nilai mereka, sedangkanguru Jung bisa mengakrabkan diri dan mengikuti di sekitar mereka. Tiba-tiba wakil kepala sekolah datang dan mengatakan tentang dokumen resmi yang berhubungan dengan kepuasan mengajar. Apa Se Chan sudah mempeelajarinya, dan mengusahakan agarkelas 2-2 tidak menjadi yang terakhir? Se Chan lalu berkata kalau itu adalah tanggung jawab Jung In Jae. Se Chan pun dengan santainya pergi.
In Jae langsung menjawab kalau dia kaan segera menyelesaikannya.







Nam Soon sedang mencuci tangan dan young Woo menghampirinya. Young Woo bertanya maukan Nam Soon untuk datang lagi ke kelas sastra?
Nam Soon tersenyum dan berpesan untuk jangan mengikutinya, dan jangan menimbulkan masalah lagi untuk saat ini.
Nam Soon berdiri di luar kelas, saat pelajaran Se Chan. Nam Soon berniat pergi, dan Jo Boong Soo melihatnya.









Giliran In Jae yang mengajar anak-anak kelas 2-2, dia membagikan lembar biodata atau pengenalan diri pada mereka. Di lembar itu berisi tentang masa lalumu, masa sekarang, dan latar belakang keluarga. Dan juga tentang apa impianmu di masa depan ? In Jae meminta anak-anak untuk melihat pertanyaan dengan teliti, dan menjawabnya sesuai dengan hati mereka. In jae menyuruh mereka mengumpulkan besok. Lalu ada yang protes, karena tugas guru Kang tentang rencana studi juga harus dikumpulkan besok. In Jae tersenyum dan berkata dia tahu kalau ini sulit, tapi mereka harus bisa karena ini juga untuk keuntungan mereka dan berpesan agar mereka terus semangat.

Lalu masukklah Jung Hoo, dan kawan-kawannya. Jung Hoo bilang kalau pertemuan belum sepenuhnya berakhir karena dia baru datang, dan terlambat.
In Jae memanggil Jung Hoo Yi Kyung, Ji Hoon dan Nam Soon, mereka berempat diminta menemui In Jae nanti.







Nam Soon sepertinya tidak ingin, dan langsung mengambil tasnya lalu melangkah keluar. Saat Nam Soon mendekati pintu, tiba-tiba pintu terbuka, dan masuklah Jo Bong Soo. Bong Soo meminta ijin membawa Nam Soon keluar kalau In jae sudah selesai mengajarnya. In Jae mempersilakan Bong Soo membawa Nam Soon, dan Nam Soon pun walau kaget dan bingung, sudah bersiap mengikuti Bong Soo, tapi pundaknya dipegang oleh Jung Hoo. Dia menahan Nam Soon, dan berkata kalau Nam Soon sangat beruntung kali ini, karena diselamatkan oleh guru.
Nam Soon berusaha melepas pegangan Jung Hoo di pundaknya, tapi Jung Hoo lagi-lagi menahannya, dan berkata kalau mereka harus bertemu lagi lain waktu.







Go Nam Soon menemui Guru Jo di auditorium, atau aula, dan meminta Nam Soon membersihkan tempat ini dengan rapi. Nam Soon heran dan bingung, dia melihat sekeliling.
Nam Soon bertanya apa dia sendiri yang akan membersihkan semua tempat ini? Lalu masuklah Kang Se Chan, dan Jo Bong Soo memberikan alat pel yang dipegangnya pada Se Chan.
Nam Soon kaget dan langsung tahu kalau dia akan membersihkan ruang ini dengan Se Chan, salah satu guru yang tidak dia suka.

“Dua muridku, dengarkan dengan cermat. Seorang siswa yang tidak mengikuti pelajaran, dan guru yang bahkan tidak mau menandai kehadiran siswanya, dan mengabaikannya. Kalian berdua harus dihukum. ”

Se Chan ingin mengelak, tapi Bong Soo mengatakan ini bukan sepenuhnya kesalahan siswa. Bong Soo meminta agar mereka membaginya dengan tepat, dan membersihkannya. Bong Soo juga bilang kalau dia akan memeriksa mereka berdua setiap harinya. Setiap kali mereka seperti ini, maka mereka akan membersihkan tempat ini lagi.







Di ruang guru, wakil kepala sekolah memanggil In Jae dan memarahinya karena semua dokumen resmi yang menjadi tanggung jawab In Jae salah semua, dan In Jae meminta maaf atas kesalahannya, lalu berjanji akan memperbaikinya sesuai keinginan Soo Chul. 

In Jae kembali ke mejanya, dan mencoba untuk memperbaiki kesalahan tadi, tapi belum sempat mengerjakannya, In Jae menoleh ke meja tempat Kang Se Chan, dan heran melihat Se Chan tidak ada.



Di aula, Nam Soon dan Se Chan sedang membersihkan ruangan itu bersama-sama. Se Chan kecapekan dan istirahat dulu, lalu menyuruh Nam Soon yang melanjutkan semuanya. Se Chan marah, karena Nam Soon membuatnya melakukan pekerjaan ini. Seperti biasa Nam Soon cuek mendengarnya.




Se Chan terus memanggilnya, dan itu membuat Nam Soon akhirnya memandang Se Chan. Se Chan bilang kalau dia akan melupakan semua masalah di masa lalu. Se Chan juga meminta Nam Soon untuk kembali datang ke kelasnya. Karena kalau tidak, mereka akan terus membersihkan ruangan ini setiap hari. Se Chan meminta Nam Soon untuk datang saja dan melakukan tugas wali kelas seperti biasa. Maka semuanya beres. Se Chan juga bilang, kalau untuk Nam Soon membersihkan seperti ini mungkin tidak menjadi masalah, tapi untuk dia itu terlalu kasar.

Nam Soon hanya menganggukkan kepalanya, dan melanjutkan tugasnya kembali. Se Chan sedikit kesal, lalu berdiri, dan mendekati Nam Soon, dia memegang pundak Nam Soon, dan Nam Soon berkata kalau dia mengerti.

“Apa yang kau mengerti?”

Nam Soon menjawab, dia mengerti semuanya, dan akan melakukan apa yang diminta oleh Se Chan. Se Chan senang sekali, dan mengatakan kalau keputusan Nam Soon tepat.




Nam Soon dan Se Chan sama-sama keluar dari aula, dengan badan sakit-sakit semua. Se Chan masih meminta Nam Soon untuk memastikan bisa hadir di kelasnya. Bong Soo melihat mereka dari atas, dan berkata kalau mereka berdua sama persis.



Se Chan berjalan pelan-pelan menahan sakit, dan In Jae yang melihatnya langsung menghampiri Se Chan. In Jae berkata bukankah Se Chan yang dituntut menjadi wali kelas?
Se Chan sedang malas menanggapi, dan In Jae tiba-tiba menyerahkan kertas-kertas pada Se Chan dan menyuruhnya melesesaikan semuanya. Se Chan tentu bingung dan bertanya kenapa dia harus menyelesaikan ini semua?
Jung In Jae menjawab dengan ramah, kalau ini merupakan tugas seorang guru wali kelas.In Jae pun berlalu begitu saja, meninggalkan Se Chan yang merasa frustasi, karena tugas seorang wali kelas benar-benar menyiksa.





Nam Soon sedang mengisi lembar pengenalan diri yang diberikan Jung In Jae, pada kelas 2-2. Nam Soon merasa sedikit bingung saat menulis di kolom LATAR BELAKANG.



Masuklah Se Chan dan membuat Nam Soon menghentikan kegiataannya. Jung In Jae juga ikut masuk melalui pintu belakang. Se Chan memulai percakapan dengan mengatakan kalau tidak ada agenda spesifik untuk hari ini, tapi Se chan meminta ketua kelas mengumpulkan rencana studi yang menjadi tugas mereka kemarin.
In Jae tiba-tiba berseru untuk juga mengumpulkan lembar pengenalan diri mereka yang ditugaskan kemarin.




Se Chan memanggil ketua kelas, dan memandang Nam Soon penuh arti, walaupun Nam Soon tidak suka, dia akhirnya berdiri, dan memberi aba-aba pada teman-temannya untuk menundukkan kepala. Setelah itu Se Chan membolehkan mereka istirahat, In Jae pun juga akhirnya meninggalkan ruangan.


Nam Soon sebagai ketua kelas, meminta tugas-tugas tadi pada teman-temannya. Para siswi bertanya satu sama lain, apakah mereka menyelesaikan keduanya?
Ada yang hanya mengerjakan tugas In Jae saja. Mereka merasa jengkel, karena memiliki dua wali kelas membuat beban mereka semakin berat.


Nam Soon yang sudah mengumpulkan semuanya, segera ke ruang guru dan memberikannya pada In Jae dan Se Chan. Nam Soon bilang kalau belum semua yang mengumpulkan, karena masih ada yang harus mereka ubah lagi.
In Jae bertanya lalu apa Nam Soon juga belum mengumpulkan?

“Salah satu dari itu aku tidak melakukannya. ”
In Jae bertanya tentang Oh Jung Hoo, dan Nam Soon akan menyelesaikan soal itu nanti. Nam Soon sudah ingin meninggalkan ruangan itu, tapi tiba-tiba Se Chan menanyakan Apa Impian Nam Soon?

“Aku tidak punya”

Se Chan tersenyum menanggapi..”Kau tidak memiliki mimpi, tidak ingin kuliah. Lalu kenapa kau sekolah?”

Nam Soon hanya menjawab kalau dia akan memikirkannya, dan segera pergi.



In Jae yang sudah yakin Nam Soon meninggalkan ruang guru, langsung memarahi Se Chan yang menanyakan hal itu pada Nam Soon. Itu tentu membuatnya merasa malu.
Se Chan menunjuk lembar tugas yang dibawa In Jae, disana tertulis pertanyaan yang sama seperti yang dia tanyakan. Jadi sama saja menurut Se Chan, bedanya, In Jae mengetahuinya lewat tulisan, sedang dia mendengarnya langsung. In Jae menatap Se Chan dengan pandangan kesal, dan membalikkan badannya membelakangi Se Chan.

Se Chan melihat satu persatu jawaban anak-anak tentang rencana studi mereka, dan saat membaca punya Ha Gyung.Se Chan dari awal sudah yakin akan seperti apa pekerjaan yang diharapkan Ha Gyung.




Song Ha Gyung bertemu dengan 3 orang siswi di atap sekolah.
Mereka bertanya kenapa Ha Gyung tidak datang ke kelompok belajar?
Ha Gyung bilang kalau itu bukan urusannya. Ha Gyung menjelaskan bukankah kelompok belajar dibuat untuk orang-orang yang berada di peringkat pertama di kelas, agar nanti bisa bersama-masa masuk universitas S?
Ha Gyung bertanya apa mereka salah satu dari orang peringkat pertama di kelas?
Salah satu siswi berkata “Apa karena kau menganggap kami lebih rendah, kau tidak akan hadir?”

Ha Gyung menjawab, kalau dia bahkan tidak berkata apa-apa tentang mereka yang akan melukai harga diri mereka.
Siswi satunya merasa marah, dengan kata-kata Ha Gyung yang terkesan sok itu, dia berniat menghajar Ha Gyung, tapi ditahan oleh temannya.



Temannya menunjukkan buku legenda Se Chan—buku emas, yang Cuma diberikan siswa elit yang ikut mengambil les Se Chan di Gangnam.
Ha Gyung menjawab santai dan penuh senyum, kalau dia tidak membutuhkannya. Lalu meninggalkan mereka bertiga yang geram sekali melihat tanggapan Ha Gyung, yang tidak sesuai dengan harapan mereka.

Si pemilik buku tidak akan memperlihatkan isinya pada mereka berdua, karena kesepakatannya adalah jika ada Ha Gyung di kelompok mereka, dan salah satu dari siswi itu merasa kesal.






Anak-anak melihat pengumuman yang ditempel di papan. Dan sudah menyangka kalau Ha Gyunglah yang berada di peringkat teratas. Lalu tiga siswi tadi yang ada atap sekolah juga melihat pengumuman itu, dan si pemilik buku emas, merasa senang karena namanya ada disana, sedangkan yang satunya merasa kesal.




Siswi yang punya buku emas meninggalkan kedua temannya karena merasa senang, dan yang dua masih di papan pengumuman. Siswi yang merasa kesal tadi merasa heran dan bertanya apa Ha Gyung ikut tes?


Bel istirahat berbunyi, Gang Joo langsung menarik tangan Ha Gyung.
Dan ternyata siswi yang merasa kesal tadi namanya Eun Hye.
Eun Hye diajak temannya untuk makan tonakatsu, tapi dia menolaknya. Eun Hye masih merasa kesal, dan akan menyusul mereka, tapi tiba-tiba dia menyenggol tas temannya, dan terlihatlah buku emas Se Chan menyembul di dalam tasnya, langsung tanpa pikir panjang Eun Hye mengambil dan menyembunyikan di balik seragam sekolahnya.





Eun Hye ke toilet, dan masuk ke salah satu biliknya, disana dia memotret buku Emas yang diambilnya tadi. Dia tersenyum senang, karena bisa mengetahui isinya.



Di kelas Nam Soon masih bingung mengisi lembar yang belum dikumpulkannya. Lalu Young Woo datang menghampiri, dan mengatakan kalau dia sudah selesai menulis. Nam Soon penasaran dan berkata ingin melihat yang ditulis Young Woo, tapi Young Woo melarang karena isinya biasa saja. Young Woo manruhnya dengan posisi terbalik diatas meja Nam Soon, dan mereka sama sekali tidak sadar kalau Eun Hye sudah masuk kelas.
Eun Hye memegang buku Emas di belakang tubuhnya, dan menaruhnya begitu saja di tempat sampah.






Di ruang guru, In Jae sedang mengerjakan dokumen resmi, dan sepertinya kesusahan, dia bertanya pada Se Chan yang berada di sampingnya, apa benar tugas dokumen-dokumen ini diserahkan padanya? Se Chan beralasan kalau dia bahkan tidak punya waktu untuk menyiapkan materi pelajaran karena sedikitnya waktu yang dimilikinya.
In Jae bilang, apa kau pikir aku juga punya banyak waktu luang?
Lalu masuklah Uhm Dae Woong, dan mendekati mereka berdua.
Uhm Dae Wong mengatakan kalau akan ada siswa transfer yang datang dan kemungkinan masuk di kelas 2, karena pelajaran yang dia pilih bahasa cina dan geografi.
Se Chan langsung mengatakan kalau ini adalah tanggung jawab guru Jung.(Se Chan mau enaknya aja ih..^^)
In Jae langsung mengambilnya dari tangan Uhm Dae Woong, dan melihatnya.



Nan Hee melihat berkas siswa transferan itu, dan menyebutnya dengan istilah BELANJA?
In Jae heran dan bertanya maksudnya. Nan Hee menjelaskan, kalau ada anak-anak yang seperti itu, yang suka menyebabkan masalah, dan diminta transfer sesudahnya. Jadi setiap mereka berbuat masalah, mereka akan diminta untuk di ditransfer ke sekolah lain. Seungri adalah sekolah ke 5 nya.
In Jae merasa ini masalah karena menempatkan dia bersama Jung Hoo akan membuat semua tambah rumit. Uhm Dae Woong beralasan, kalau asosiasi siwa juga sulit menanganinya. Tapi Uhm memastikan kalau mereka akan bertemu terlebih dulu untuk membicarakan dan memeriksa dengan hati-hati.

In Jae lalu bilang, kalau dia akan menerimanya. Se Chan protes. In Jae menjawab, kalau bukan mereka yang menerimanya, lalu dia akan pergi kemana?Mereka lalu berdebat tentang itu, Se Chan ingin memastikan nilai anak itu, apakah dia pandai atau tidak. In Jae mengingatkan kalau Se Chan seharusnya tidak mengajarkan rencana studi pada anak-anak yang masih kelas 2.
Uhm Dae Woong pun sudah meninggalkan mereka.



Nan Hee melihat berkas siswa transferan itu, dan menyebutnya dengan istilah BELANJA?
In Jae heran dan bertanya maksudnya. Nan Hee menjelaskan, kalau ada anak-anak yang seperti itu, yang suka menyebabkan masalah, dan diminta transfer sesudahnya. Jadi setiap mereka berbuat masalah, mereka akan diminta untuk di ditransfer ke sekolah lain. Seungri adalah sekolah ke 5 nya.
In Jae merasa ini masalah karena menempatkan dia bersama Jung Hoo akan membuat semua tambah rumit. Uhm Dae Woong beralasan, kalau asosiasi siwa juga sulit menanganinya. Tapi Uhm memastikan kalau mereka akan bertemu terlebih dulu untuk membicarakan dan memeriksa dengan hati-hati.

In Jae lalu bilang, kalau dia akan menerimanya. Se Chan protes. In Jae menjawab, kalau bukan mereka yang menerimanya, lalu dia akan pergi kemana?Mereka lalu berdebat tentang itu, Se Chan ingin memastikan nilai anak itu, apakah dia pandai atau tidak. In Jae mengingatkan kalau Se Chan seharusnya tidak mengajarkan rencana studi pada anak-anak yang masih kelas 2.
Uhm Dae Woong pun sudah meninggalkan mereka.




Uhm Dae Woong kesal melihat mereka berdua berdebat, akhirnya memarahi mereka. Dae Woong bilang akan sangat membingungkan bagi siswa memiliki 2 guru wali kelas. Dae Woong memberi istilah kaki anak-akan akan terpisah dengan cara seperti ini. Dae Woong juga berpesan agar In Jae dan Se Chan mengkompromikan tentang siswa transfer itu, dan memberitahukan padanya. Mereka berdua hanya mengangguk, dan In Jae langsung membalikkan tubuhnya membelakangi Se Chan.



Di kelas 2-2, Nam Soon akan menyerahkan pada wali kelas tentang tugasnya dan juga tugas Young Woo. Saat akan melangkah ke pintu, Nam Soon melihat ada botol minuman kosong yang dibuang sembarangan, Nam Soon memungutnya, dan berniat akan memasukkannya ke tempat sampah, tapi Nam Soon kaget melihat ada buku bergambar Se Chan disana.
Nam Soon mengambilnya, dan merasa tidak asing dengan buku itu. Dia lalu mengingat saat dia mengantar paket kue ke tempat les Se Chan, dan disana Nam Soon ditawari buku ini, dan Nam Soon menolaknya. Nam Soon juga teringat kalau Ha Gyung lah yang les di tempat itu, dan mengira pasti ini punya Ha Gyung. Tanpa piker panjang nam Soon langsung menaruh buku itu di laci meja Ha Gyung.





In Jae dan Se Chan berbicara diluar, dan In Jae tetap dengan keputusannya, akan menerima siswa transfer itu. Se Chan menyetujuinya, dan In Jae kaget, merasa heran karena Se Chan awalnya ngotot menolak si siswa transfer. Se Chan bilang, ada imbalan untuk itu.

“Kalau siswa transfer itu menyebabkan masalah, aku akan memimpin suasana belajar di kelas. ”
Se Chan juga mengingatkan kalau sekarang In Jae mendapat kartu kuning dari kepala sekolah. In Jae juga tidak memiliki cara yang tepat untuk menangani Nam Soon dan Jung Hoo, sekarang ditambah dengan siswa transfer yang mungkin akan menyebabkan masalah. Jadi sekarang mari melakukannya bersama-sama. In jae senang mendengarnya. Dia mengajak Se Chan untuk sama-sama masuk kelas dan mengajar.


Suasana di kelas 2-2 gaduh, Eun Hye bertengkar dengan si pemilik buku emas.(Maaf..belum tahu namanya^^)
Dia menuduh En Hye mengambilnya. Eun Hye mengelak, dan berkata tidak mungkin dia mengambil buku itu. Teman mereka mengingatkan untuk jangan bertengkar.
Si pemilik bilang, kalau hanya mereka bertiga yang tau tentang buku itu. Tiba-tiba dia tersadar, dan segera ke meja Ha Gyung, membongkar isi tasnya.



Nam Soon melihat itu dari mejanya, dan Gang Joo merasa ga terima dengan apa yang dilakukan mereka dnegan membongkar tas Ha Gyung.
Akhirnya dia menemukan buku itu di laci meja , lalu masuklah Ha Gyung, dan heran melihat smeua berkerumun di mejanya, bahkan kaget melihat mejanya berantakan.

Si pemilik buku Emas, menunjukkan buku emas yang ditemukannya di laci meja . Dan mengatakan kalau Ha Gyung mencurinya, makanya menolak belajar bersama.

“Apa kau ada bukti?”

Eun Hye ikut bicara, kalau tidak mencurinya, bagaimana bisa buku itu ada di laci mejanya?

“Bagaimana aku bisa tahu?”





Lalu tiba-tiba Nam Soon bicara kalau dia yang menaruhnya di meja . Semua jadi menoleh kearahNam Soon. Nam Soon bilang kalau dia menemukannya di tempat sampah. Eun Hye bertanya dengan sinis, kenapa Nam Soon bisa berfikir itu milik ?Nam Soon bingung menjawabnya, karena Ha Gyung sudah memandangnya tajam.

Lalu si pemilik langsung tahu alasannya, kalau pasti karena adalah wakil ketua kelas,dan dia langsung bilang kalau ini adalah ulah sepupunya Eun Hye.
Dia mengatakan kalau Eun Hye pura-pura mulia padahal dia seorang pencuri.





Ha Gyung menyuruh agar-hati-hati dalam berkata, dia bilang apa salahnya memanggil Eun Hye sebagai pencuri? Itu kenyataannya.

Lalu masuklah In Jae dan Se Chan (Kemana aja baru datang?).
In Jae menanyakan apa masalahnya?


Sepupu Eun Hye, yang punya buku Emas, In Jae, Se Chan dan Nam Soon bicara diluar kelas, sepupunya Eun Hye minta supaya mereka sebagai wali kelas tidak diam saja dalam menangani hal ini. In Jae bilang kalau dia mengerti dan meminta sepupu Eun Hye untuk segera masuk kelas.
In Jae langsung menyakan pada Nam Soon kenapa dia menaruh buku itu di laci meja Ha Gyung?
Tiba-tiba Eun Hye heluar dan meyerahkan rencana studinya pada Se Chan, dan Se Chan menyuruh Eun Hye menaruh di mejanya.
Eun Hye langsung pergi ke ruang guru.




Di ruang guru, Eun Hye langsung menaruh lembar rencana studinya di meja Se Chan dan dia melihat sebuah daftar, dan memotret dengan ponselnya.




Se Chan menjelaskan kalau juga mempunyai buku itu. Mereka tidak sadar kalau ada Eun Hye dibelakang mereka, se Chan menjelaskan kalau mengikuti pelatihannya di Gangnam, dan Se Chan memberikan setiap siswa buku itu, jadi memang memilikinya. Eun Hye sembunyi di belakang tembok agar tidak ketahuan dan bisa mendengar lebih banyak.

In Jae merasa heran, dan bertanya bagaimana bisa hanya karena buku mereka bertengkar, dan menyakiti perasaan satu sama lain?
Se Chan menjelaskan dia tidak mungkin bisa memberikan semua buku pada muridnya secara gratis. Mereka mendapatkannya, karena menghabiskan banyak uang untuk mengikuti pelajaran Se Chan, dan buku Emas adalah imbalan untuk semua itu.
In Jae mengatakan Se Chan tidak adil, dengan masih menjadi pengajar pribadi, dan bukan seorang guru. In Jae langsung pergi meninggalkan Se Chan.



Eun Hye keluar dari persembunyiannya, dan memanggil Se Chan. Eun Hye langsung meminta untuk dimasukkan ke kelas Sastra.
Se Chan bilang, itu tidak mungkin kalau Eun Hye dinyatakan gagal. Eun Hye langsung berkata, bahwa Song Ha Gyung saja bisa lolos tanpa melakukan tes, bagaimana bisa dia tidak boleh mengikuti kelas sastra?
Se Chan menjelaskan, kalau untuk Ha Gyung kasusnya special. Ha Gyung menjadi yang pertama di antara semua kelas. Jadi tanpa ikut tes pun tentu dia dinyatakan lulus, dan boleh mengikuti kelas sastra.
Se Chan bertanya dimana tempat Eun Hye?Apa dia juga mendapat peringkat pertama seperti Ha Gyung?
Eun Hye sedikit kecewa dan sakit hati dnegan yang Se Chan katakan. Se Chan pun masih bisa tersenyum di akhir kalimatnya, dan meninggalkan Eun Hye.




Anak-anak Seungri sudah mulai pulang, dan di luar gedung sekolah, dan Jung Hoo yang seperti menunggu seseorang, mungkin Nam Soon. Ada juga Yi Kyung dan Ji Hoon, teman setian Jung Hoo. Dan memang mereka menunggu Nam Soon, karena saat Nam Soon sudah terlihat berjalan mendekati gerbang, Ji Hoon dan Yi Kyung langsung menghadang Nam soon, dan menyuruh Nam Soon mengikuti mereka. Jung Hoo tersenyum sinis melihat Nam Soon.



Mereka membawa Nam Soon ke tempat yang sepi, sepertinya di belakang sekolah,dan tanpa ampun mereka menghajar Nam Soon, membuat dia terjatuh dan terluka wajahnya, karena di tendang dan dipukuli oleh Jung Hoo serta kawan-kawannya.

Jung hoo bertanya mengapa hari ini Nam Soon terlihat lemah dan tidak berusaha menghindari pukulan yang diterimanya?
Nam Soon mencoba berdiri, dan tersenyum. Nam Soon meminta kepada Jung Hoo untuk menghentikan pertengkaran diantara mereka.
Jung Hoo pun bangkit dari duduknya, dan langsung memukul Nam Soon. Nam Soon bertanya memukul seseorang benar-benar-benar enak kan? Karena itu Jung Hoo ga mau berhenti.

“Memukulku sampai aku menjadi hancur. Dengan begitu, hidupmu juga akan berubah menjadi hancur.”





Jung Hoo ingin menghajar Nam Soon, tapi tiba-tiba ada tangan yang menahan tangan Jung Hoo. Yup, sepertinya ini Kim Woo Bin yang berperan menjadi Park Heung Soo. Heung Soo menghentikan tangan Jung Hoo yang siap memukul Nam Soon. Semua kaget, dan bertanya siapa dia?
Tanpa disangka dan di duga, Heung Soo berkata “Sudah laam Go Nam Soon.”
(Ada misteri apakah ini?*sambil melotot*)

Nam Soon kaget. Heung Soo mengatakan Nam Soon anak bajingan.





Uhm Dae Woong tiba-tiba lewat, dan menyaksikan anak-anak berkumpul disana., dan langsung paham kalau terjadi perkelahian di tempat itu. Mereka kaget karena ketahuan, dan segera melarikan diri. Heung Soo ga ketinggalan juga ikut pergi.

Nam Soon melompati pagar, dan saat berhasil mendarat dia memgangi perutnya yang terasa sakit akibat tendangan Jung Hoo tadi.



Gang Joo yang semangat berlari keluar gedung sekolah menabrak Heung Soo. Gang Joo marah karena Heung Soo menyebabkan tasnya terjatuh, dan Heung Soo dengan cuek menendang tas Gang Joo kearahnya, sehingga mudah ditangkap Gang Joo. Tentu hal ini membuat Gang Joo semakin marah, dia berkata, apa dikira Heung Soo, tasnya seperti bola?
Heung Soo cuek saja, dan meninggalkan Gaang Joo untuk masuk ke Seungri. Gang Joo yang awalnya marah, akhirnya membiarkan Heung Soo, karena mengiranya dari sekolah lain.


Nam Soon yang kesakitan, masih berjalan sambil memegang perutnya, dan berhenti di salah satu pagar. Disana dia mengingat kejadian silam.

Flashback

Nam Soon ditendang sampai terluka dan berdarah-darah, dan itu ternyata ulan Park Heung Soo serta kawan-kawannya.

Flashback end




Ponsel Nam Soon bordering, sepertinya telpon dari bosnya. Ada tugas yang harus dia kerjakan, dan dia harus mengambil barangnya di kelas 2-2, tepatnya di meja Ha Gyung.


Nam Soon segera mengambil barang yang dimaksud, dan mengambilnya. Lalu mengantarkannya dengan motor.




Nam Soon menunggu di depan toilet perempuan, dia menelpon Ha Gyung dan bilang kalau dia sedang tugas, dan menunggu Ha Gyung di luar. Ha Gyung segera keluar, dan meminta barangnya. Nam Soon sempat bertanya apa Ha Gyung masih tetap ingin masuk ke lembaga private seperti ini? Ha Gyung tidak menjawab, dan meminta Nam Soon untuk segera menyerahkan barangnya atau dia akan terlambat. Nam Soon meminta maaf untuk kejadian di sekolah tadi, dia hanya berfikir,kalau itu adalah milik Ha Gyung (Buku Emas). Ha Gyung lalu mengangkat wajahnya menatam Soon, dan melihat luka di wajah Nam Soon. Ha Gyung langsung bertanya kenapa dengan wajah Nam Soon?
Nam Soon belum sempat menjawab, tiba-tida datang seorang perempuan yang mengenal Ha Gyung dan menanyakan apa yang dia lakukan disini? Lalu melihat seragam sekolah Ha Gyung. Ternyata selama ini Ha Gyung berbohong, dengan berkata sekolah di sekolah elit bahasa asing, bukan di SMA Seungri. Ha Gyung ternyata berbohong mengikuti kelas privat dan temannya tadi tidak mempercayainya.
Perempuan tadi bilang, kalau kelas private hanya untuk orang-orang di sekolah elite aja. Apa Ha Gyung tidak tahu hal itu?

Ha Gyung yang sudah malu menjawab, bahwa dia masih lebih baik dari kalian semua.





Ha Gyung masuk ke dalam toilet untuk berganti pakaian, dan perempuan tadi langsung mengeluarkan ponselnya dan menyebarkan gossip yang baru dia dapat pada semua temannya. Nam Soon melihat dan mendengar hal tersebut.


Ha Gyung sedang berganti pakaian, menukar seragamnya dengan pakaian biasa yang diantar Nam Soon tadi. Nam Soon masih diluar, sepertinya menunggu Ha Gyung, dan saat ha Gyung keluar, Nam Soon langsung menghadang Ha gyung. Ha Gyung menyuruh nam Soon minggir, dan terus berjalan. Nam Soon langsung memengang lengan Ha Gyung dan menahannya.

“Kau akan pergi kemana?”

“Kelas private tentu saja. Emang mau kemana lagi?”

Nam Soon menjelaskan kalau gadis tadi sudah menyebarkan gossip, dan sebentar lagi semua akan tahu. Jadi Nam Soon minta Ha Gyung ga ikut kelas private dulu.

“Itu tidak masalah”

Ha Gyung tetap melangkah pergi meninggalkan Nam Soon.




Ha Gyung memadang tempat lesnya, dia sepertinya ragu, tapi akhirnya memutuskan untuk tetap masuk. Ha Gyung sudah bersiap memencet tombol lift dan menunggunya, lalu tiba-tiba Nam Soon menarik tangan ha gyung dan meminta Ha gyung mengikutinya.
Ha Gyung menolak. Nam Soon mengatakan kalau cukup seklai saja dalam sehari mengalami pertengkaran, karena yang selanjutnya tentu akan semakin sulit dan berat untuk dilewati.
Jadi apa Ha Gyung sanggup melewatinya?
Ha Gyung tahu kata-kata Nam Soon benar, maka diapun berjalan keluar.



Ha gyung yang tidak mau ikut nam Soon berjalan terus saat sudah diluar gedung, dan Nam Soon lagi-lagi menarik lengan Ha Gyung untuk menghentikannya. Nam Soon meminta Ha Gyung naik ke motornya. Ha Gyung masih menolak, dan Nam Soon langsung memaikan helm di kepalanya, mendudukkan Ha Gyung di motor , dan mengunci helm Ha Gyung agar tidak lepas. Ha Gyung diam dan tidak menolak sama sekali.



Nam Soon membawa Ha Gyung dengan motornya. Ha Gyung menangis dan mengusap air mata yang menetes di pipinya. Saat sampai di sebuah tempat, Ha Gyung meminta Nam Soon menghentikan motornya. Ha Gyung turun, dan mendekati tempat yang di pinggirnya tertulis kalimat pertanyaan “Apakah kau khawatir?”

“Menyebalkan..Ini menyebalkan dan..ini juga..”

Ha Gyung mengeluarkan seragam sekolahnya, dan melemparkannya. Nam Soon kaget dan mendekati Ha Gyung. Nam Soon bertanya kenapa Ha Gyung melakukan itu? Apa Ha Gyung sudah gila?






“Itu benar..aku sudah gila. Aku Malu”

Nam Soon bertanya apa Ha Gyung ga tahu berapa borosnya uang yang dikeluarkan Ha Gyung, jadi kenapa harus malu?

“Bukan sekolah negeri, atau sekolah elite lainnya. Tapi SMA Seungri. SMA umum biasa. Ini memalukan.”

Nam Soon berkata apa Ha Gyung tahu betapa anehnya Ha Gyung?Ha Gyung bilang, kalau dia belajar lebih baik dari semuanya.Jadi apa yang begitu memalukan?

“Apa kau tidak punya apapun yang ingin kau buang?”

Nam Soon terdiam. Ha Gyung langsung tahu kalau Nam Soon tidak punya apa-apa untuk dibuang.

“Aku ingin membuang diriku.”


Setelah mengatakan itu Nam Soon naik lagi ke motornya. Dia mengatakan pasti Ha Gyung ga mau ikut bersamanya naik motor lagi kan?
Ha Gyung sedikit gugup, mungkin ga mengira akan medapat perkataan seperti itu dari Nam Soon, Ha Gyung pun menjawab kalau dia akan berjalan kaki saja.



Ternyata Nam Soon menunggu Ha Gyung di halte bis,Nam Soon ingin memastikan kalau Ha Gyung baik-baik saja, dan benar-benar pulang ke rumah. Saat bis sudah datang Ha Gyung segera naik ke dalamnya.



Di kamar, Nam Soon masih sedang berusaha mengisi lembar pengenalan diri yang belum selesai dia kerjakan. Nam Soon mulai menulis di lembar itu.
Saat Nam Soon mengisi lembar pengenalan diri, kegiatan pagi haripun dimulai.. Kegiatan saat Nam Soon, Ha Gyung, In Jae dan Se Chan harus ke Seungri High School.



“Sejujurnya..aku tidak ingin pergi ke sekolah..Aku tidak tahu kenapa..dan jika aku pergi..ada banyak yang jadi malu..dan banyak yang frustasi juga..Aku tidak bisa belajar dengan baik..dan aku tidak punya mimpi.Dan aku benci mendapat pukulan.."




“Tapi yang aneh bahwa ketika aku membuka mata di pagi hari..otomatis aku pergi sekolah. Jadi jika kau bertanya padaku..kenapa aku pergi sekolah?Jawabanku adalah : ”




Nam Soon tiba-tiba menghapus tulisannya, dan dia melanjutkan mengisinya setelah sampai di kelas

“Jawabannya adalah : “Hanya karena..”

Nam Soon berhenti lagi.


Tiba-tiba Ha Gyung datang, setelah tadi mereka bertemu di depan gerbang sekolah, disana Nam Soon meminjamkan jas sekolahnya untuk Ha Gyung, mengingat kejadia semalam, ha Gyung melempar seragamnya.

Ha Gyung datang, dan mengembalikan jas seragam Nam Soon.

“Kau bodoh..”

Ha Gyung bilang, dia ga mungkin memakai barang yang bukan miliknya.



Ki Deok yang meliahat kejadian itu, mengatakan apa namanya kalau sudah seperti ini. Teman Ki Deok juga berkata..kalau sepertinya Ha Gyung dan Nam Soon sudah saling berbagi pakaian. Dan membentuk jari-jari tangannya menguncup..yang berarti saling berciuman..Mereka senang dengan fakta itu.
Nam Soon seperti biasa, cuek dan memilih merebahkan kepalanya di meja.



Kelas menjadi hening, saat Se Chan masuk ke dalamnya. Murid-muridpun duduk di bangkunya masing-masing. In Jae sepertinya belum datang, karena tadi dia terlambat bangun.
Se Chan masih akan menunggu anak-anak yang belum mengumpulkan rencana studi, untuk segera menyelesaikannya. Se Chan menunggu sampai sore ini.



Masuklah In Jae, memberikan pengumuman kalau ada anak baru yang akan dia perkenalkan pada mereka. In Jae menyuruh si murid transfer untuk segera masuk, dan ternyata dia adalah Park Heung Soo. In Jae menyuruh Heung Soo menyapa semuanya, dan memperkenalkan diri.

“Aku Park Heung Soo..”



Nam Soon langsung mengangkat kepalanya, saat mendengar nama Heung Soo.
In Jae menunjuk salah satu meja, dan menyuruh Heung Soo duduk disana. Nam Soon masih ga percaya ada Heung Soo dikelasnya, bahkan duduk disampingnya. Saking terkejutnya, Nam Soon bahkan tidak mendengar Se Chan memanggilnya ketua kelas.





Nam Soon langsung sadar dari lamunannya, dan segera berdiri. Saat itulah Heung Soo melihatnya, dan tersenyum saat tahu kalau Nam Soon sebagai ketua kelas, dan menjalankan tugasnya sebagai ketua kelas.


Tiba-tiba diluar sudah ada Im Jung Soo, dan dua orang laki-laki berjas. Salah satu laki-laki itu mengatakan kalau mereka mendapat informasi kalau Se Chan adalah guru illegal. Anak-anak berkerumun di jendela, ingin mendengar lebih jelas. Se Chan jelas kaget mendengar hal itu.




Di dalam kelas Cuma tersisa, HanYoung Woo, Park Heung Soo, dan Go Nam Soon. Nam Soon dan Heung Soo sama-sama saling memandang.







source : http://nhieshe.blogspot.com/2013/01/sinopsis-school-2013-episode-3-part-1.html and http://nhieshe.blogspot.com/2013/01/sinopsis-school-2013-episode-3-part-2.html
re-posted and re-edited by : dianafitriwidiyani.blogspot.com

No comments:

Post a Comment