Friday, June 28, 2013

School 2013 Episode 9

Sementara itu Se Chan dan In Jae yang masuk ke kelas mereka masing-masing juga tercengang dengan apa yang mereka lihat.
Kelas se Chan adalah kelas pertama yang Jung Soo datangi, dan ternyata benar sodara-sodara kelas Se Chan sepi, tidak ada satupun siswa di dalamnya. Apakah ini berarti semua ada di kelas In Jae?

Jung Soo kaget dan bertanya kemana murid-murid?



Hal itu tidak hanya dialami Se Chan, kelas In Jae pun sama, kosong melompong. Tidak ada murid disana. Soo Chul, guru Uhm dan Nan Hee yang melihat kejadian itu ikut kaget, dan merasa mungkin mereka semua ada di kelas Se Chan.



Jung Soo yang tadi ada di kelas Se Chan langsung masuk menerobos kelas In Jae, dan mendapati keadaan yang sama. In Jae sendiri tertunduk kecewa. Karena mengira semua murid ada di pihak Se Chan.



Jung Soo keluar diikuti yang lainnya, begitu juga In Jae, Se Chan pun juga kelur dari kelasnya, dan mereka saling menatap. Mungkin merasa heran. Jung Soo berkata kalau dia ingin bicara dengan In Jae dan Se Chan di ruangannya.





Sementara itu di tempat lain, Heung Soo masih belum juga melompat. Nam Soon yang menyuruh agar Heung soo segera lompat, akhirnya sadar apa yang ada di pikiran Heung Soo dengan melihat kakinya. Heung Soo turun dan menggeser Nam Soon, menyuruh Nam Soon saja yang melompat.









Mereka sudah di kepung oleh preman-preman itu. Nam Soon yang masih linglung dengan ketakutan Heung Soo tadi, segera kembali sadar dan mendorong Heung Soo agar berada di belakangnya, dan dia siap menghadapi preman-preman itu. Heung soo berkata kalau Nam Soon mau keluar, maka keluar sekarang.(Mana mungkin toh Bang..^^)
Nam Soon berbisik “ayo menerobos mereka.”
Mereka sama-sama menghitung “satu..dua..tiga..”









Mereka mencoba melawan mereka agar bisa lolos, dan berhasil keluar dari tempat itu dengan masih dikejar oleh para preman tersebut. Namun Nam Soon dan Heung Soo terlihat senang melewatinya.











Mereka terus berlari dan berhasil menghentikan bis lalu masuk ke dalamnya, dan tanpa bisa lagi dikejar oleh preman-preman itu. Heung Soo senang sekali, lalu menaruh tangannya di pundak Nam Soon, Nam Soon juga tak kalah senang dan tersenyum pada Heung Soo. Mereka belum saling menyadari kedekatan antara mereka. Sampai akhirny Nam Soon sadar, dan senyumnya pun menghilang. Heung Soo sendiri langsung menarik tangnnya yang ada di pundak Nam Soon dengan kikuk.
Mereka pun mencari tempat duduk masing-masing, kembali seperti orang yang tidak saling mengenal.









Kembali ke Seungri.

Jo Bong Soo masih di ruang guru tanpa tahu hiruk pikuk yang terjadi di luaran sana. Lalu tiba-tiba terdengar suara berisik di luar ruang guru, ternyata Ki Deok yang sedang bermain lempar bola dengan Kim Joong Hyun. Guru Jo yang melihat itu langsung keluar dan menghampiri mereka. Ki Deok jadi ketakutan karenanya dan akhirnya lari menghindari guru Jo.





Di ruang kepala sekolah, Im Jung Soo bertanya pada In Jae dan Se Chan tentang bagaimana ini bisa terjadi? Lalu tiba-tiba masuklah guru Jo, dan berkata kalau In Jae dan Se Chan harusnya mengumpulkan para siswa dulu. Jung Soo bertanya memangnya dimana para siswa sekarang? Jung Soo sudah berniat akan mencari semua siswa kelas 2-2 yang tiba-tiba menghilang, tapi In Jae menghentikan Jung Soo, dan berkata kalau biarkan dia saja dan Se Chan yang mencari mereka. In Jae juga meminta agar dia dan Se Chan bisa melihat mereka dulu. Jung Soo bertanya kenapa? Apa kali ini In Jae juga akan bersekongkol lagi dengan anak-anak? Se Chan yang ikut kesal karena keras kepalanya Jung Soo berkata kenapa Jung Soo tidak membiarkan saja apa yang ingin In Jae lakukan dan jangan ikut campur.
Jung Soo kaget, dan Se Chan melanjutkan kata-katanya apa Jung Soo tidak tahu kenapa ini semua terjadi? Ini semua adalah karena ide konyol Jung Soo yang menyuruh siswa untuk memilih. Se Chan juga bilang biar dia dan In Jae yang menanganinya karena mereka adalah wali kelas 2-2, terserah pada mereka apakah akan bersekongkol atau menutupi masalah ini, biar mereka sendiri yang mengurusnya (Wow..tumben lo Se Chan.)
Jung Soo hanya terdiam tidak mampu berkata apapun untuk membantah.





Anak-anak ternyata ada di suatu ruangan berkumpul bersama disana.
Kang Joo, Min Ki, Ki Deok dan Jung Hyun, berkumpul di salah satu meja. Kang Joo berkata kalau dia merasa tidak nyaman dengan semua ini. Seorang siswa yang juga berkumpul disana berkata kalau ini tidak adil, menimpakan semua pada mereka. Dia juga berkata kalau ini adalah kesalahan guru.
Kim Jong Hyun memarahi Ki Deok yang terus mengajaknya main bola sehingga akhirnya tertangkap oleh guru Jo.
Ki Deok marah dan berkata “Apa katamu?”
Kang Joo dan satu temannya juga kesal mendengar Ki Deok dan Jong Hyun.
Min Ki berkata kalau mereka berdualah yang salah. “Tidak masalah kalau hanya tertangkap oleh guru Jo”











Tiba-tiba masuklah In Jae dan Se Chan, yang akhirnya membuat anak-anak kaget.



Sementara itu Nam Soon dan Heung Soo masih ada di bis, Heung soo memutuskan untuk turun saat bis berhenti. Nam Soon hanya memandangnya dari dalam bis. Nam Soon kemudian meminta maaf pada supir, dan meminta supir itu membukakan pintu, karena Nam Soon juga memutuskan untuk turun.





Heung Soo berjalan sendiri, terlihat dari cara jalannya, kaki Heung Soo memang sakit sebelah. Mungkin karena berlarian tadi membuat kaki Heung Soo yang cidera dulu semakin sakit. Heung Soo membungkuk memegang kakinya yang terasa sakit dan sedikit mengernyit.

Nam Soon yang tiba-tiba datang bertanya apa kaki Heung Soo baik-baik saja?
Heung Soo menjawab kalau ini bukan urusan Nam Soon. Nam Soon berkata kalau hal yang tadi juga bukan urusan Heung Soo. Nam Soon bilang apa dia mendapat masalah, dipukuli preman atau apapun itu, harusnya Heung Soo tidak peduli.
Heung Soo mengelak dengan berkata kalau dia melakukan itu bukan karena dia peduli pada Nam Soon. Heung Soo hanya tidak ingin melihat Jung Hoo senang karena berhasil membuat Nam Soon menderita. Nam soon akhirnya mengucapkan terima kasih.

“Untuk apa?”

“Karena kau terus menjaga janji”

Setelah itu Nam Soon pergi meninggalkan Heung Soo. Saat berjalan meninggalkan Heung Soo, Nam Soon mengingat masa lalunya.







Flashback

Saat itu, Nam Soon menampar dua orang laki-laki teman sebayanya. Nam Soon memarahi mereka yang tidak mematuhi perintah Nam Soon. Saat Nam Soon akan memukul, seorang dari mereka menghindari pukulan Nam Soon, dan tentu hal itu berhasil membuat Nam Soon marah. Nam Soon akhirnya bangkit dan menendang mereka, tapi Heung Soo datang dan menahan tubuh Nam Soon agar tidak melanjutkan tendangannya.
Heung soo menyuruh mereka segera pergi selagi Nam Soon masih bisa ditahannya. Merekapun segera berlari menyelamatkan diri dari amukan Nam Soon.







Setelah mereka berdua pergi, Heung Soo melepaskan pegangannya pada tubuh Nam Soon. Nam Soon marah karena Heung Soo membiarkan mereka berdua lari. Heung Soo menjelaskan kalau Nam Soon tidak perlu berlebihan. Nam Soon bisa dipenjara kalau gendang telinga mereka sampai rusak.
Nam Soon menjawab kalau memang harus dipenjara ya tidak apa-apa. Dia hanya tidak mau membiarkan mereka mengira kalau dia takut dan bisa ditaklukkan dengan mudah.
Heung Soo menjawab kalau dia hanya tidak ingin melihat Nam Soon dipenjara.
Nam Soon masih terus mengomel, dan Heung Soo berkata kalau dia tahu, dia tidak mungkin pura-pura tidak tahu.

“Dengarkan baik-baik. Apa kau temanku atau bukan, lakukan apapun yang kau inginkan. Tapi aku akan menghentikanmu dari melakukan hal-hal yang bisa membuatmu masuk penjara. Aku akan melakukannya sampai saat aku mati. Aku tidak tahu hal-hal lain, tapi aku akan menjaga janji ini tanpa syarat.”

Nam Soon tersenyum mendengarnya, merasa Heung Soo benar-benar tulus. Nam Soon lalu mencairkan suasana dengan mengajak Heung Soo bercanda. Merekapun tertawa bahagia saat itu.





Flashback end

Kembali ke Seungri.
In Jae dan Se Chan hanya memandang anak-anak dengan diam. Mereka sendiri bingung akan mengatakan apa. In Jae akhirnya membuka suara dan bertanya kenapa anak-anak tidak ada yang datang ke kelas? Nam Kyungminlah yang menjawab kalau ini sudah berlebihan.Apa yang akan terjadi kalau kita memilih salah satu dari keduanya? Apa yang tidak dipilih akan memberikan mereka nilai buruk saat tes.
Han Young Woo juga ikut bicara kalau anak-anak bilang mereka ingin bermain sepak bola.







Kini giliran Se Chan. Se Chan berkata kalau mereka yang tidak datang ke kelas dianggap absen. Seorang siswi membantah dan mengatakan kalau Se Chan tidak bisa melakukan ini pada mereka. Pertama-tama membuat mereka harus memilih, itu sudah kesalahan. Siswi di belakang pun membenarkan kata-kata siswi yang didepan. Mereka berkata kalau mereka cukup setia pada kedua guru, jadi mana mungkin bisa memilih.

In Jae membenarkan kata-kata mereka. Se Chan melanjutkan kata-kata In Jae, walaupun itu benar tapi cara yang mereka lakukan adalah salah. Kalau mereka memiliki keluhan, mereka harus memberitahukannya pada In Jae atau dia sebagai wali kelas mereka. Se Chan mengatakan untuk saat ini mereka boleh ke kelas, dan bersiap untuk kelas berikutnya.



Para gurupun akhirnya mengadakan rapat yang tentu dipimpin oleh Soo Chul. Soo Chul dengan marah bertanya bagaimana bisa 35 siswa tidak ada di kelas? Seorang guru menjawab, kalau ini sedikit melegakan, karena tidak ada yang membuat kesulitan di luar sana. (Itu si Jung Hoo cs,bikin ulah ngerjain Nam Soon dan Heung Soo)
Nan Hee menjawab kalau dia mendengar Oh Jung Hoo tidak ada di kelas, bisa saja dia sedang diluar dan menciptakan masalah.(Bener)
Nan Hee juga bilang, bagaimana In Jae dan Se Chan akan mengurus ini? Karena ibu Min Ki dan orang tua lainnya pasti tidak akan tinggal diam (Ya tuh..mereka kayak cacing kepanasan.^^)







Uhm Dae Woong akhirnya berkata kalau ini merupakan tanggung jawab sekolah, dan mereka harus bisa menerima pilihan anak-anak.
Soo Chul yang mendengar itu, menanyakan apa yang dimaksud Dae Woong dengan mengatakan ini adalah tanggung jawab sekolah? Apa Dae Woong ingin bilang bahwa ini adalah kesalahan kepala sekolah? Dae Woong membenarkan hal itu, karena ide ini berasal dari kepala sekolah. Soo Chul masih membela Im Jung Soo dengan beralasan kalau apa yang Jung Soo lakukan hanya untuk kebaikan. Soo Chul juga meminta agar hal ini tidak tersebar sampai keluar. Karena orang tua hanya mendengarkan kata-kata anak mereka. Kalau mereka pulang dan menceritakan ini dan itu, bukankah akan mengganggu sekali?

Soo Chul pusing dengan anak-anak di kelas 2 yang selalu menyebabkan masalah. Sebenarnya ini yang salah gurunya atau muridnya?
Se Chan akhirnya menjawab dengan nada dingin, apa Soo Chul merasa ini kesalahan siswa dan wali kelas?Kata-kata Se Chan tadi mengindikasikan agar Soo Chul melihat lagi ke belakang, karena semua ini disebabkan oleh kepala sekolah mereka.
Soo Chul salah tingkah dan berkata kalau intinya kepala sekolah akan mengurus ini semua setelah hasil ujian prestasi keluar. Soo Chul meminta agar untuk saat ini In Jae dan Se Chan bisa menenangkan suasana kelas, dan focus pada ujian prestasi.





In Jae dan Se Chan sedang memandang buku absen. In Jae menutup buku itu dan menatap Se Chan, bertanya apa yang akan mereka lakukan sekarang? Mereka tidak bisa jika harus memberi absen pada semua siswa. In Jae berkata harusnya mereka dari awal memang tidak melakukan hal ini. Bahkan jika anak-anak tidak menghormati guru, mereka tetap marah jika mereka punya masalah dengan guru. Dan mereka tidak berani mengatakan apa-apa karena mereka takut dihukum. Jadi bagaimana bisa mereka disuruh milih diantara dia atau Se Chan?

Se Chan menjawab jika semua sesederhana itu. Jika hubungan mereka memang hanya hubungan antara mengajar dan belajar. Memilih tanpa masalah akan terasa lebih aneh.In Jae berkata kalau tadi dia berfikir semua berada di kelas Kang Se Chan. Se Chan pun menjawab demikian. In jae aneh mendengar hal itu dan bertanya kenapa se Chan bisa mengira demikian? Se Chan menjawab dengan kikuk, kalau dia merasa pelajaran guru Jung lebih mudah daripada pelajarannya, jadi dia berfikir kalau anak-anak lebih menyukai itu. In Jae tersenyum mendengar alasan se Chan, dan Se Chan juga membalas senyuman In Jae.

Se Chan mengemukakan alasannya bahwa walaupun anak-anak mengambil pelajaran, nantinya mereka juga akan focus pada ujian masuk perguruan tinggi. Pada akhirnya juga akan seperti itu.
In Jae menjawab bahwa seorang guru harus bisa mengajarkan pelajarannya sendiri, tanpa harus khawatir tentang ujian masuk perguruan tinggi atau lainnya.
Se Chan mencoba membantah, bahwa siapa yang mengajarkan itu bukan hal yang penting. Yang terpenting disini adalah siswa yang akan belajar. Tidak peduli seberapa baik mereka melakukannya di sekolah, tidak ada anak yang tidak mau ke perguruan tinggi. Anak SMA tidak mungkin mengabaikan UMPTN.







Jung Hoo cs keluar dari gedung tempai main billiard. Yi Kyung dan Ji Hoon asik main sendiri. Ternyata di depan mereka sudah ada Heung Soo. Jung Hoo langsung berkata kalau sepertinya Heung Soo sangat terampil, karena bisa meloloskan diri tanpa terluka sedikitpun dari preman-preman itu. Heung Soo membenarkan hal itu dan berpesan agar lain kali jangan mengganggunya lagi.
Jung Hoo menakuti Heung Soo dengan berkata kalau preman-preman itu tidak akan melepaskan Heung Soo, dan akan terus mengejarnya.
Heung Soo berkata kalau Jung Hoo terlalu sombong. Mungkin Nam Soon bisa dipukuli oleh Jung Hoo, tapi dia tidak akan tinggal diam dan menerima begitu saja.

Heung Soo kemudian mengejek Jung Hoo yang harus selalu dikawal dengan 2 pelayannya ini. (Maksudnya Yi Kyung dan Ji Hoon) Tanpa mereka Jung Hoo bukan apa-apa.
Jung Hoo yang mulai kesal membenarkan hal itu, walau bagaimanapun dia tetaplah seorang pemimpin. Lalu bagaimana dengan Heung Soo? Apa Heung Soo masih kaki tangan Go Nam Soon? Dia merusak kakimu, dan kau masih merangkak kembali padanya.

Senyum Heung Soo mulai memudar,dan dengan satu pukulan yang keras Jung Hoo jatuh tersungkur ke tanah. Yi Kyung dan Ji Hoon mencoba membantu Jung Hoo berdiri.











Heung Soo mengancam Jung Hoo, dengan berkata kalau Jung Hoo masih ingin bersekolah dengan nyaman maka berhentilah mengganggunya. Atau Jung Hoo akan melihat dimana batas kesabarannya berakhir. Heung Soo bahkan menyudahi ancamannya itu dengan senyum manis yang tersungging di bibirnya. (Ampuunn jangan senyumm..)



Heung Soo pun pergi meninggalkan mereka bertiga. Yi Kyung marah dan akan mencoba menghajar Heung Soo, tapi Ji Hoon menghentikan Yi Kyung. Yi Kyung menoleh heran pada Jung Hoo dan bertanya apa Jung Hoo benar-benar akan membiarkan Heung Soo pergi begitu saja?
Ji Hoon berkata lebih baik memang mereka menghentikannya.





Sementara itu keesokan harinya, Nam Soon masih meringkuk di tempat tidurnya. Bimbang memutuskan. Apakah dia akan sekolah atau tidak. Setelah berbaring, Nam Soon mencoba duduk dengan bersandar dan memejamkan matanya.
Nam Soon mengingat kata-kata Se Chan bahwa apa yang bisa dia lakukan tanpa ijazah SMA? Ingat saat In Jae bertanya berkali-kali tentang keseriusannya. Ingat juga saat Heung Soo yang menyuruhnya untuk tetap datang kesekolah, dan ingat saat teman-temannya memanggil-manggil namanya dari jendela. Mengingat itu semua membuat Nam Soon semakin mantap untuk berangkat lagi ke sekolah.







Di kelas 2-2, Kang Se Chan tetap akan menandai absen untuk insiden kemarin. Anak-anak mengeluh mendengarnya. In Jae berkata kalau mereka berdua sudah memutuskan, bahwa hukuman membersihkan saja tidak cukup untuk apa yang mereka lakukan kemarin. In Jae juga bilang kalau dia bisa memahami perasaan mereka semua. Dia meminta untuk siswa agar lain kali membicarakannya padanya dan Se Chan dulu, baru mengambil tindakan. Se Chan berkata kalau pemotongan kelas seperti kemarin itu memang hal yang keliru. Tapi hukuman membersihkan tetap harus dilakukan.

Anak-anak mengerti dan akan mematuhinya. Se Chan juga menambahkan kalau untuk lokasi yang akan dibersihkan, dia akan memberitahunya nanti pada mereka.
Kemudian In Jae meminta Heung Soo dan Ji Hoon yang kemarin melarikan diri dari kelas untuk menemuinya di kantor setelah ini.







Dan taraaaa..masuklah nam Soon. Dia menunduk memberi hormat pada dua wali kelas di depannya. Dan Ki Deok bersorak karena ketua Go sudah kembali.
Se Chan yang melihat Nam Soon datang,bertanya kenapa Nam Soon datang terlambat?

“Aku sedang berfikir aku akan datang atau tidak”

Se Chan dengan nada bercanda sedikit mengejek berkata kalau siswa yang lain pasti langsung memutuskan untuk datang, tapi Nam Soon malah masih harus memikirkannya dulu. Haha.

In Jae akhirnya berkata kalau kelas sudah selesai, dan Nam Soon msih belum sadar akan tugasnya sehingga Se Chan mengeaskan kembali kalimat “Kelas berakhir”
Nam Soon paham dan akhirnya berdiri lalu melaksanakan tugasnya dengan baik.





Setelah In Jae dan Se Chan keluar kelas, Nam Soon kembali duduk, dan saat itu dia memandang Heung Soo. Heung Soo sendiri hanya melirik Nam Soon sedikit dengan ujung matanya.



Han Young Woo mendekati Nam Soon (imuutnya Young Woo ini..^^)
Young Woo bertanya kenapa Nam Soon tidak menjawab panggilannya? ANm Soon berkata maaf, dan bertanya apa Young Woo menjaga sekolah dengan baik?
Young dengan senyum mengangguk kalau dia juga mengosongkan tempat sampah dan mengganti kain pel serta memperbaiki semua yang rusak.
Nam Soon mendengar itu dengan senyumnya.







Lalu tiba-tiba Kang Joo datang dan memukul kepala Nam Soon. Kang Joo berkata harusnya Nam Soon meminta maaf pada mereka. Nam Soon menoleh dan mengaduh kesakitan sambil memegang kepalanya. Nam Soon diam saja, dan membuat Kang Joo semakin gemas, dia lalu menaruh tangannya di leher Nam Soon seperti mencekiknya.
Kang Joo bilang kalau Nam Soon sudah membuat Ha Kyung banyak menderita karena mencemaskan Nam Soon.(cuwit..cuwit..)
Ha Kyung menoleh dan melihat Nam Soon berada dalam dekapan tangan Kang Joo. Nam Soon yang melihat itu, meminta Kang Joo melepaskan tangannya dan berkata kalau dia mengerti.







Heung Soo dan Ji Hoon bertemu In Jae di ruang guru, disana In Jae bertanya dimana Jung Hoo dan Yi Kyung? Ji Hoon menjawab kalau mereka mungkin saja sedang tidur.
In Jae berkata kalau ketidak hadiran mereka kemarin akan ditandai absen. Ji Hoon menjawab Ya. In Jae lalu berkata agar mereka mencoba focus pada kehadiran. Kalau mereka tidak bisa menjaga kehadiran mereka, maka dipastikan mereka tidak bisa lolos apalagi naik kelas 3. In Jae bahkan menekankan ini untuk Heung Soo, kalau Heung Soo bahkan tidak mungkin bisa untuk absen sekali lagi, karena itu berarti dikeluarkan.
Heung Soo menjawab “aku mengerti”







Uhm Dae Woong muncul dan memanggil nama Heung Soo. In Jae menyuruh Heung Soo menemui guru Uhm. In Jae kemudian focus lagi pada Ji Hoon, dan memuji Ji Hoon yang nilainya meningkat.

“Itu..aku hanya menjawab beberapa soal yang aku bisa dan mengarang beberapa sisanya.”

In Jae masih dengan tersenyum berkata kalau hanya memecahkan bebrapa soal saja Ji Hoon bisa meningkat nilainya, bagaimana kalau Ji Hoon benar-benar bisa memecahkan semua soal dengan benar.
In Jae mulai serius. Dia berkata kalau saat Ji Hoon keluar ke dunia nyata, ada bebarapa hal yang tidak bisa diselesaikan dengan kekuatan. Sekarang mungkin Ji Hoon berfikir bahwa semua bisa diselesaikan dengan adu fisik, tapi pada kenyataannya tidak seperti itu. Itu hanya akan membuat semua menjadi tambah buruk.
Kemudian masuklah Jo Bong Soo.









Jo Bong Soo berkata pada Ji Hoon untuk mengulurkan tangannya. Ji Hoon yang bingung mematuhinya. Tapi sebelum itu dia mengelap tangannya ke seragam, karena tangannya berkeringat.
Hehe.

Ji Hoon mengulurkan tangannya pada guru Jo, dan guru Jo melihatnya lalu berkata kalau seperti yang dilihat Ji Hoon memang orang yang kuat. Dengan mengangkat tangan Ji Hoon lebih tinggi, guru Jo berkata kalau seperti ini Ji Hoon mungkin bisa jadi preman atau polisi. Ji Hoon kaget dan guru Jo berkata kalau Ji Hoon mungkin bisa menjadi polisi dan bukannya preman. Setelah itu Jo Bong Soo melangkah ke mejanya meninggalkan Ji Hoon dan In Jae.



In Jae tersenyum dan berkata kalau guru Jo benar-benar pintar dalam membaca telapak tangan seseorang. Ji Hoon tersenyum mengiyakan, dan In Jae pun akhirnya menyuruh Ji Hoon kembali ke kelas.





Ternyata Uhm Dae Woong membawa Heung Soo ke suatu ruangan dimana di dalamnya sudah ada Nam Soon.
Guru Uhm bertanya kenapa mereka berdua bisa 10 hari melakukan absen? Karena itulah Heung Soo dan Nam Soon akan melakukan layanan sekolah selama 7 hari.
Sebelum itu guru Uhm bertanya berapa banyak layanan sekolah yang tersisa untuk Heung Soo?

“Aku? Tujuh hari lagi”

Kemudian masuklah In Jae dan Se Chan ke dalam ruangan itu. Guru Uhm bertanya siapa yang akan bertanggung jawab pada layanan sekolah anak-anak?
In Jae menjawab kalau itu adalah tanggung jawabnya.Tapi mengejutkan karena guru Uhm menyuruh Kang Se Chan kali ini yang melakukannya. Dengan bercanda guru Uhm bilang kalau tangan In Jae bahkan tidak sampai saat menyentuh Heung Soo dan Nam Soon.
Dengan konyolnya In Jae mendekati Heung Soo, dan menyentuh kepala Heung Soo dengan tangannya. Posisi kaki In Jae pun harus jinjit agar tangannya bisa memegang atas kepala Heung Soo. In Jae pun berkata “Aku bisa.”







Ternyata Nam Soon dan Heung Soo disuruh untuk bersihin kamar mandi, walaupun enggan mereka tetap melaksanakannya. Se Chan kadang-kadang mengecek mereka dan bertanya apa mereka baik-baik saja? Mereka berkata kalau mereka sudah selesai.







Se Chan tidak percaya dan memastikannya sendiri. Melihat ke masing-masing bilik kamar mandi, mungkin berharap bertemu kotoran yang masih tersisa.
Dan ternyata memang Se Chan menemukan puntung rokok, dan memperlihatkan itu pada mereka. Heung Soo mencoba mengambilnya, tapi Se Chan melarang Heung Soo memegangnya, sehingga akhirnya Heung Soo menangkupkan kedua tangannya (Ini kebiasaan orang korea ternyata kalau dikasih sesuatu sama orang yang lebih tua, harus menerima dengan kedua tangan. )







Tugas mereka ternyata tidak selesai sampa disitu saja. Se Chan masih mengajak mereka ke gudang untuk membersihkan tempat tersebut.
Terlihat banyak kursi dan meja yang bertumpuk dan tidak beraturan. Debu-debu juga banyak sekali.
Se Chan berkata kalau mulai sekarang mereka harus membersihkan tempat ini.
Heung Soo dan Nam Soon tidak banyak protes, mereka langsung mengambil sapu untuk membersihkannya, tapi Se Chan yang melihat itu, langsung berkata tidak. Mereka tidak akan seperti itu membersihkannya. Mereka berdua kaget dan menoleh ke Se Chan.


“Keluarkan semua meja dan kursi.Bersihkan itu setelah kalian memindahkan semuanya”

Mereka bertanya akan dipindahkan kemana? Se Chan melihat sekeliling, dan merasa atap sekolah adalah tempat yang tepat, mengingat begitu banyaknya kursi dan meja yang ada di gudang. Atap sekolah adalah tempat yang besar, jadi cocok untuk menaruh sementara kursi dan meja itu.(Hadeeww,,capek deh)

Nam Soon bertanya seolah memastikan “semua ini?” sambil menunjuk kursi dan meja yang ada di dalam gudang? Setelah mengiyakan dengan mantap, Se Chan pun meninggalkan mereka.









Nam Soon dan Heung Soo pun akhirnya memindahkan meja dan kursi itu satu persatu. Naik turun tangga. Menaruh keatap, lalu kembali ke gudang. Begitu terus, sampai Nam Soon kecapekan karenannya.









Nam Soon kepikiran untuk naik lift, padahal di sekolah lift tidak diperuntukkan untuk siswa.
Nam Soon menekan tombol lift, dan ternyata Se Chan yang keluar dari dalam lift, membuat Nam Soon kaget, Heung Soo yang ikut melihat juga kaget. Se Chan dengan santai berkata apa mereka tidak tahu larangan naik lift untuk siswa?
Mereka pun kesal mendengarnya.









Se Chan pun mengunci lift agar benar-benar tidak bisa digunakan, dan berpesan pada mereka untuk mengerjakan semua dengan baik serta jangan bertengkar.Karena dia ada urusan sebentar di luar. Haha kayak nasihatin anak SD lo.^^



Nam Soon dan Heung Soo bener-bener kelelahan karena tugas membersihkan gudang ini. Mereka beristirahan sebentar. Nam Soon akan mengumpat tentang Kang Se Chan, tapi Heung Soo memandangnya tajam, membuat Nam Soon tidak jadi melanjutkan kata-katanya.





Sementara scene selanjutnya adalah Kang Se Chan yang ternyata ada bersama kepala sekolah Im, dan Ibu Ha Kyung serta Ibu Min Ki. Kali ini mereka tidak bertemu di sekolah, melainkan diluar. (Sejak kapan coba urusan sekolah anak, jadi kepentingan pribadi kayak gini.)

Ibu Ha Kyung dengan mulut manisnya berkata, kalau dia merasa tidak enak harus menemui mereka di sekolah sebagai orang tua siswa, makanya mereka mengajak Se Chan dan Jung Soo bertemu di luar. Jung Soo langsung bertanya ada apa sebenarnya? Ibu Ha Kyung berkata kalau sebelumnya dia tidak tahu karena Ha Kyung selalu bersikap tenang di rumah, tapi Ibu Min Ki menelponnya dan menceritakan tentang kelas dua yang menolak kelas. (Itu lo saat kelas dibagi dua,disuruh milih antara kelas guru Jung atau guru Kang)
Jung Soo mengelak, bahwa kejadiannya tidak separah itu, dan semua hanyalah kesalahpahaman saja.

Giliran Ibu Min Ki nih yang ngomong. Ibu Min Ki bilang kalau anaknya tidak mengadukan apapun. Dia tahu itu dari ibu Eun Hye. (Ibu-ibu emang biangnya rumpi)
Ibu Min Ki berkata kalau yang dia dengar kedua guru punya cara mengajar yang sangat berbeda.Bukankah kepala sekolah seharusnya sudah merencanakannya dari awal? Ibu Min Ki menegaskan kalau kedepannya tetap harus focus pada pelajarannya guru Kang. Kang Se Chan kaget mendengarnya, dan Jung soo berkata kalau untuk itu biar mereka yang memutuskannya.

Ibu Ha Kyung berkata dengan mulut manisnya itu, kalau Jung Soo berarti tidak bisa memutuskannya dengan segera kan? Kalau memang begitu, mereka akan bicara lagi dengan Jung Soo setelah hasil ujian prestasi keluar. Kalau nilai anak-anak buruk, berarti cara mengajar guru memang salah.(mungkin emang dasar anaknya yang bego Bu.Haha)
Ibu Ha Kyung kemudian bertanya pada Ibu Min Ki, kalau pada saat nilai prestasi keluar, belum terlambat untuk para orang tua menyatakan banding kan?
Jung Soo kaget dan bertanya apa yang dimaksud mengajukan banding oleh ibu Ha Kyung?
Kali ini Ibu Min Ki yang menjawab, kalau para orang tua sepakat akan meminta bantuan pada dinas setempat. Ibu Min Ki juga mengatakan kalau bukankah kejadian penolakan kelas oleh anak-anak karena ide konyol dari Jung Soo.

“Itu bukan mendorong. AKu hanya memberi mereka pilihan”

“Jangan membuat anak-anak memilih”

Orang tua –orang tua yang menyebalkan itu seolah mengindikasikan agar wali kelas anak mereka hanya di pegang oleh guru Kang. Se Chan hanya bisa menanggapi dengan senyum yang dipaksakan tersungging di bibirnya.





Se Chan dan Jung Soo sudah sampai kembali di sekolah. Dan saat turun dari mobil dan berjalan menuju Seungri, Jung Soo terus mengomel. Bagaimana bisa orang tua murid menyuruh kepala sekolah mengadakan pertemuan di luar sekolah, apalagi semua keputusan penting ada di tangannya, kenapa para orang tua bertingkah seperti itu. Se Chan hanya tersenyum tipis mendengarnya.

Jung Soo menoleh menghadap Se Chan dan bertanya apa yang akan dilakukan Se Chan? Jung Soo bilang kalau orang tua menginginkan agar masalah guru Jung segera diselesaikan? (dipecat atau diapain yak?)
Se Chan menjawab kalau dia tidak berfikir akan terlibat dalam masalah ini. Se Chan juga merasa kalau dia tidak menemukan kesalahan yang diperbuat guru Jung?

“Itulah kenapa aku memintamu untuk membantuku?”

Jung Soo juga bilang kalau seperti ini hasil ujian prestasi pasti tidak akan bagus. Dan kalau keadaannya seperti ini siapa yang menurut Se Chan dalam masalah besar? Pasti guru Jung kan? Jadi kalau sampai orang tua memutuskan menyerang guru Jung,sekolah tidak akan bisa membantu.
Se Chan benar-benar serius mendengarkannya.
Jung Soo pun meninggalkan Se Chan yang hanya bergumam “Orang tua benar-benar menguasai”





Heung Soo masih dengan tugasnya, membersihkan gudang dengan memindahkan terlebih dulu, semua kursi dan meja yang ada di gudang dan membawanya keatap. Heung Soo tidak sendiri, karena Nam Soon juga mendapat hukuman yang sama dengannya.

Nam Soon masuk ke gudang dan melihat Heung Soo sedang mengangkat meja serta kursi. Nam Soon mengatakan kalau dia yang akan melakukan sisanya, jadi Heung Soo bisa bersantai. Nam Soon mungkin kasihan liat Heung Soo harus mondar-mandir dan naik turun tangga sambil bawa meja dan kursi yang pasti berat. Kasihan dengan kaki Heung Soo mungkin yah..

Heung Soo tidak mempedulikan itu dan terus melangkah, tapi Nam Soon tetap mencegat Heung Soo dan mengulang lagi kata-katanya, kalau dia yang akan melakukan sisanya.
Heung Soo bilang minggir. Tapi Nam Soon kemudian mengambil paksa meja dan kursi yang sudah dipegang Heung Soo.
Heung Soo bertanya apa Nam Soon berpura-pura menjadi baik lagi?







Nam Soon menjawab kalau dia hanya sedang mencoba beberapa trik saja untuk menarik perhatian Heung Soo. Itulah tujuan Nam Soon kembali ke sekolah.
Heung Soo bertanya trik apa?
Nam Soon tidak menjawab, dia hanya berjalan keluar sambil membawa meja dan kursi yang dipegangnya. Meninggalkan Heung Soo.
Heung Soo sendiri mengambil meja dan kursi yang lain untuk diangkatnya keatap sekolah.



Di kelas 2-2, ini adalah jam pelajaran In Jae karena terlihat mereka dibagi dalam kelompok, seperti yang terakhir In Jae lakukan. In Jae menyuruh Han Young Woo membaca puisi. Young Woo pun tentu mematuhinya.
Puisi yang dibacakan Young Woo bererita tentang jerapah. Saat Young Woo sedang asik membaca In Jae melihat Nam Kyung Min malah asik dengan pelajaran lainnya. Yang tentu berkaitan dengan ujian masuk perguruan tinggi. In Jae terlihat sedih melihatnya. Ternyata masih ada muridnya yang tidak peduli akan kelasnya.





Jung Soo yang kebetulan lewat di depan kelas In Jae dan melihat cara In Jae mengajar. Kang Se Chan juga melihat In Jae.







Kang Se Chan masuk ke ruang guru dan menuju mejanya, tapi kemudian dia melihat di meja In Jae ada sesuatu yang menarik perhatiannya, Ternyata adalah kertas warna-warni yang digunakan In Jae untuk mengajar. Se Chan mengambil kertas itu dan melihatnya sambil tersenyum.







In Jae menyelesaikan kelasnya, dan memuji semua siswa karena sudah melakukan yang terbaik.
Meja kelompok Nam Kyung Min, berkata kalau ini membuatnya frustasi. Nam Kyung Min menjawab apa gunanya mengatakan itu? Nam Kyung Min berkata apa In Jae benar-benar melakukan itu untuk siswanya? Bukankah dia menlakukan itu karena dia tidak punya bakat mengajar yang baik. In Jae mendengar kata-kata itu, dan sedikit kaget serta merasa kecewa.









In Jae masih sedih mendengar kata-kata Nam Kyung Min di kelas tadi, sehingga saat dia sudah sampai di mejanya, dia masih terlihat tidak bersemangat.Kang Se Chan tiba-tiba memberikan buku tentang ujian prestasi di 5 tahun terakhir SMA Seungri. Se Chan ingin meminta In Jae mau mencoba metode mengajarnya. Walau Se Chan tidak menyangkal keefektifan metode mengajar In Jae, yang berhasil membuat anak-anak tetap terjaga di kelas. In Jae menjawab, kalau dia bisa melakukannya sendiri. Se Chan masih beralasan kalau bisa melakukannya bersama-sama tentu akan lebih baik. In Jae memutar kursinya sehingga benar-benar menghadap Se Chan dan berkata maafkan aku.







In Jae juga bertanya apa anak-anak tidak tidur di kelas dan mendengarkan pelajaran Se Chan dengan baik? Se Chan menjawab, kalau banyak dari mereka yang memang melakukan itu.(Tidur dan tidak mendengarkan Se Chan)
In Jae berkata kalau memang banyak dari siswa tidak tidur saat jam pelajaran Se Chan maka In Jae akan mempertimbangkannya.

Se Chan bertanya apa ujian prestasi tidak membuat In Jae berhati-hati dalam melakukan sesuatu?
In Jae menjawab kalau lebih dari berhati-hati malah. Bukankah Se Chan bilang, kalau kita harus berfikir dari sudut pandang siswa? Kalau mereka memang benar-benar tidak ingin pelajaran berbasis kelas, maka In Jae akan berusaha mengubah pikirannya. In Jae berjanji akan melihat kelas Se Chan nanti.
Se Chan menjawab tentu saja. Se Chan pun kembali menaruh buku ujian prestasi Seungri selama 5 tahun ini di meja In Jae. In Jae pun menerima dan melihatnya.







In Jae sesuai janjinya tadi melihat kelas Se Chan. Terlihat Se Chan sedang menjelaskan makna puisi dengan menggunakan proyektor. In Jae melihat kalau banyak anak-anak yang tidak memeperhatikan Se Chan, mereka ada yang tiduran, ada yang melamun. Hanya sedikit saja yang benar-benar focus pada apa yang Se Chan jelaskan. Se Chan sedang menjelaskan tentang emosi dari sebuah puisi, dan Ki Deok dengan polosnya bertanya pada Joong Hyun, apa emosi? Emosi apa? Kim Joong Hyun malah asik sendiri dan tidak menjawab yang Ki Deok tanyakan. Tapi kemudian Joong Hyun menjawab, kalau dia tidak tahu. Bagaimana caranya dia bisa tahu?Joong Hyun malah berkata kalau itu adalah lagu tua, kenapa Se Chan malah menggunakan lagu semacam itu?LOL







Setelah menerangkan, Se Chan membagikan lembar soal, dan berkata kalau mereka akan memulai latihan yang sebenarnya sekarang.Se Chan juga memegang stopwatch untuk menghitung waktu mereka mengerjakan soal. Untuk soal yang pertama Se Chan memberikan waktu satu menit. Se Chan kemudian melihat In Jae yang sedang mengamati di luar kelas, dan menyadari kalau siswanya banyak yang tertidur. Na Ri dan Shin Hae Seon malah asik sendiri. Ji Hoon juga terlihat memejamkan matanya.
Se Chan cuek saja, walau sebenarnya juga malu.
Tapi kemudian dia kembali focus pada pelajarannya, dan mengatakan kalau waktu sudah habis, dan kelas untuk hari ini selesai.











In Jae yang sudah puas melihat kemudian berjalan pergi, tapi kemudian Se Chan menyusul In Jae dan bertanya apa In Jae sudah melihat dengan baik?In Jae menjawab Ya, dan berkata kalau dia masih melihat banyak dari anak-anak yang tertidur.

“Oh mereka..bahkan Tuhan tidak dapat membangunkan mereka”

In Jae tersenyum dan mengangguk mendengar Se Chan bercanda. Se Chan kemudian berkata setidaknya sampai ujian dia berharap In Jae bisa mengikuti metodenya (Sebenarnya maksud Se Chan baik, supaya nanti In Jae tidak diserang oleh Ibu Min Ki dan Ibu Ha Kyung.)
In Jae menolak dan berkata kalau dia akan tetap melanjutkan metode mengajarnya yang menggunakan system belajar kelompok. Karena setidaknya tidak ada yang tidur saat dia mengajar. Se Chan masih mencoba membantah In Jae, dengan mengatakan kalau masih ada anak-anak yang tidak mendengarkan saat In Jae mengajar. In Jae menjawab dengan mantap, kalau dengan berjalannya waktu semua pasti akan menjadi lebih baik. In Jae kemudian berjalan menjauhi Se Chan, tapi kemudian dia berbalik dan bertanya bagaimana dengan anak-anak yang melakukan pelayanan sekolah? Apa mereka belum selesai? Se Chan sepertinya lupa, dan jadi teringat karena pertanyaan In Jae?







Heung Soo dan Nam Soon terlihat kecapekan karena mengangkat segitu banyaknya kursi dan meja, lalu menyembullah kepala Se Chan melihat mereka. Se Chan lalu bertanya apa mereka sudah selesai? Nam Soon membenarkan itu, dan Se Chan berkata kalau mereka benar-benar kuat.
Se Chan menyuruh mereka melanjutkan besok, dengan agenda membersihkan gudang, dan setelah itu menaruh kembali meja dan kursi ke gudang. Nam Soon dan Heung Soo tentu saja kaget. Ini aja udah susah, kok besok disuruh lagi.











Se Chan pun menyuruh mereka kembali. Heung Soo sudah berjalan duluan meninggalkan Nam Soon dan Se Chan, saat Nam Soon juga mulai pergi. Se Chan tiba-tiba memanggil Nam Soon, membuat Nam Soon kembali berbalik dan menghadap Se Chan. Se Chan bertanya apa yang akan dilakukan Nam Soon setelah lulus SMA? Nam Soon menjawab kalau dia akan tinggal di rumah.(Simpel banget itu jawabnya.)
Se Chan bertanya lagi apa yang akan Nam Soon lakukan di rumah? Nam Soon menjawb kalau dia tidur sepanjang waktu. Se Chan berkata kalau Nam Soon begitu mengagumkan. Nam Soon bangun tidur, lulus ujiuan kualifikasi, berangkat sekolah dan semuanya pada akhirnya hanya utnuk tidur setelah lulus SMA.
Se Chan bertanya apa Park Heung Soo begitu berat? Nam Soon yang kaget mengangkat kepalanya memandang Se Chan.

Se Chan berkata kalau ini tidak akan menjadi lebih ringan, tapi kalau Nam Soon terus berusaha semuanya akan tertahan. Nam Soon mendengarkan dengan serius, tapi kemudian Se Chan malah berkata kalau Nam Soon harus membersihkan kotoran yang menempel di wajahnya.
Se Chan kemudian pergi meninggalkan Nam Soon, dan Nam Soon yang sendiri, tiba-tiba mengingat saat Heung Soo di rumah sakit dulu karena kakinya terluka, dan disebabkan oleh ulah Nam Soon.





Flashback

Nam Soon ingat saat itu, Heung Soo memandangnya dengan penuh amarah di jendela kamar rumah sakit tempat Heung Soo dirawat. Nam Soon yang ada di luar hanya melihat itu dengan perasaan takut dan menyesal. Heung Soo memandang Nam Soon dengan tajam.

Saat itu Nam Soon yang karena takutnya, berlari keluar rumah sakit, tapi kemudian dia seperti berbalik ingin menemui Heung Soo. Mungkin ingin meminta maaf padanya.Tapi karena rasa takut Nam Soon lebih besar, maka Nam Soon tidak jadi melaksanakan niatnya, dia hanya duduk dan sesekali menengokkan kepalanya seolah memandang ruang perawatan Heung Soo. Nam Soon merasakan tubuhnya bergetar karena itu.









Masih dengan perasaan yang takut, menyesal, Nam Soon hanya mengurung diri di kamar, dan hanya makan mie instan setiap harinya. Dia tidak sekolah, tidak keluar rumah, benar-benar menghabiskan waktunya dengan tidur dan makan. Kamarnya pun terlihat sangat berantakan. Nam Soon terlihat sangat sedih.





Flashback end

Se Chan masuk ke ruang guru dan duduk di meja dengan membawa kertas di tangannya. In Jae bertanya apa itu? Se Chan menjawab kalau dia akan melakukan kelas khusus untuk sastra 2.

In Jae bertanya apa kelas lain juga punya kelas sastra 2 khusus itu? Se Chan menjawab tidak karena hanya kelas dua saja yang memilikinya. In Jae berkata kalau begitu ini tidak benar. Tidak adil dan pada prinsipnya di kelas bebas belajar, Se Chan tidak boleh mengajarkan pelajaran tertentu tanpa alasan khusus.
Se Chan menjelaskan kalau saat ini dia tidak peduli dengan prinsip-prinsip keadilan dan lain sebagainya itu.
In Jae yang terkejut bertanya apa Se Chan benar-benar ingin menaikkan nilai mereka sekarang? Se Chan membenarkan hal itu.

In Jae bertanya apa yang membuat Se Chan terlalu berlebihan ingin menaikkan nilai mereka? Apa Se Chan mencoba menjaga harga diri sebagai pengajar terbaik? Se Chan menyangkalnya dan berkata lagi pula pasti ini akan membantu membuat nilai-nilai kelas dua menjadi baik.







Se Chan mengajar di kelasnya, dengan memberikan soal-soal, dan terlihat memang masih ada banyak yang tertidur dan sedikit yang memperhatikan kelas Se Chan. In Jae melihat dari jendela luar kalau banyak yang tertidur, Nam Soon dan Heung Soo adalah salah satunya.









Jam pelajaran pun berakhir, dan Kim Joong Hyun keluar kelas seraya berkata kalau ini benar-benar membuatnya merasa seperti tercekik. Ki Deok berkata kalau bukan kelas In Jae saja, tapi kelas Se Chan juga. Kenapa Se Chan harus seperti itu?Apa Se Chan gila? Mereka mengira kalau Se Chan tidak akan sepertiu itu, dan bisa membuat hari-hari mereka berbeda. Se Chan yang akan melangkah keluar mendengar pembicaraan mereka, dan raut wajahnya langsung berubah.Mereka masih melanjutkan ketidaksukaannya pada guru Kang, dnegan berkata bahwa mereka benar-benar merasa tersiksa bahkan saat tidur di kelas. Kenapa Se Chan harus seperti itu?
Saat Se Chan keluar kelas, dan mereka melihat. Mereka jadi sedikit takut dan berbisik apa Se Chan mendengarnya?







Heung Soo berjalan pulang, diikuti siswa lainnya. Dan Nam Soon yang melihat Heung Soo mencoba berjalan sejajar dengannya, dan berkata “Sampai jumpa besok”
Setelah mengatakan itu Nam Soonpun langsung pergi, dan Heung Soo hanya bergumam “bajingan terbelakang”(sepertinya ini kata-kata sayang mereka loh.Hehe..)





Ha Kyung dan Kang Joo sedang makan di tempat favorit mereka, dan Ha Kyung merasa kalau suara Se Chan terus terngiang-ngiang di telinganya. Kang Joo yang melihat Ha Kyung menutup telinganya, juga berkata hal yang sama.Kalau suara Se Chan benar-benar buruk. Ha Kyung kemudian menoleh memandang Kang Joo dan berkata kalau dia juga berterima kasih pada guru Kang karena mau memberikan pelajaran khusus pada mereka.





Kang Joo kemudian mengganti topic pembicaraan mereka dan bertanya apa Park Heung Soo dan Go Nam Soon sudah berbaikan? Ha Kyung menjawab apa menurutmu itu akan mudah? Ha Kyung juga bilang kalau dia pura-pura tidak tahu dan tidak membicarakan hal itu. Menurut Ha Kyung, Park Heung Soo itu seperti melompat-lompat.
Kang Joo merasa tertarik dengan kata-kata Ha Kyung dan bertanya memang apa yang sudah dilakukan Ha Kyung pada Heung Soo? Ha Kyung menjawab kalau menurutnya antara Nam Soon dan Heung Soo itu memilik banyak kesamaan. Contohnya adalah mereka selalu tertidur saat jam pelajaran bebas sore. Kang Joo yang mendengar itu berkata kalau ternyata Ha Kyung tidak melihat ke papan tulis, dan melihat ke tempat lain saat jam pelajaran bebas sore. Ha Kyung mengelak dan beralasan kalau dia hanya memastikan Kang Joo tidak tidur makanya menoleh ke belakang.
Masih dengan nada seperti mengejek, Kang Joo bertanya “jadi apa aku tertidur atau tidak?”

Ha Kyung agak kesal karena ketahuan oleh Kang Joo.Hehe
Ha Kyung menjawab dengan nada serius kalau Kang Joo tertidur. Kang Joo kesal tapi kemudian tersenyum dan menawab kalau dia tidak tidur. Karena malu Ha Kyung langsung menyodorkan minuman ke mulut Kang Joo, yang tentu membuat Kang Joo kaget.







Keesokan paginya di Seungri. Ji Hoon yang sudah datang di sekolah melihat di apapn pengumuman kalau tertempel aplikasi mengenai sekolah kejuruan, sepertinya Ji Hoon merasa tertarik.





Kang Se Chan yang baru masuk ke ruangannya menyapa In Jae, dan In Jae mengucapkan selamat pagi juga pada Se Chan.
In Jae menanyai Se Chan apakah nanti sore dia punya pelajaran khusus lagi selama jam belajar bebas. Se Chan menjawab ya. Tiba-tiba Ji Hoon datang dan Se Chan yang melihat itu langsung bertanya apa yang membawa Ji Hoon kemari?In Jae juga menanyakan hal yang sama dan memandang Ji Hoon. Ji Hoon berkata kalau dia ingin pergi ke SMK. In Jae tentu merasa tertarik dan bertanya sekali lagi apa benar Ji Hoon ingin ke SMK? Ji Hoon sedikit malu dan menjawab kalau dia hanya ingin mengisi formulir aplikasinya saja. In Jae senang sekali, dan berkata itu adalah hal yang bagus. Tapi Ji Hoon harus memperharikan presentasi kehadiran agar bisa masuk ke SMK.
Ji Hoon pun menyanggupinya kalau dia tidak akan bolos lagi mulai dari sekarang.





In Jae berkata kalau kehadiran Ji Hoon benar-benar sedikit, karena Ji Hoon sudah banyak membolos. Jadi sepertinya akan sulit. Ji Hoon bertanya bahkan kalau dia sudah berusaha keras apakah dia tetap tidak akan bisa? In Jae menjawab kalau memang ini akan sulit. Tapi kemudian In Jae berkata bahwa keinginan yang dimiliki Ji Hoon itu sudah bagus, dan itu yang harus Ji Hoon ketahui.

“Jika aku berubah, kupikir semuanya akan baik-baik saja. Bahkan jika aku terlambat,jika aku kembali ke pikiranku, kupikir aku akan bisa diterima di mana saja”

Kata-kata itu membuat Se Chan juga tersentuh mendengarnya, tapi kemudian Ji Hoon keluar meninggalkan In Jae dan Se Chan.



Saat Ji Hoon sudah keluar dari ruang guru tiba-tiba Jung Hoo ada di depannya, membuat Ji Hoon sedikit terkejut. Jung Hoo berkata kalau dia penasaran kenapa Ji Hoon bersikap aneh akhir-akhir ini? Jung Hoo seolah mengejek bertanya apa Ji Hoon akan pergi ke SMK? Ji Hoon menjawab kalau bagaimanapun caranya dia tetap tidak akan bisa ke SMK, karena dia banyak melewatkan kelas. Jung Hoo masih dengan nada tidak suka bertanya apa Ji Hoon juga akan berfikiran untuk ke perguruan tinggi?

“Jung Hoo mari kita berhenti.”



Kalimat itu membuat Jung Hoo marah dan melampiaskannya pada Ji Hoon di atap sekolah. Jung Hoo memukul Ji Hoon. Jung Hoo marah karena Ji Hoon mau pergi darinya.

“Aku tidak takut. Aku tidak takut dari anak-anak. Aku bilang bahwa tidak akan bekerja lagi sekarang. Aku mengatakan ini karena aku temanmu. Mari kita kembali kepada hal yang seharusnya.”

Ji Hoon menjelaskan kalau dia berfikir mungkin semua akan berubah jika kita tidak terus seperti ini. “Aku bilang aku tidak bisa menjadi preman lagi.”

Jung Hoo semakin marah dengan sebutan preman, membuat Jung Hoo mencengkeram kerah seragam Ji Hoon. Ji Hoon mengatakan kalau Jung Hoo terus seperti ini maka Jung Hoo tidak akan memiliki teman. Jung Hoo yang sudah emosi semakin kalap, dan memukul Ji Hoon, menghajarnya dan menendangnya.





Jung Hoo mengambil sebatang kayu dan bersiap memukulkannya ke Ji Hoon, tapi Jung Hoo seolah tertahan untuk melakukannya. Ji Hoon yang melihat itu langsung bertanya apa Jung Hoo juga akan mematahkan kakiknya seperti Go Nam Soon yang mematahkan kaki Park Heung Soo.?
Kalimat itu berhasil membuat Jung Hoo berhenti dan meninggalkan Ji Hoon.









Kang Se Chan sedang mengisi kelasnya, dan anak-anak masih seperti biasa, ada yang memeperhatikan, ada yang tertidur.
Kelas In Jae juga masih sama ada yang memperhatikan ada yang sibuk dengan kegiatannya sendiri.





Nam Soon masih melakukan layanan sekolahnya. Tentu saja bersama Heung Soo. Nam Soon melihat Heung Soo yang kesal karena harus membersihkan tempat ini.





Ujian akademik pun tiba, soal-soal ujian sudah siap di distribusikan ke anak-anak. Untuk jam pertama adalah bahasa korea.



In Jae dan Se Chan di ruangannya Jung Soo. Jung Soo bertanya bagaimana perasaan mereka karena hari ini ujian? Apa mereka memiliki keyakinan? Se Chan menjawab, bahwa tidak ada hubungannya antara kepercayaan diri guru dengan bagusnya nilai siswa. Jung Soo menjawab kalau dia tidak mau mendengar alasan apapun. Kalaupun ada yang akan mereka bicarakan itu bisa dilakukan nanti setelah melihat hasilnya. Jung Soo juga mengatakan kalau memang In Jae tidak memiliki rasa percaya diri yang buruk, maka In Jae bisa melakukan pelajaran dasar dengan siswa di kelas bantuan tambahan.

“Lalu apa kau mengatakan kalau anak-anak di kelas bantuan tambahan seharusnya tidak menguikuti ujian. Aku tidak bisa melakukan itu.”

Jung soo menjelaskan kalau siswa yang seperti ini bahkan tidak bisa mengisi setengah dari lembar soal. Mereka juga tidur setelah menandai semua soal dengan jawaban yang sama semua. Mereka juga bahkan tidak bisa mengisi dengan baik sampai akhir. Membuat mereka hanya duduk diam untuk 80 sampai 100 menit tanpa alasan. Tidakkah In Jae berfikir itu menyiksa anak-anak? Daripada mereka mengambil ujian itu, menurut Jung Soo akan lebih baik kalau mereka mengambil pelajaran yang benar-benar bisa membantu mereka. Apa In Jae mengira kalau dia tidak khawatir dengan para siswa?

In Jae menjawab kalau dia tahu apa yang Jung Soo katakan, tapi..
Belum sempat In Jae melanjutkan kata-katanya, Se Chan sudah memotong itu dan berkata kalau mereka akan mempertimbangkannya. Setelah itu Se Chan mengajak In Jae untuk keluar dari ruangan Jung Soo.







Setelah di luar, In Jae yang marah pada Se Chan langsung berkata kalau harusnya Se Chan mengatakan tidak bisa pada Jung Soo. Tapi malah berkata kalau akan mempertimbangkannya. Se Chan menjawab bahwa apa yang dikatakannya pada Jung Soo tadi benar, bahwa mereka tetap akan mempertimbangkannya. In Jae masih menoba menjelaskan kalau itu berarti seolah anak-anak yang tidak berprestasi tidak boleh ikut ujian. Itu seolah Jung Soo menendang mereka keluar dari tempat ujian.
Se Chan berkata kalau mereka toh hanya menebak jawaban dan setelah itu tidur.

In Jae benar-benar kesal dan berkata apakah mereka menebak jawaban dan tidur, atau sebaliknya, mereka adalah siswa yang datang saat ujian. Mereka mungkin bodoh dan tidak ingin datang ke sekolah di pagi hari. Namun mereka tetap muncul. Mungkin Se Chan akan memberitahu para siswa untuk tidak muncul ke sekolah, karena mereka tidak membantu sama sekali. Meskipun mereka tidak memiliki minat untuk belajar, tapi jika mereka mendengar kata-kata itu dari seorang guru, tiudakkah Se Chan berfikir mereka akan terluka perasaannya?

Se Chan menjawab itulah sebabnya In Jae harus berbicara pada mereka dan membawa mereka keluar dari situasi ini dengan lancar. In Jae berkata apa menurut Se Chan itu akan berjalan efektif? “Hanya ada satu hal yang ku inginkan. Kau tahu apa itu? Seluruh siswa kelas 2 naik ke kelas 3 tanpa meninggalkan siapapun. Aku tidak bisa bertanggung jawab untuk membuat nilai mereka naik, atau mengurus kehidupan mereka. Tapi aku ingin semua siswaku lulus pada guru wali kelas berikutnya. Itu keinginanku sebagai seorang guru wali kelas.”

In Jae berkaca-kaca saat mengatakan itu, menahan emosinya dan keingginannya yang tulus dari dalam lubuk hati. Aku benar-benar tersentuh mendengarnya.

Se Chan menjawab kalau itu tidak akan terwujud sampai akhir kalau In Jae di tendang dari guru wali kelas.
In Jae bertanya apa maksud Se Chan? Se Chan menjawab, tidak peduli seberapa keras dia memberikan kelas tambahan nilai mereka toh tidak akan pernah membaik. Tapi apa In Jae tahu kenapa dia melakukannya? Karena jika dia bisa membawa naik nilai siswa walaupun itu hanya satu poin, maka dia akan bisa mencegah badai yang akan terjadi sesudahnya.

Jika nilai ujian bahasa korea buruk saat ini, kepala sekolah akan berada dalam masalah besar. Karena kepala sekolah bertanggung jawab. Apa In Jae pikir orang seperti Jung Soo akan dengan suka rela mengambil tanggung jawab dalam situasi sulit seperti itu? Apa In Jae bisa tahu siapa yang akan menjadi sasaran kesalahan?
Itu pasti In Jae. Karena siapa lagi guru jangka pendek yang tetap bersikeras mengajarkan pelajaran berbasis sekolah di sini?

“bagaimana kau tahu itu?”

Se Chan menjawab karena orang tua yang memilihnya. Meskipun mereka berdua adalah guru jangka pendek,tapi bukan dia yang akan menjadi korban, tapi itu adalah In Jae. Se Chan berpesan daripada In Jae terus memikirkan siswa, lebih baik In Jae memikirkan tentang dirinya sendiri saat ini.
In Jae tidak peduli, dan akhirnya meninggalkan Se Chan dengan perasaan terluka. Tapi kemudian Se Chan melanjutkan kalimatnya, Se Chan berkata kalau In Jae tidak bisa melakukannya, maka Se Chan yang akan melakukan itu.

In Jae berbalik dan mendekati Se Chan, “tidak, kau tidak bisa melakukan seperti itu guru Kang, karena itu tidak bagiku,atau sesuatu yang harus dilakukan sebagai seorang guru”

In Jae berjalan terus meninggalkan Se Chan, dan Se Chan hanya mengikutinya dari belakang, dan sampai di ruang guru, Se Chan mengira In Jae akan masuk juga ke ruang guru tapi ternyata In Jae terus melangkah dan tidak mempedulikan Se Chan.









Di kelas 2-2, Ha Kyung mengumpulkan semua ponsel teman-temannya agar ujian mereka bisa lancar.
Saat Ha Kyung meminta ponsel Jung Hoo, Jung Hoo berkata kalau dia tidak membawanya.





In Jae yang ternyata masuk ke kelas 2-2, menerima ponsel yang sudah dikumpulkan Ha Kyung dan tidak lupa mengucapkan terima kasih. Se Chan ada di depan, dan bertanya apa mereka sudah bersiap diri menghadapi ujian? Anak-anak menjawab Ya dengan serempak. Se Chan memandang In jae yang terlihat murung.







Se Chan yang keluar kelas dan melihat In Jae langsung memanggilnya. In Jae pun berhenti. Se Chan berkata biarkan dia yang membawa tas anak-anak yang berisi ponsel itu. In Jae tidak peduli, bahkan tidak menatap Se Chan dan langsung berjalan meninggalkan Se Chan. Se Chan hanya menatapnya tanpa berniat untuk menyusul In Jae.





Para guru rapat sebelum memulai ujian akademik, dan tentu dipimpin Soo Chul. Soo Chul berkata kalau ujian akademik amat penting. Jadi apakah semua sudah mempersiapkannya dengan baik? Kwon Nam Hee menjawab kalau dia juga sudah berkeliling kelas untuk memastikan bahwa tidak ada yang salah dengan pengeras suara.
Uhm Dae Woong berkata selama ujian bahasa inggris sesi mendengarkan dimulai, dia meminta tetangga terdekat agar menahan diri dari membuat suara-suara yang berisisk atau menyalakan music dengan keras.
Nan Hee berkata kalau hanya untuk ujian siswa saja semua lingkungan sekitar kena dampaknya. In Jae sama sekali tidak berkomentar dan hanya diam, Se Chan yang ada disampingnya hanya bisa memandang In Jae.











Soo Chul membagikan soal-soal ujian yang sesuai dengan kelas mereka. Dan para gurupun menerimanya.



Soal pun sudah mulai dibagikan di kelas 2-2, dan Ki Deok terlihat mengambilkan soal untuk Heung Soo. Memanggil Heung Soo dengan sebutan Hyung.





Nah Jung Hoo dan Yi Kyung malah menaruh soal di belakang mereka, dan dibelakang mereka adalah lemari loker siswa.



Nam Soon dan Heung Soo seperti biasa malah hanya tidur. Jung Soo yang melihat itu dari luar benar-benar tidak tahu lagi harus melakukan apa untuk siswa-siswa seperti itu.







Guru memberitahu kalau waktu sudah habis, dan mereka harus segera mengumpulkan lembar jawab dengan menaruhnya ke meja depan, lalu estafet sampai ke yang paling depan.

Kang Joo menghapus jadwal ujian yang sudah mereka lakukan, dan mengeluh saat mengetahui kalau jam selanjutnya adalah bahasa inggris.





Kang Joo mendekati Ha Kyung dan bertanya apa yang didengarkan Ha Kyung sekarang adalah yang bagian bahasa koreanya? Kalau iya Kang Joo juga ingin mendengarkannya. Ha Kyung pun menyerutujuinya, dan Kang Joo berkata kalau yang dia miliki memang cuma Ha Kyung. Kang Joo juga bilang kalau dia akan sangat senang bisa satu universuitas bareng Ha Kyung nantinya. Ha Kyung bertanya dengan nada bercanda apa Kang Joo sadar berapa banyak nilai yang harus Kang Joo kumpulkan untuk bisa masuk universitas yang sama dengannya. Kang Joo juga menjawab dengan bercanda kalau saja nilau Ha Kyung bisa sedikit menurun, jadi kan mereka bisa sama-sama.







Ki Deok dengan takut-takut ingin memijat pundak Heung Soo.Tapi dia tidak jadi melakukannya karena Hueng Soo tiba-tiba berdiri dan meninggalkan kelas. Nam Soon tentu melihatnya.





Heung Soo ternyata pergi ke tempat pembuangan sampah untuk merokok, tapi tiba-tiba ada petugas yang membuat Heung Soo menyembunyikan rokoknya.
Heung Soo akhirnya melangkahkan kakinya ke gudang, dan disana dia melanjutkan keinginannya yang tadi yaitu merokok.







Kemudian masuklah Nam Soon. Nam Soon yang melihat Heung Soo akan merokok, segera menutup pintu. Nam Soon bertanya apa Heung Soo tidak akan mengikuti ujian yang masih tersisa?

“Kenapa kau peduli?”

Lau tiba-tiba terdengar ada orang yang akan masuk ke gudang, Nam Soon menyadari itu. Kemudian masuklah laki-laki petugas tadi, dan hanya mendapati puntung rokok disana. Laki-laki itu segera mengambilnya dan melihat bahwa tidak ada orang didalam gudang. Laki-laki itu keluar dan mengunci pintu gudang, tanpa tahu didalamnya ada Nam Soon dan Heung Soo.

Ternyata Nam Soon dan Heung Soo ada di dalam lemari, setelah petugas itu keluar Nam Soon dan Heung Soo keluar dari dalam lemari. Nam Soon yang sudah ada diluar berkata kalau sampai Heung Soo tertangkap karena tidak ikut ujian dan merokok maka hukumannya akan lebih berat. Heung Soo bisa dikeluarkan. Heung Soo tidak peduli, dan akan membuka pintu gudang,tapi tidak bisa karena memang terkunci. Heung Soo meminta Nam Soon menghubungi temannya agar mereka bisa keluar dari tempat ini. Nam Soon pun melakukannya, tapi saat dia mencari ponselnya di saku seragam, ternyata tidak ada dan dia ingat kalau tadi ponsel dikumpulkan selama ujian.







Anak-anak kelas 2-2 sudah memulai ujian mereka, tanpa adanya Nam Soon dan Heung Soo. Tes mendengarkan bahasa inggrispun sudah diumumkan lewat speaker. Anak-anak mendengarkan dengan serius tidak terkecuali Ji Hoon, tapi Jung Hoo acuh saja, dan Jung Ho menoleh memandang Ji Hoon. Ji Hoon juga akhirnya menoleh kearah Jung Hoo, dan mereka saling bertatapan.Tapi kemudian mereka kembali acuh satu sama lain, dan Jung Hoo mengeluarkan ponselnya dari dalam laci (Jung Hoo bohong sama Ha Kyung waktu ponselnya diminta tadi sebelum ujian dimulai.)
Jung Hoo asik bermain game di ponselnya padahal sesi mendengarkan sudah dimulai. Murid-murid yang lain jelas merasa terganggu dengan suara yang ditimbulkan oleh ponsel Jung Hoo, dan anak-anakpun menoleh mencari sumber suara.











In Jae yang tahu segera menyuruh Jung Hoo menghentikan permainannya. Tapi jung Hoo malah marah karena dia sedang asik. Anak-anakpun terpecah konsentrasinya karena ulah Jung Hoo. Se Chan yang melihat itu menghampiri Jung Hoo dan menatapnya,tiba-tiba Se Chan meraih tangan Jung Hoo yang menyebabkan ponsel Jung Hoo terlepas dari tangannya.









In Jae berteriak memanggil nama Se Chan, mungkin kaget dengan yang dilakukannya. Jung Hoo mencoba melepaskan tangannya tapi ternyata cekalan tangan Se Chan begitu kuat.
Jung Hoo berkata kalau dia akan keluar sendiri, jadi dia meminta agar tangannya dilepaskan, tapi Se Chan tidak peduli, dan menarik tangan Jung Hoo sehingga mengikutinya keluar kelas. Jung Soo melihat kejadian itu, tapi dia acuh saja dan tidak peduli.





Sampai diluarpun Se Chan belum melepaskan tangan Jung Hoo. In Jae hanya melihat itu dari jauh. Jung Hoo meminta dilepaskan agar mereka bisa bicara. Se Chan bertanya apa Jung Hoo yakin mau diajak bicara baik-baik? Tanpa menunggu jawaban Jung Hoo, Se Chan pun melepaskan pegangannya di tangan Jung Hoo, dan Jung Hoo yang terbebas dari cekalan Se Chan berbalik untuk pergi. Tapi sebelum melangkah jauh, Se Chan berkata kalau memang Jung Hoo ada niat sedikit saja untuk ke sekolah, maka berbaliklah sekarang. Kalau Jung Hoo tidak berbalik sekarang, maka Jung Hoo tidak akan bisa ke sekolah lagi mulai sekarang. Jung Hoo yang mendengarkan semua itu, tidak peduli dan terus melangkah pergi tanpa brbalik sedikitpun.










source : http://nhieshe.blogspot.com/2013/02/sinopsis-school-2013-episode-9-part-1.html and http://nhieshe.blogspot.com/2013/03/sinopsis-school-2013-episode-9-part-2.html
re-posted and re-edited by : dianafitriwidiyani.blogspot.com

No comments:

Post a Comment